Mata Hati: Bersyukurlah, Jangan Kufur | Berita Populer Lazismu


Muhammad Khoirul Anam 

BERSYUKURLAH ...... JANGAN KUFUR

كَيۡفَ تَكۡفُرُونَ بِٱللَّهِ وَكُنتُمۡ أَمۡوَٰتٗا فَأَحۡيَٰكُمۡۖ ثُمَّ يُمِيتُكُمۡ ثُمَّ يُحۡيِيكُمۡ ثُمَّ إِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ 
” Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan “ (Al-baqarah : 28)

Segala puji hanya milik Allah swt, Dzat yang maha perkasa dan maha bijaksana. Dzat yang menciptakan, memelihara, dan sekaligus menghancurkan kembali ciptaan-Nya, dan Dzat yang tidak pernah takut akan akibat dari apa yang dilakukan-Nya.

Salawat dan salam semoga senantiasa tersampaikan atas manusia mulia, Nabi Muhammad saw, yang telah berjuang untuk menyebarkan ad-diin Al-Islam dan sebagai rahmat bagi seluruh alam.
 
Siapa sih yang tidak ingin kaya?, siapa sih yang tidak ingin sukses?, manusia yang normal jalan berfikirnya pasti menginginkannya.

Mensyukuri nikmat Allah swt membutuhkan kekuatan iman yang besar, karena terkadang kenikmatan itu bisa melalaikan. Banyak manusia yang diberi kenikmatan bukan menjadikannya dekat dan taqarrub kepada Allah swt, malah sebaliknya hal itu menjadikan dia semakin jauh.

Sikap sombong sering muncul karena berharta. Sikap ujub dan bangga akan harta yang dimiliki seolah-olah semuanya murni usahanya. Qorun merupakan contoh nyatanya. Dia keluar kepada kaumnya dengan semua perhiasan dan pakaian mahal dengan perasaan membanggakan diri tanpa sama sekali menisbatkan kepada Allah swt Sang pemberi kenikmatan tersebut.

Al Imam Ibnu Qoyyim rahimahullah menyebutkan bahwa syukur itu memiliki beberapa rukun. Pertama, mengakui dengan hati bahwa nikmat itu murni datangnya dari Allah ‘Azza wa Jalla. Tidak boleh manusia beranggapan bahwa kekayaan apapun yang dimiliki murni karena usaha dan kepandaiannya.

Rukun yang kedua, mengucapkannya dengan lisan pujian kepada Allah swt { Alhamdulillah } Dzat yang maha pemberi. Karena sesungguhnya dia tahu bahwa semua yang dia miliki murni dari pemberian Allah swt.

Rukun yang ketiga, dia gunakan semua kenikmatan itu sebagai sarana untuk semakin dekat  kepada Rabb-nya. Harta dia gunakan untuk fi sabilillah, ilmu dia gunakan untuk kemaslahatan manusia dan lain sebagainya.

Saudaraku, orang yang pandai bersyukur tidak akan mudah tertipu dengan banyaknya amal kebaikan yang dia lakukan. Banyak diantara manusia ketika sudah  banyak beramal, dia sudah merasa menjadi orang yang bersyukur.

Rasulullah dan para sahabatnya banyak memberikan contoh terbaik dalam hal bersyukur. Para sahabat tidak segan-segan memberikan hartanya ketika Allah swt dan Rasul-Nya memerintahkan untuk berjihad.

Contoh sahabat yang termashur dalam hal kedermawanannya adalah ‘Ustman bin ‘Affan. Sahabat yang begitu cintanya kepada Allah swt dan Rasul-Nya, tanpa banyak dalih selalu memberikan hartanya untuk fi sabilillah.

Rasulullah saw sendiri pun memberikan contoh rasa syukur. Beliau shalat semalam suntuk sampai kakinya bengkak. Ketika ‘Aisyah bertanya “Ya Rasulullah, kenapa engkau lakukan itu, sementara Allah swt sudah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang ?“. Di jawab Rasulullah saw “wahai ‘Aisyah, bukankah semestinya aku menjadi hamba yang pandai bersyukur“.

Maka orang yang bersyukur tidak akan tertipu dengan banyaknya amalan, karena dia tidak tahu berapa amalannya yang di terima Allah swt. Bahkan dia sangat khawatir kalau Allah swt tidak memandang sama sekali amalannya di akhirat nanti.

Saudaraku, lihatlah ke bawah dalam hal dunia, banyak orang yang lebih menderita dan sengsara dari pada kita. Mereka kerja keras, banting tulang, berangkat pagi pulang larut malam terkadang hanya bisa di makan hari itu.

Karenanya, bersyukur merupakan kunci kebahagiaan hidup. Yakinlah apapun yang kita miliki saat ini itulah yang terbaik buat kita tanpa kita menafikan usaha.

Semoga Allah swt menjadikan kita termasuk golongan manusia yang bersyukur sehingga kenikmatan itu di tambah baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Dan yang lebih nikmat lagi, kalau syukur menjadikan Allah swt cinta kepada kita.(*)

Penulis: Muhammad Khoirul Anam. Editor Habibullah Al Irsyad 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu