Lentera Hati: Allah Ada di Hati Kita | Berita Populer Lazismu



ALLAH ADA DI HATI KITA
Oleh: M. Khoirul Anam, M.Pd.I

Suatu ketika, ada sebuah kapal yang tenggelam karena diterjang badai. Kapal porak-poranda. Awak kapal tidak ada yang tersisa, kecuali satu orang yang berhasil mendapatkan pelampung. Namun, nasib baik belum berpihak kepadanya. Ia terdampar di pulau kecil tak berpenghuni, sendiri, dan tak berbekal makanan. Dia terus berdoa’a kepada Tuhan yang menyelamatkan jiwanya. Setiap saat, dipandangnya keseluruh penjuru cakrawala, mengharap kalau-kalau ada kapal yang datang merapat. Sayang, pulau ini pulau terpencil dan terluar. Hampir tak ada kapal yang mau lewat.

Lama kemudian, pria ini pun lelah untuk berharap. Lalu, menghangatkan badan, ia membuat perapian, sambil mencari kayu dan pelepah nyiur untuk tempatnya beristirahat. Di buatnya rumah-rumahan, sekedar tempat untuk melepas lelah. Disusunnya semua nyiur dengan cermat, agar bangunan itu kokoh dan dapat bertahan lama.

Esok harinya, pria malang itu mencari makanan. Dicarinya buah untuk mengganjal perutnya yang lapar. Semua pelosok pulau itu di jelajahinya, hingga kemudian, ia kembali ke gubuknya. Namun betapa terkejutnya ia. Semuanya telah hangus terbakar tak tersisa dan rata dengan tanah. Gubuk itu terbakar karena perapian yang lupa dipadamkan. Asap membumbung tinggi ke angkasa, dan hilanglah semua kerja kerasnya semalam. Pria itu berteriak marah, ”Ya Allah,…mengapa kau lakukan ini padaku. Mengapa??... mengapa?” teriaknya melengking menyesali nasibnya yang malang.

Tiba-tiba… terdengar peluitt yang di tiup..tuiit..tuuuiitt! ternyata ada sebuah kapal yang datang merapat ke pulau tersebut. Kapal itu mendekati pantai dan turunlah beberapa orang menghampiri pria yang sedang menangisi gubuknya ini. Pria ini kembali terkejut atas kedatangan orang-orang ini, lalu bertanyalah “ bagaimana kalian bisa tahu kalau di sini ada orangnya? “
Mereka menjawab, “ kami melihat kepulan asapmu!” pria itu pun akhirnya bisa diselamatkan (sumber : www.angguntraders.com).

Saudaraku! Sangat mudah memang kita marah saat musibah tiba.  Nestapa yang kita terima tampak akan begitu berat, saat terjadi berulang-ulang. Kita memang bisa memilih untuk marah, mengumpat, mengeluh dan menyalahkan siapapun termasuk Tuhan kita. Namun, agaknya kita tak boleh kehilangan hati. Sebab,  Tuhan ada dihati kita, walau dalam keadaan yang paling berat sekalipun.

Saudaraku! Hidup ini sering terjadi dengan sesuatu peristiwa yang tidak bisa kita jangkau dengan akal pikiran kita. Andaikan hidup yang kita jalani sering menggerutu, menyalahkan keadaan, kemudian salah dalam menyingkapinya. Tentu kita akan merasakan kecapekan lahir dan batin. Kita sering mendengar nasehat dari orang bijak. Bahwa manusia punya rencana tetapi Allahlah yang menentukannya. Antara rencana manusia dengan rencana Allah tentu yang berjalan adalah rencana Allah. Oleh karena itu dalam menghadapi hidup. Terutama kehidupan yang tidak menyenangkan seperti kisah tersebut. Maka berdo’a, ikhtiar dan tawakkal adalah hal mutlak yang di butuhkan. Dari sinilah sikap mental yang tangguh akan terbentuk.

Sehingga kita akan siap menerima apapun yang terjadi kepada diri kita tanpa mengeluh apalagi menyalahkan sang pencipta. “Boleh jadi engkau tidak menyukai sesuatu padahal bagi Allah SWT itu lebih baik bagimu. Dan boleh jadi engkau menyukai sesuatu padahal itu buruk dalam pandangan Allah SWT. Albaqoroh ayat 216.

Dan ingatlah, setiap ada “asap dan api” yang membumbung dan terbakar dalam hatimu, jangan berkecil hati. Jangan sesali semua itu. Jangan hilangkan perasaan sabar dalam kalbu kita. Sebab, bisa jadi itu semua adalah sebagai tanda dan simbol bagi orang lain untuk datang padamu, kemudian menolongmu. Sebab untuk semua hal buruk yang kita pikirkan, akan selalu ada jawaban yang menyejukkan dari-nya. Allah maha tahu yang terbaik buat kita. Jangan hilangkan harapan itu. Allah ada di setiap hati hamba-hambanya.

Allah SWT tak akan meninggalkan hamba-hambanya yang berharap kepadanya. “jika engkau ingat padaku, niscaya Aku akan ingat padamu“

Demikian Allah berfirman dalam kalamnya. Bahkan jika kita berjalan mendekat kepada Allah, Allah akan berlari menyambut kita. Kasih sayang Allah begitu terasa, walaupun ketika kita dalam keadaan sulit sekalipun. Karena Allah tak inginkan kita lemah jika hanya memberikan kita kesenangan dan kemudahan dan Allah tak inginkan kita terus menerus berurai airmata tanpa di selingi kebahagiaan yang menerbitkan rasa syukur. Karena itu jangan hilangkan harapan kita kepadanya. karena Allah ada di hati kita.

Hidup kita ini terdiri dari episode-episode yang tidak monoton, terkadang sedih, senang, kecewa begitulah drama kehidupan umat manusia. Jadi, ketika kita sedang ada musibah atau ujian hidup, maka kita harus benar-benar arif menyikapi setiap episode dengan lapang dada, kepala dingin dan hati yang ikhlas. Kasih sayang Allah pada hambanya sangat luas tak terbatas dan tak bertepi. Jika kita berjalan memohon kepada Allah. Maka Dia akan meyambut kita dengan berlari.  Kasih sayang Allah begitu terasa, walaupun ketika kita dalam keadaan sulit sekalipun.

Bila sekarang kita mengalami kondisi yang kurang baik atau dalam kata lain sedang dalam ujian, terkena musibah Corona. yakinlah bahwa setelah kesulitan ada hikmah yang mengiringinya, karena setiap kesulitan itu pasti ada kemudahan dan sesungguhnya sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan (al-insyiroh : 5-6) Allah tidak semata-mata memberikan kesulitan tanpa adanya pelajaran dan janji peningkatan derajat kemuliaan. Yakinlah bahwa Allah SWT maha tahu segalanya dan yang pasti telah di ukur atas musibah yang kita terima dan tidak akan over dosis. Yang penting ketika kita senang ingatlah Allah. Ketika kita susah atau terkena musibah ingatlah Allah. Jangan hilangkan Allah dalam hati kita. Wallahu ‘a'lamu bish-showab.

Pencerahan : Kesulitan tak akan mendera selamanya karena dunia bukanlah neraka. Kebahagiaan tak akan menjelma selamanya karena dunia bukanlah surga. Segalanya akan di pergilirkan dengan keadilan Allah SWT.

Komentar

  1. Perjuangan kadang melawati jalan lepang n terjal, shg butuh komitmen perjuangan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu