Meraih Prestasi Umur #8: Dengan Jadikan Harta Kekayaan Sebagai Ismail-Ismail Kita | Berita Populer Lazismu




Meraih Prestasi Umur (8)
Dengan Jadikan Harta Kekayaan Sebagai Ismail-Ismail Kita.
Oleh : Sunarko, S.Ag, M.Si

Para Muzakki, Donatur dan Dermawan yang  di kasihi Allah.  Semoga kita selalu di berikan nikmat sehat sehingga bisa terus beraktivitas untuk niat ibadah kepada Allah SWT,  terus dan terus tiada kenal lelah menebar manfaat untuk kebaikan bagi sesama.  Semoga setiap ihtiar untuk mengabdi,  menghamba, beribadah kepada Allah melalui amal nyata sedekah tiada henti dengan niat ta'awun untuk menolong membahagiakan sesama, dicatat oleh Allah sebagai amal shaleh  dan kita selalu di berikan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.  Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin. 

Para muzakki, donatur dan pembaca yang budiman, penulis mewakili Badan Pengurus LAZISMU Kota Surabaya mengucapkan terimakasih atas kepercayaannya berlangganan menunaikan Qurban di LAZISMU baik qurban kemasan maupun konvensional semoga para pequrban yang menunaikan qurbannya diterima Allah sebagai bukti kesabaran, keikhlasan, cinta dan Taqwa bapak/ibu pada Allah SWT sebagaimana Firman Allah SWT dalam Surat Al Maidah ayat 27 :

قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ ٱللَّهُ مِنَ ٱلْمُتَّقِينَ 

 "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa".

Para Muzakki,  donatur dan dermawan yang yang budiman,  Hari Raya Idul Adha atau yang biasa di sebut dengan Idul Qurban merupakan salah satu ibadah yang serangkaian dengan ibadah haji yang hukumnya sunnah muakkadah mengikuti Sunnah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan untuk menyembelih putranya Ismail lewat mimpi-mimpinya yang kemudian Allah gantikan dengan seekor penyembelihan yang besar (gibas).

Peristiwa tersebut  disebut dalam Al Qur'an Surat Ash-Saffat ayat 109-111

وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَى رَبِّي سَيَهْدِينِ (99) رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ (100) فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلامٍ حَلِيمٍ (101) فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ (102) فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ (103) وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ (104) قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (105) إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلاءُ الْمُبِينُ (106) وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ (107) وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الآخِرِينَ (108) سَلامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ (109) كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (110) إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ (111) 

"Dan Ibrahim berkata, "Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shaleh.” Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, "Hai Anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab, "Hai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia, "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu," sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian (yaitu) ”Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim.” Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman. (QS. Ash-Saffat ayat 109 -111)

Para Muzakki,  Donatur dan Dermawan yang dikasihi Allah,  Ibadah qurban yang kita lakukan saat ini adalah disamping melaksanakan ibadah sunnah juga sebagai wujud syukur atas nikmat Allah yang dilandasi ketulusan, keikhlasan dan sifat kesabaran untuk melaksanakan perintah Allah SWT sebagai bukti cinta dan Taqwa mengikuti teladan Nabi Ibrahim As dan putranya Nabi Ismail As yakni Kesediaan yang dilandasi akan kesabaran,  ketulusan dan keikhlasan untuk mengorbankan segala-galanya walau nyawa sekaligus menjadi taruhannya kalau itu menyangkut perintah Allah SWT.

Ibadah kurban merupakan bentuk dedikasi penghambaan diri secara totalitas dalam rangka mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah Swt. Hal itu tercermin pada diri pribadi Nabi ibrahim As yang merelakan putranya Isma’il untuk disembelih karena mentaati perintah Allah Swt, meskipun dalam proses penyembelihan tersebut pada akhirnya diganti dengan seekor kambing yang besar. 

Dalam ibadah kurban tercermin nilai-nilai sosial kepada sesama umat, yaitu bentuk kepedulian seseorang yang melakukan ibadah kurban untuk berbagi dalam menikmati daging hewan kurban, yaitu dengan cara membagi-bagikan daging kurban tersebut kepada warga masyarakat untuk dapat dinikmati pada hari lebaran Idul Adha dan hari Tasyriq (11-13 Dzulhijjah). Penerimaan daging kurban di hari raya tersebut tentunya akan memberi rasa kegembiraan yang luar biasa bagi warga masyarakat fakir dan miskin, dimana mereka belum tentu dapat menikmati lauk daging pada kehidupan kesehariannya. Maka inilah yang perlu disadari bahwa ibadah kurban bukan hanya sekedar menjalankan ibadah sunnah perintah agama, melainkan juga terdapat dimensi kepedulian terhadap sesama.  Sekarang dengan Kurban kemasan yang diwujudkan dalam bentuk Rendang  dalam kaleng oleh LAZISMU se Indonesia manfaat itu  bisa dirasakan dalam waktu yang panjang bagi saudara kita yang sangat membutuhkan.

JADIKAN HARTA KEKAYAAN SEBAGAI ISMAIL-ISMAIL KITA

Para Muzakki,  Donatur dan pembaca yang budiman.  Pelajaran lain yang  bisa diambil hikmahnya dari peristiwa penyembelihan Ibrahim As kepada putranya Ismail As adalah bahwa seseorang yang Sabar, patuh, ikhlas dalam menjalankan perintah Allah SWT maka Allah akan memberikan balasan yang lebih baik.
Banyak contoh yang bisa kita jadikan teladan ada banyak orang dermawan yang karena kesyukurannya pada pecipta-Nya karena sudah diberikan harta yang berlebih ia suka menebar manfaat dengan mengorbankan hartanya untuk membantu saudaranya yang sangat membutuhkan ternyata kepeduliannya untuk berbagi tidak menjadikan harta mereka berkurang justru usahanya semakin berkah. Semua karena atas dasar syukur,  ketaatan,  keikhlasan, cinta dan Taqwanya kepada Allah SWT. 

Mampukah kita menjadikan harta kekayaan kita sebagai Ismail-Ismail kita? 

Yuk, pumpung masih diberi kesempatan hidup didunia mari memaksimalkan memanfaatkan sisa-sisa umur kita untuk memperbanyak menabung amal shaleh salah satunya adalah banyak berkurban jadikan harta kita sebagai ismail-ismail kita yang setiap saat rela kita kurbankan karena iman, dan Taqwa kita kepada Allah SWT. 

Kerena  memberi itu indah,  memberi itu peduli ,  memberi itu tak kan pernah merugi sebagai bukti cinta dan taqwa. Yakinlah kita akan selalu bahagia di dunia yang fana ini dan bahagia pula di akhirat. Kampung yang abadi dan kekal selama - lamanya. Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin. 

------------------------------------------------------
Penulis adalah Ketua Lazismu Kota Surabaya,  Kasi Bina Sosial Keagamaan Dinas Sosial Kota Surabaya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu