Mata Hati: Mendekatlah Dengan Berqurban| Berita Populer Lazismu


MENDEKATLAH  DENGAN  BERQURBAN
Oleh: Muhammad Khairul Anam, SPdI

إِنَّآ أَعۡطَيۡنَٰكَ ٱلۡكَوۡثَرَ ١  فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ ٢  إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلۡأَبۡتَرُ ٣
1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak
2. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah
3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus

Segala puji hanya milik Allah swt semata, Dzat yang patut dipet-Tuhan-kan dan benar disembah, Dzat pemilik dan pengatur seluruh alam.

Salawat serta salam semoga senantiasa terhatur kepada manusia termulia, nabi Muhammad saw sebagai suri tauladan bagi seluruh sendi kehidupan umat manusia.

Alhamdulillah, sebentar lagi Allah swt akan mempertemukan kita dengan bulan dzulhijjah, bulan dengan dua dimensi ibadah. Pertama, ibadah yang berhubungan antara makhluk dengan Sang Kholik { hablun minallah } yakni ibadah hajji, dan ke dua ibadah yang berhubungan antar sesama manusia { hablun minannas } yakni ibadah qurban.

Walaupun di tahun ini keadaan tidak seperti tahun-tahun yang lalu dikarenakan adanya pandemi virus corona, namun sebagai hamba yang yakin bahwa suatu saat akan berjumpa dengan Rabb nya, tetap keadaan semacam ini tidak menyurutkan ghiroh kita untuk semakin dekat kepada Allah swt.

Arti qurban ada beberapa makna.
Pertama,  qurban berarti dekat yang diambil dari bahasa Arab “ qarib “. Pandangan umum mengatakan bahwa qurban adalah upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.

Kedua, qurban berarti udhhiyah atau bisa dikatakan dhahiyyah yang artinya adalah hewan sembelihan. Dari makna qurban ini, maka menjadi ritual ibadah sebagaimana lazim dilakukan umat muslim di dunia untuk menyembelih hewan dengan cara kurban atau mengurbankan hewan yang menjadi sebagian hartanya untuk kegiatan sosial.

Saudaraku, bermacam-macam sambutan yang dilakukan orang islam dalam hal ibadah qurban ini. Ada yang menanggapinya dengan berlagak miskin, sehingga dia enggan untuk membeli hewan qurban. Ada yang berkeyakinan bahwa berqurban cukup satu kali saja seumur hidup sehingga dia tidak mau untuk berqurban lagi. Namun ada yang menanggapinya dengan sangat cerdas, dia mau menabung setiap harinya walaupun terkadang kehidupannya pas-pasan, hingga pada saat hari penyembelihan dia dapat mempersembahkan hewan qurbannya. Maka sangat beruntunglah bagi siapapun yang cerdas dalam memaknai hidup  dengan menafkahkan sebagian hartanya  untuk berjihad di jalan Allah swt.

Ketaqwaaan seseorang tidak hanya terletak pada ibadah yang berhubungan dengan Allah swt saja, namun lebih kepada dimensi kedermawanannya kepada orang lain (output sosial).

Dalam hal ibadah qurban, ada beberapa hadist yang menerangkan tentang keutamaannya. Diantaranya hadist dari Aisyah ra, bahwa Nabi saw bersabda, “ Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada hari raya qurban yang lebih dicintai Allah swt selain menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya hewan qurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah qurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah swt, maka beruntunglah kalian semua dengan (pahala) qurban itu ”. ( HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim ).

Dan juga hadist dari Abi Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “ Siapa yang memperoleh kelapangan untuk berkurban, dan dia tidak mau berkurban, maka janganlah hadir dilapangan kami (untuk shalat Ied) ”. [HR Ahmad, Daruqutni, Baihaqi dan al- Hakim]

Saudaraku, keikhlasan adalah modal utama bagi hamba dalam menjalankan setiap amalan tidak terkecuali ibadah qurban. sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. Al-Hajji : 37
لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقۡوَىٰ مِنكُمۡۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمۡ لِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡۗ وَبَشِّرِ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ٣٧
“ Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik “.


Ikhlaskan diri kita dalam setiap amalan, dan yakinkan diri bahwa Allah swt tidak akan menyia-nyiakannya.

Semoga Allah swt menerima semua amal ibadah kita. Aamiin. (Habibie)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu