Menurut Psikolog, Ini Cara Buat Pembelajaran Online Menyenangkan bagi Anak | Berita Populer Lazismu


Contoh belajar yang menyenangkan (Habibie)

LAZISMUSBY.COM - Pada masa-masa belajar di rumah seperti saat ini, peran orangtua menjadi sangat vital dalam pembelajaran. Oleh karena itu terdapat sejumlah hal yang penting diketahui oleh orangtua.

Menurut Psikolog Penny Handayani, M.Psi tantangan yang dihadapi adalah bagaimana membuat standar pembelajaran anak yang setara dengan anak-anak lainnya atau perubahan suasana.

"Di sekolah, ada guru yang bisa memperhatikan kegiatan mereka sehari-hari, tetapi ketika di rumah, standar pembelajaran akan sangat bergantung pada dengan siapa mereka belajar. Cara orang tua akan berbeda-beda, terlebih lagi anak diserahkan ke orang lain dalam proses belajar-mengajarnya, semisal ART atau kakak yang lebih tua. Serta perubahan suasana dari sekolah yang memiliki jam pelajaran yang jelas, berbeda dengan di rumah," ujar Penny.

Psikolog Penny juga menegaskan pengawasan orang tua dan komunikasi dengan guru menjadi penting untuk tetap mempertahankan standar pembelajaran anak. Agar belajar di rumah menyenangkan. Penny mengatakan alat pembelajaran menjadi penting untuk diperhatikan, bagaimana menjaga anak untuk tetap semangat dan tidak bosan.

Penggunaan teknologi semacam youtube untuk aktivitas olahraga yang menyenangkan menjadi alternatif yang bisa dipertimbangkan. Pengunaaan aplikasi tatap muka untuk kelas online juga sangat membantu, akan tetapi, kepemilikan sumber daya menjadi berpengaruh dalam proses ini, karena tidak semua anak memiliki akses terhadapnya.

Psikolog Penny pun memberikan tips belajar online lebih menyenangkan untuk anak.

Rencanakan Target Belajar Anak

Planning is a big part of expectation management. Harus disadari penuh bahwa tidak mungkin situasi dan kondisi ideal belajar di sekolah akan sama situasinya dengan belajar di rumah.

Buatlah adaptasi dan target belajar yang realistis, sesuai dengan kondisi rumah. Pertimbangkan faktor seperti saudara yang mungkin akan mengganggu kegiatan belajar, tugas domestik yang harus diselesaikan oleh orang tua, tuntutan pekerjaan dari WFH yang juga harus menjadi prioritas.

"Jika memungkinkan karena anak sudah cukup besar, maka libatkan anak ketika membuat target belajar. Dengan demikian, anak menjadi merasa terlibat dan bertanggungjawab dengan jadwal yang sudah dibuatnya," papar Penny.

Orangtua harus Sabar

Orang tua sebagai tutor harus lebih sabar. Memposisikan diri sebagai guru dan bukan orang tua akan sangat membantu agar emosi dapat lebih teregulasi. Disamping itu, selalu membuat pengajaran berbasis kasih sayang. Hal ini membuat anak tetap merasa aman dan nyaman dengan situasi belajar di rumah dan pandemic yang menekan.


Pelajari Kekuatan dan Kelemahan Anak

Gunakan metode belajar yang ia sukai guna membuatnya tetap tertarik dengan kegiatan belajar. Kreatiflah dalam mengajar, gunakan apapun asalkan tujuan dan target belajar tercapai, dengan adaptasi dan pemakluman tentunya.

Manfaatkan Aplikasi

Gunakan aplikasi agar anak tertarik daripada metode belajar konvensional, seperti di sekolah. Anak-anak memang biasanya lebih tertarik dengan pembelajaran mengunakan gawai karena adanya animasi visual dan auditori yang menyenangkan. Pada saat ini, adalah waktu yang tepat untuk memberikan kompensasi atas KBM konvensional, yang tidak bisa dilakukan sekolah biasa.
Pewarta: Anisha Saktian Putri. CO-Editor: Mingat/ Habibie)
Sumber: Fimela.com (mdk/RWP)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu