Pengantar Redaksi: Saat Qurban Itu Tiba | Berita Populer Lazismu


SAAT BERQURBAN ITU TIBA
Oleh: Abdul Hakim, MPdI 

Para pegiat zakat, infaq, dan sodaqoh Lazismu Surabaya yang dimuliakan Alloh swt.

Bulan Dzul Hijjah 1441 sudah tiba. Selain kita pahami sebagai bulan pelaksanaan ibadah haji, puncak Rukun Islam, Dzul Hijjah kita kenal sebagai syahrul nahar atau bulan qurban. Umat Islam diseluruh dunia pasti mengetahui momentum qurban itu selain memiliki nilai transenden, sakral dan historis, juga memiliki nilai sosial yang sangat tinggi. Melalui ibadah Qurban, kita diingatkan kisah dramatic Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Kisah yang bermuatan edukasi aqidah sangat tinggi dan menakjubkan itu memang harus menjadi uswatun hasanah  kaum mukminin.

Dalam banyak ayat Alquran dan pesan hadits nabi, kita diingatkan,  kecintaan kepada Alloh swt itu absolut alias harga mati. Cinta kita kepada dunia, materi, jabatan, bahkan kepada kerabat keluarga tidak boleh sekali-kali mengalahkan cinta kita kepada Alloh dan Rosul-Nya. Maka, ketika kisah dramatic Nabi Ibrahim-Ismail itu sampai kepada kita seutuhnya, sadarlah kita bahwa Alloh akan menguji kualitas iman setiap hamba-Nya melalui berbagai ujian. Di antaranya ujian atas kecintaan pada harta, anak atau kehidupan dunia.

Dalam Surat Al-Ankabut ayat 2-3, Alloh swt menegaskan, “Adakah manusia mengira mereka  dibiarkan berkata ‘Kami telah beriman’, dan mereka tidak diuji? Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. Maka, Alloh pasti mengetahui orang yang sidiq (benar) dan mengetahui para kadzib (pendusta).”

Melalui Qurban, Alloh swt hendak menyapa kita dengan cinta-Nya, agar memenuhi seruan utama, agar ketaatan kita kepada Alloh dan Rasul-Nya menjadi prioritas utama. Kita penuhi dengan ikhlas, dengan sikap sami’na wa atho’na, sekaligus demi menyadari bahwa sebagian harta itu adalah titipan, amanat yang harus kita tunaikan kepada ahlinya. Kita penuhi perintah qurban dengan penuh suka-cita, sekaligus sebagai wujud syukur, serta kepedulian untuk selalu berbagi serta penyambung silaturahim dengan saudara dan kerabat.

Di musim pandemi Covid-19 ini, ibadah qurban yang kita tunaikan tentu tidak sekedar demi menuai pahala. Qurban memang harus kita tunaikan atas dasar cinta,  karakter mukmin yang  harus mewarnai dan meneguhkan kewajiban hablun minalloh dan hablun minannas. Dengan qurban kita ingin mengikis sifat nafsiyah berupa sombong, dengki, dendam, benci, dusta, rakus dan kikir yang sering  membuat kita kehilangan empati, simpati dan peduli kepada sesama.

Ketika dunia, khususnya negeri tercinta ini tengah dilanda krisis multidimensi, berqurban - disamping ibadah dan amal salih lainnya - adalah salah satu solusi Islam untuk membangun dan menjaga amanat-amanat-Nya, serta menjaga harmoni kehidupan yang kian mahal harganya. Semoga Alloh selalu merahmati kita. (Abdul Hakim)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu