Besrsepeda, Kebutuhan Atau Gaya Hidup | Berita Populer Lazismu

 

 

BERSEPEDA KEBUTUHAN ATAU GAYA HIDUP ?

OLEH: CHOIRUL AMIN


Bila ditanya, apakah bersepeda itu termasuk sebuah kebutuhan atau gaya hidup? tentu tak mudah menjawabnya.  Mengapa? Karena masing-masing orang mempunyai alasan yang berbeda. Bisa jadi sebagian orang akan mengatakan: bersepeda itu termasuk kebutuhan , sedangkan sebagian yang lain akan mengatakan sebaliknya. Untuk memastikan apakah bersepeda itu termasuk sebuah kebutuhan atau gaya hidup, ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu faktor apa saja yang bisa mendorong seseorang suka bersepeda. Sedikitnya ada 4 faktor, yaitu: (1) Faktor Kesehatan, (2) Faktor Sosial, (3) Faktor Psikologi dan  (4) Faktor Gengsi (Prestise).

1. Kesehatan 

Diakui atau tidak semua orang ingin sehat secara jasmaniah. Oleh karenanya apapun yang membuat mereka sehat, tentu akan mereka lakukan termasuk bersepeda. Bersepeda menurut mereka bisa melancarkan peredaran darah dan bisa membantu kelancaran bernafas, apalagi di saat musim Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Pokoknya dengan bersepeda badan kita bugar dan pikiran bisa fresh. Karena faktor kesehatan inilah, maka tidak salah bila dikatakan oleh Sekretaris Jendral Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia, Eko Wibowo, bahwa penjualan sepeda saat ini naik 300-400 persen dari kondisi normal (Kompas, 19-7-2020).


2. Sosial 

Sebagai makhluk sosial, mau tidak mau manusia butuh teman untuk mendengar dan didengar satu sama lain. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah melakukan kegiatan, misalnya bersepeda secara beramai-ramai. Bila perlu mereka mendaftarkan diri sebagai anggota club bersepeda tertentu. Dengan bergabung dalam club tersebut mereka bisa bertukar informasi dan saling bercerita satu sama lain. Dengan demikian tidak saja jasmani yang sehat, rohanipun ikut sehat.


3. Psikologi 

Nah, faktor yang satu ini tidak kalah pentingnya. Apa sih tujuan hidup manusia di dunia selain beribadah kepada sang Pencipta?. 

Tidak lain adalah ingin mendapatkan kesenangan dalam hidupnya. Itu bisa dilakukan dengan berbagai cara salah satunya dengan berolahraga, termasuk misalnya bersepeda. Bayangkan setelah seharian bahkan seminggu penuh bekerja tanpa berhenti, maka butuh keseimbangan yaitu bersepeda. Dengan bersepeda rasa penat, bosan dan stres bisa hilang seketika. Dan pikiran jadi fresh kembali. Dan siap bekerja lebih produktif lagi di hari-hari lain.


4. Gengsi 

Gengsi memang tidak enak untuk dimakan, begitu kata kang Sobary, dalam bukunya yang berjudul “Kang Sejo Melihat Tuhan”. Demi gengsi apapun rela dilakukan termasuk memenuhi apa yang diinginkan misalnya ingin memiliki benda berharga termasuk meiliki sepeda yang bermerek tak peduli berapa duit yang dibelanjakan. Seperti sepeda bermerek Brompton. Dilarangkah ? sama sekali tak dilarang Taukah anda berapa harganya ? menurut salah satu pemilik Brompton, warga Tebet Jakarta, yang bekas saja sekarang harganya Rp.75 Juta (Kompas : 19 Juli 2020). Sedikitkah pemilik sepeda beremerek Brompton tersebut? Tidak, bahkan ada nama grupnya yaitu BOGI ( Brompton Owners Group Indonesia). Jadi bagi pemilik sepeda Brompton dimanapun mereka berada, tak perlu khawatir apalagi takut bersepeda dengan Brompton anda. Karena anda tidak sendirian.

Sekarang kembali ke persoalan semula, apakah bersepeda termasuk kebutuhan atau gaya hidup ? jawabnya sederhana. Coba anda perhatikan baik-baik ke empat faktor yang membuat seseorang senang bersepeda diatas? Bila anda bersepeda karena faktor 1, 2 dan 3 dengan mengesampingkan faktor yang ke 4, maka bersepeda disini dianggap sebagai kebutuhan, namun sebaliknya jika faktor yang ke empat yang menjadi alasan utama, tanpa  menafikan faktor 1, 2 dan 3, maka jelas disini bersepeda termasuk sebuah gaya hidup. Sekarang bagaimana dengan anda sendiri?. Apakah anda termasuk kelompok bersepeda karena kebutuhan atau sebaliknya. Anda sendiri yang dapat menjawabnya. Namun perlu diingat apapun jawaban anda, yang jelas bahwa bersepda adalah olah raga untuk kita semua – baik yang tinggal di perkotaan maupun di pedesaan. Semuanya bertekad tiada hari tanpa bersepeda. Selamat bersepeda?


Penulis, adalah Pemerhati masalah Pendidikan tinggal di Surabaya

No. Rek Bank Mandiri : 1410010815702 atas nama Choirul Amin. HP : 081241905253


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu