Istri Pertama Yang Setia | Berita Populer Lazismu

 

Ustadz Nurcholis Huda bersama keluarga (Foto Album Keluarga)

ISTRI PERTAMA YANG SETIA

Oleh: Nur Cholis Huda MSi


Seorang teman punya banyak cerita. Setiap bertemu ada saja yang diceritakan. Ada cerita lucu, cerita sedih, cerita kepahlawanan, cerita kedermawanan dan cerita kesetiaan. Semua ceritanya biasanya mengandung pelajaran, termasuk cerita tentang istri pertama yang setia. Cerita ini menggambarkan sikap manusia dalam mengisi hari-hari dalam kehidupannya.

Tak penting Apakah cerita itu dia ciptakan sendiri atau dari orang lain. Dia ambil dari internet atau buku. Yang lebih penting ialah pelajaran yang ada dalam cerita itu. Saya pernah membaca cerita ini di buku "Life Is Beautiful" tulisan Arvan pradiansyah.

Seorang laki-laki tua kaya terbaring lemah di tempat tidur. Ketika dia merasa hari kematiannya sudah dekat, dia panggil istrinya yang nomor 4. Istri yang penuh pesona dan paling dia sayangi. "Saya merasa hari kematianku sudah dekat. Saya sangat menyayangimu lebih dari istri-istriku yang lain. Bersediakah kamu menemaniku? Saya ingin kita sehidup semati seperti yang pernah kita ikrarkan bersama", kata orang tua itu penuh permohonan.

Istrinya tertegun karena terkejut mendengar permintaan suaminya. Tetapi dalam waktu Sekejap dia sudah menguasai dirinya. "Perpisahan selalu menyedihkan. Tetapi Maaf beribu maaf, saya masih banyak keperluan penting sehingga dengan menyesal tidak bisa menyertai mu", kata istri keempat. Tentu saja sang suami sangat kecewa mendengar jawaban dari istri yang paling disayangi itu.

Kecewa dengan istri keempat, Dia Panggil istri ketiga. "Kematianku sudah dekat. Kau adalah istri yang selalu Ku perhatikan dengan penuh kasih sayang. Bersediakah engkau menemaniku dalam perjalananku yang panjang nanti?". Istri ketiga itu terdiam. Dengan muka sedih Dia berkata: "Terima kasih atas segala kebaikan yang kau berikan kepadaku dengan penuh ketulusan. Tetapi maaf aku hanya bisa menemanimu sampai engkau menghembuskan Nafas Terakhir".

Kemudian dipanggil istri kedua. Orang tua kaya itu berkata: "Kita sudah lama hidup bersama. Bersenda gurau dan bergembira. Aku tidak pernah mengabaikanmu. Bersediakah engkau menemaniku? Hari kematianku sudah dekat".

Dengan muka sedih istri kedua itu berkata: "Saya akan menyertaimu, tetapi hanya sampai di tempat penguburan. Mohon maaf aku tidak bisa lebih jauh dari itu. Namun aku berjanji akan selalu berdoa untukmu".

Setengah putus asa laki-laki tua yang kaya itu memanggil istri pertama. Inilah istri yang sering diabaikan, tidak dipedulikan bahkan sering dilupakan. Perhatiannya hanya kepada istri-istri yang lain. Dengan suara lembut dia berkata: "Kita sudah lama hidup bersama. Maafkan aku jika selama ini kadang aku mengecewakanmu bahkan mungkin kamu merasa ku abaikan. Aku akui banyak kesalahanku padamu. Maafkanlah Aku. Kini saat kematianku sudah menjelang tiba. Bersediakah kamu menyertaiku?

Dengan cepat tanpa ragu istri pertama itu menjawab: "Iya, aku akan menyertaimu Kemanapun kamu pergi. Aku akan bersamamu dalam suka dan duka". Laki-laki itu tertegun mendengar kesetiaan istri pertamanya. Istri yang selama ini sering disia-siakan. Tidak dipedulikan. Dia menyesali diri Mengapa dahulu kurang perhatian padanya. Kalau saja kematian bisa diundur kan dia ingin menebus kealpaannya itu dan menumpahkan seluruh perhatian dan kasih sayang kepada istri pertama.


Apa makna dari cerita ini?

Istri keempat yang paling kita sayangi adalah gambaran harta kekayaan yang paling kita cintai. Kita bekerja siang malam untuk bisa mengumpulkan harta. Sering juga kita lakukan dengan menghalalkan segala cara. Menerabas dan menerobos aturan. Kita abaikan suara iman demi kecintaan kita kepada harta. Kita sisihkan kejujuran, Kita buang belas kasih dan kita ganti dengan kebengisan demi harta. Tetapi ketika kematian tiba, ternyata tidak bisa ikut serta. Dia kita tinggalkan atau kita yang ditinggalkannya.

Istri ketiga yang selalu kita perhatikan adalah gambaran tubuh kita. Kita pelihara dengan penuh perhatian agar tetap cantik, tetap gagah, tetap menarik dan selalu sehat. Kita obati ketika sakit. Kita Panggil tukang pijit ketika badan terasa penat. Ada yang ke dokter bedah plastik untuk memperbaiki wajah agar nampak awet muda. Kita tidak lagi berhitung besarnya biaya demi tubuh kita.

Namun ketika kematian tiba, tubuh yang kita rawat dengan penuh perhatian itu harus berpisah. Roh harus berpisah dengan tubuh kita. Tubuh yang kita sayangi itu akan dikubur dalam tanah kemudian membusuk tidak berharga. Istri ketiga adalah tamsil dari tubuh kita.

Istri kedua adalah tamsil keluarga kita. Anak, istri, sahabat dan handaitolan. Itulah orang-orang tempat kita merasakan kesenangan bersama. Tertawa dan bercanda. mereka juga sering menjadi kebanggaan kita. Tetapi ketika kematian tiba, mereka hanya bisa menyertai kita paling jauh sampai ke kuburan. Setelah itu, setelah kita sudah dikebumikan, mereka akan kembali pulang. Bahkan setelah itu Mungkin membagi-bagi warisan. Istri keempat, ketiga dan kedua tidak bisa menyetel Kita selamanya. Mereka hanya teman sementara. Bukan teman abadi.

Sedangkan istri pertama yang bersedia menyertai kita kemanapun kita pergi adalah gambaran rohani kita. Dalam rohani itu kita kumpulkan amalan baik dan buruk ketika masih hidup. Rohani atau jiwa ini adalah bagian hidup yang sering kita abaikan. tidak kita pedulikan. Kita lupa merawat rohani kita. Kita abaikan jiwa kita. Terlalu asik mengejar semua yang bersifat fisik. Padahal rohani inilah yang akan menyertai kita.

Agama memberi kebebasan mengejar kekayaan dan mencintai harta dan keluarga, anak dan istri serta kerabat dan handai tolan. Tetapi kita diingatkan juga agar tidak lupa mempersiapkan akhirat kita. Kita harus hidup seimbang. Tetapi dalam kenyataan kita sering berat sebelah. Terlalu miring ke kehidupan dunia dan tidak pedulikan kehidupan akhirat.

"Dan carilah kebahagiaan negeri akhirat dengan apa yang dikaruniakan Allah kepadamu dan jangan lupakan nasibmu di dunia. Dan berbuat baiklah kamu, karena Allah sudah berbuat baik kepadamu. Dan janganlah kamu membuatku rasakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang berbuat kerusakan". (QS. Al-Qashas/28:7).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu