Pengantar Redaksi: Protokol Kesehatan Holistik | Berita Populer Lazismu


Ustadz Abdul Hakim, MPdI 

PROTOKOL KESEHATAN HOLISTIK

Para pegiat zakat, infak, dan shodaqoh yang dirahmati Alloh. Di masa Pandemi Wabah Covid-19 ini ada yang harus kita laksanakan dengan penuh disiplin. Yakni mentaati protokol kesehatan: selalu  memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau cairan disinfectan, menjaga jarak, tidak bersalaman, banyak tinggal di rumah,  menkonsumsi menu sehat dan multi vitamin,  berjemur di hangatnya mentari pagi, serta rutin berolah raga. Selain  agar  tidak tertular dan tidak menularkan Covid-19, penerapan disiplin ini diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran wabah yang konon sampai sekarang belum ditemukan obat penangkalnya, serta belum bisa dipastikan kapan pandemic yang telah menelan korban besar ini berakhir.

Penerapan protokol kesehatan ini memang sudah banyak disambut masyarakat, meskipun belum sepenuhnya. Kerumunan nyaris belum bisa dihindari, terutama di pasar, supermarket, jalan raya, warung pojok, dan di sejumlah ruang publik lainnya. Memang sulit dihindari, sebab di ruang publik itulah masyarakat bekerja untuk memenuhi hajat kebutuhan pokok yang tidak bisa dipenuhi pemerintah sekalipun diterapkan PSBB atau pun lockdown.

Sehat ini salah satu nikmat besar yang diamanatkan Alloh kepada kita. Kita wajib  menjaganya. Bukan sekedar agar terhindar dari penyakit, tetapi dengan sehat kita bisa bersyukur, lebih bisa berdaya dalam menjalankan kewajiban  sebagai abdullah sekaligus sebagai khalifah-Nya. maka, selain menjaga kesehatan jasmaniyah, Islam mengajarkan pemeluknya menjaga kesehatan secara holistik (menyeluruh). Sehat qolbu, akal,  nafsu,  jasmani, serta sehat sosial.

Agar qolbu atau hati sehat, Islam mengajarkan kita untuk hidup ikhlas, segera bertaubat, banyak istighfar, banyak berdzikir dan berdoa, qonaah atas takdir-Nya, serta husnudzon atas keputusan-Nya.  Ibadah harus menjadi aktivitas utama demi meraih ridho Alloh swt.

Agar akal sehat, kita harus melakukan iqro’ setiap saat. Menggunakan akal untuk berfikir atau bernalar. Banyak mengkaji ayat-ayat yang terbentang dalam kitab suci-Nya, dan ayat-ayat semesta yang terhampar di alam semesta raya. Demi memuji dan mengagungkan, serta menyukuri keluasan nikmat-Nya.

Agar nafsu sehat, kita harus rajin puasa, menahan dan mengendalikan diri dari karakter rendah seperti sombong, dengki, rakus, kikir, malas, jahil, dusta, dendam, dan ujub. Sifat nafsiyah inilah yang membuat manusia bisa lupa diri, menghalalkan segala cara, melakukan perbuatan keji dan munkar seperti merusak, mencuri, korupsi, berzina, minuman keras, membunuh, memfitnah, dan perilaku tidak manusiawi lainnya.

Agar secara sosial sehat, kita harus menjalin silaturahim, menjaga ukhuwah, tolong-menolong, saling peduli, toleran, menasihati, mendoakan,  menjaga soliditas jamaah, menunaikan zakat, infak dan shodaqoh. Inilah kesehatan holistik  yang harus menjadi komitmen hidup muslim.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu