Lentera Hati: Evaluasi Diri | Berita Populer Lazismu

 


EVALUASI DIRI

Oleh: M Khoirul Anam, MPdI

Alam terbentang indah bak permadani yang di dalamnya ada gunung-gunung tinggi menjulang sebagai pasak bumi, ada lautan yang begitu luas sebagai muara sungai-sungai dan sumber kehidupan manusia, bergilirannya siang dan malam ada makna yang terkandung di dalamnya, terbit dan tenggelamnya matahari ada maksud yang menyelubunginya. Dan disetiap peristiwa baik itu yang menyenangkan dan menyedihkan ada hikmah. pendek kata semua kejadian dan peristiwa yang kita alami, kita lihat, dan kita rasakan tentu ada manfaat dan mengandung i’tibar bagi kita para manusia yang mau merenung dan berpikir.

Tentu, tak jarang dan tak sedikit terdapat peristiwa-peristiwa yang menghampiri kita. Dan dari peristiwa-peristiwa itu terlihatlah reaksi-reaksi positif dan negatif. Ketika peristiwa itu baik, bernuansa keindahan tentu hati kita akan senang berbunga-bunga seraya menyebarkan senyum simpul  yang membahagiakan, tetapi ketika kita di hadapkan dengan peristiwa yang menyedihkan, menyengsarakan dan menjengkelkan, maka tak sedikit dari kita yang marah, bahkan terkadang kita mencari kambing hitam sebagai  pembenaran kita. Hari-hari yang kita lakukan adalah menyalahkan orang-orang yang ada disekitar kita. Maka lengkaplah kesengsaraan tersebut dan menyebar luas tanpa bisa terbendung lagi. 

Peristiwa dan kejadian dalam kehidupan kita itu sudah terencana dan terukur oleh sang sutradara. Dan Allah sendiri tidak akan over dosis dalam memberi beban kepada hamba-hambanya (Al Baqoroh ayat 286), selama hamba tersebut berpegang pada tali agama Allah, yakinlah bahwa hamba tersebut akan mampu menjalani kehidupannya dengan baik. Disini perlu kita ingat ketika Allah mendatangkan episode-episode hidup tersebut, maka ada hikmah yang harus kita ambil. Inilah perlunya evaluasi diri. Apakah ada yang kurang tepat dari ucapan kita dan apakah ada perbuatan yang salah dari kita sehingga Allah mengantarkan episode hidup yang kurang menyenangkan bagi kehidupan kita?

Hidup yang kita alami tak ubahnya seperti gaung di pegunungan, apa yang kita bunyikan, suara  itulah yang akan kembali kepada kita. Andaikan kita sering berucap baik katakanlah “ aku selalu senang dan siap menjadi orang sukses “ suara itulah yang akan kita terima. Sebaliknya kita berucap. ”Aku selalu menderita sehingga membuat hatiku galau“ maka derita dan galau itulah yang akan menyertai kita. Itu artinya segala yang terjadi pada diri kita adalah buah dari apa yang kita perbuat. “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan walau sebiji sawi, niscaya ia akan melihat balasannya. Dan barang siapa yang berbuat kejahatan walau sebiji sawi, maka akan mendapat balasannya pula.“ (QS. Al-Zalzalah ayat 7-8)

Ketika kita berjalan-jalan di tanah lapang, kemudian tiba-tiba ada burung yang terbang di atas kita kemudian mengeluarkan kotorannya tepat di kepala dan wajah kita. Apa yang kita perbuat kemudian? Memaki – maki burung tersebut? Dan Kira-kira kemarahan itu berdampak pada burung tersebut? Ketika kita marah itu berarti sudah mengeluarkan energi yang besar sehingga mempercepat depresi dan kulit cepat tua. Sedang maki-makian kita pada burung tidak akan berdampak karena ia sudah terbang jauh dan burung tersebut juga tidak mengerti apa yang kita ucapkan. Jadi, keuntungannya tidak ada, tapi kerugiaannya berlipat-lipat. Yang kita lakukan adalah evaluasi diri. Mengapa saya sendiri yang dapat kotoran burung yang lain kok tidak, padahal, lapangannya begitu luas, orang yang lalu lalang juga banyak. Barangkali kepalaku ini kotor  karena kesombongan dengan enggan sujud kepada Allah, pikiran ngeres, otak digunakan untuk mencari aib orang lain. 

Begitu pula, ketika dompet hilang? Mengapa dari satu Gerbong kereta, hanya kita yang di takdirkan kehilangan dompet tersebut. Jangan sibuk menyalahkan copetnya, karena itu juga tak akan berdampak padanya karena memang itu pekerjaannya. Selain berupaya mencari dan mengambil hak kita (kalau bisa). yang kita lakukan juga adalah merenungkan peristiwa tersebut. Apakah ini adalah tanda, karena kita tak pernah mengeluarkan zakat, berinfaq sehingga Allah mengambilnya dengan caranya. Karena Allah maha tahu berapa zakat yang belum kita keluarkan. Kalau memang dalam dompet tersebut belum sesuai dengan zakat yang seharusnya kita keluarkan. Mungkin pada hari-hari berikutnya Allah akan mengambilnya lagi. Sungguh, tidak ada kesulitan sedikitpun bagi-Nya untuk mengambil apapun dari apa yang dititipkan pada makhluknya.

Dalam keluarga, mungkin ada anak kita yang nakal, menjengkelkan atau bahkan dalam diri kita sedang sakit, rezeki seret, kurang harmonis dengan suami atau istri dan apapun peristiwa yang menimpa adalah merupakan saran yang tepat untuk mengevaluasi, dan pasti ada hikmah yang menanti, tentu dengan syarat kita merenungkannya dengan sungguh-sungguh.

Dengan mengevaluasi diri kita sendiri, kita menjadi tahu mengenai ukuran diri kita baik itu mengenai kekurangan ataupun kelebihan yang ada dalam diri kita sendiri dan kita pun akan lebih tahu, “apa saja yang perlu dibenahi dalam diri kita ini?”. Setelah kita tahu mengenai hal-hal yang perlu dibenahi dalam diri kita sendiri, tentunya kita harus dapat mengaplikasikannya melalui tindakan ataupun perbuatan dalam kehidupan sehari-hari kita di lingkungan sosial khususnya yang berada di sekitar kita.

Mari kita jadikan setiap masalah sebagai sarana yang efektif untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri karena hal itulah yang akan menjadi keuntungan bagi diri, dan keluarga kita serta akan mengundang rahmat Allah. Ingatlah, bahwa setiap kesulitan tidak akan datang selain untuk kebahagiaan. Dan akan datang kemudahan demi kemudahan. Bersabarlah, sebab Allah mempunyai keputusan apa yang ia tetapkannya atas kita. Segala kesulitan pasti akan hilang, dan jangan sedih atas segala kehilangan, sebab apa yang hilang suatu ketika akan kembali atau mendapatkan gantinya. Insya Allah. “ Wallahu ‘Alamu bish Shawab “ 

SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1442 H


Pencerahan :
Pada setiap lembaran daun yang gugur, ada pesan yang harus kita ambil. Di setiap tetes embun ada hikmah yang bisa kita petik. Dan Pada setiap yang basah dan yang kering ada serangkaian tausyiyah pembasuh jiwa.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu