Dua Hal ini Yang Harus Dilaksanakan Dalam Shalat Idul Adha Dan Menyembelih Hewan Qurban Saat Pandemi COVID-19


Sosialisasi Protokol Kesehatan Shalat Idul Adha di Surabaya Barat (Abdul Hakim)


LAZISMUSBY.COM-Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya pada hari Ahad (5 Juli 2020) menyelenggarakan Sosialisasi Pelaksanaan Sholat Idul Adha dan Penyembelihan Qurban 1441 H/2020 M kepada seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) serta Amal Usaha Muhammadiyah  (AUM) se Surabaya.

Sosialisasi dilaksanakan di lima titik konsentrasi oleh segenap Pimpinan PDM, Tim Majelis Tabligh, serta tim Lazismu Daerah, dengan harapan seluruh PCM dan amal usaha memiliki pemahaman dan pelaksanaan ketentuan protokoler yang sama. Baik protokoler yang ditetapkan PP Muhammadiyah (Majelis Tarjih) atau pemerintah tentang penyelenggaraan Sholad Id serta Qurban.

Mengingat persebaran wabah Covid-19 masih terus mengalami peningkatan di berbagai wilayah Indonesia khususnya, maka sosialisasi pedoman ini harus dijadikan rujukan seluruh pengurus dan warga Muhammadiyah.

Tentu selain didasarkan ketentuan syariat, diharapkan ketentuan protokoler ini dapat memutus mata rantai persebaran wabah yang telah menelan korban dalam jumlah cukup besar, baik di kalangan dokter, perawat, pejabat, maupun masyarakat pada umumnya.

Dua hal harus memperhatikan protokol kesehatan di masa Pandemi Covid ini.

Pertama, pelaksanaan Sholad Idul Adha di zona merah. Sholat id tidak dilaksanakan secara berjamaah, baik di lapangan atau di masjid/musholla. Sholat Idul Adha dilaksanakan di rumah masing-masing. Di zona hijau, sholat Id bisa dilakukan secara berjamaah dalam kelompok-kelompok kecil. Tentu harus ada panitia yang sudah menyiapkan ketentuan protokoler seperti wajib pakai masker, ada Hansanitizer, cuci tangan, jaga jarak, tidak bersalaman, serta cek suhu jamaah melalui Termogun.

Panitia harus bekerja sama dengan petugas keamanan terkait untuk melakukan tindakan preventif dan kuratif. Selama masa pandemi khususnya saat Idul Adha ditetapkan agar tidak melakukan perjalanan mudik. Warga yang dalam kondisi sakit, ditetapkan tidak hadir pada sholat berjamaah.

Kedua, pelaksanaan qurban. Demi menghindari kerumunan yang beresiko persebaran Covid-19, PP Lazismu menetapkan agar qurban kambing dan sapi dilaksanakan dalam bentuk Qurban Kemasan bekerjasama dengan Lazismu. Lazismu Jatim akan memproses hewan qurban dalam bentuk kemasan kaleng Kornetmu atau Rendangmu.

Qurban Kemasan ini selain lebih praktis, juga bisa disalurkan kepada mustahik lebih luas terutama masyarakat miskin, terluar, dan tertinggal yang sangat merasakan penderitaan akibat secara ekonomis tidak bisa memenuhi kebutuhan. Penyaluran hewan qurban diutamakan bagi warga Muhammadiyah, selain masyarakat miskin lainnya.

Bila distribusi hewan qurban diserahkan ke panitia daerah lain, maka penyaluran harus berupa dana atau uang, bukan dalam bentuk daging. Panitia pelaksana sholat Idul Adha dan Qurban serta seluruh warga Muhammadiyah khususnya, serta masyarakat umumnya diharapkan dapat melaksakan protokoler kesehatan ini di samping ikhtiar spiritual berupa peningkatan iman melalui ibadah dan doa-doa.

Panitia yang tidak bisa menyiapkan sarana protokoler kesehatan, tidak diperkenankan melaksanakan Sholat Idul Adha berjamaah atau Penyembelihan Qurban. (Abdul Hakim, Lazismu Surabaya)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu