Konsulkes Lazismu: Celebral Palsy dan Gangguan Pendengaran | Berita Populer Lazismu


dr Tjatur Prijambodo, MARS


Tanya 1:
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pengasuh Konkes Lazismu Surabaya yang dirahmati Allah.

Saya seorang  ibu 45 tahun, memiliki anak laki berusia 16 bulan. Mengapa sampai saat ini, anak saya belum bisa berjalan? Saya sempat ke Dokter, dan dikatakan kemungkinan anak saya Celebral Palsy. Apa yang menyebabkannya?
novi_palembang@gmail.com

Jawab 1:
Wa'alaikumussalam Wr. Wb.

Bu Novi yang lagi bingung, Pada umumnya anak dapat berjalan dalam rentang usia 12-15 bulan. Jika sampai usia 16 bulan belum berjalan, si kecil perlu penanganan medis. Berangkat dari kecurigaan Dokter yang pernah memeriksa anak ibu, kemungkinan anak ibu mengalami gangguan yang disebut Celebral Palsy (CP), suatu gangguan pada saraf anak. Dimana anak dengan CP, seringkali diawali dengan gangguan saat awal berjalan.

Ada beberapa jenis CP yaitu:
A. Spastic cerebral palsy (beberapa bagian otot tubuh kaku, lemah, dan susah mengontrol gerakan tubuh.

B. Athetoid  cerebral palsy ( kontrol otot-otot tubuh dikacaukan oleh gerakan-gerakan yang spontan dan tidak diinginkan.

C. Ataxic cerebral palsy ( masalah pada keseimbangan tubuh, tangan dan kaki terkulai dan ada masalah bicara.

D. Mixed cerebral palsy ( kombinasi dari dua atau lebih gejala-gejala di atas.

Selain karena CP, adanya gangguan otot pada kaki maka ototnya menjadi lemah. Bisa jadi ia terlambat berjalan atau malahan sama sekali tidak bisa. Bisa juga karena Pola asuh orang tua. Perkembangan anak akan terhambat bila orang tua terlalu  memperlakukan anak dengan nyaman, misalnya selalu digendong karena takut ia jatuh. Tanpa adanya rangsangan untuk menggunakan kakinya, anak akan terbiasa enak dan malas belajar.

Tanya 2:
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Saya mempunyai seorang anak perempuan (baru satu orang) usianya sekarang sudah 3 tahun, namun sampai sekarang anak saya belum bisa bicara dan kalau dipanggil namanya tidak ada respon. Tapi tingkah laku dan gerak geriknya saya rasa normal sama seperti anak-anak lain, (bisa berinteraksi). Dahulu saya terlambat mendapatkan anak, sudah tiga tahun nikah belum juga dikaruniai anak, sampai suatu saat ada orang yang menyarankan saya berobat ke orang pintar (dukun). Karena keinginan mempunyai keturunan yang sangat kuat, maka saya jalani berobat dengan dukun tersebut dengan membawa syarat-syarat yang diminta oleh dukun seperti meminta kain putih, beras pulut hitam, telur bebek, jarum, dan benang ragam warna. Singkat cerita dalam waktu kurang dari 3 bulan istri saya hamil melahirkan. Belakangan karena ada kelainan pada anak saya tersebut saya berfikir bahwa ini mungkin akibat saya datang ke dukun, jadinya anak saya terganggu secara gaib, dan saya pikir saya sudah menempuh cara yang salah (syirik).

Yang ingin saya tanyakan, secara syariat Islam jalan apakah yang mesti saya tempuh untuk menyembuhkan anak saya dan saya tidak mau salah langkah lagi. Terima kasih
paijo_mukidi@yahoo.com

JAWAB 2:
Wa'alaikumussalam Wr. Wb.

Kekuatiran yang Bapak rasakan merupakan hal yang wajar, karena meskipun sebagian anak ada yang mengalami keterlambatan bicara namun pada akhirnya bisa berbicara dengan baik, umumnya anak diatas usia 2 tahun sudah memiliki kosakata yang banyak, sekitar 50 bahkan jauh lebih banyak dari itu.

Ada beberapa penyebab terlambatnya seorang anak untuk berbicara:

A. Gangguan pendengaran. Bisa total, bisa juga parsial (bisa mendengar suara yang sangat keras saja). Kondisi ini cukup banyak ditemui, dan dapat dicurigai jika anak bisa memperhatikan sesuatu dengan intens, namun tidak merespon pada panggilan atau rangsangan suara saja. Anak bisa saja berinteraksi namun tidak dengan bahasa verbal, namun lebih memilih menggunakan gestur atau gerakan. Anak dengan gangguan pendengaran akan kesulitan untuk meniru pengucapan kata dan mengartikulasikannya dengan baik. Infeksi kronis pada telinga tengah atau penggunaan obat-obat yang bersifat ototoksik dapat merusak organ pendengaran dan menyebabkan penurunan kemampuan dengar anak.

B. Gangguan bicara, yang disebabkan oleh anatomi lidah dan langit-langit mulut yang tidak normal. Kondisi ini menyulitkan anak untuk mengucapkan kata-kata.

C. Gangguan bicara akibat masalah oral-motor, dimana otak anak kesulitan mengkoordinasikan kerja mulut, rahang, dan organ yang terlibat untuk menghasilkan suara atau kata-kata.

D. Gangguan perkembangan/keterlambatan perkembangan global, jika dalam mayoritas atau seluruh sektor perkembangan anak, meliputi motorik halus, motorik kasar, dan personal sosialnya mengalami keterlambatan. Kondisi ini biasa didapati pada anak dengan gangguan otak yang berat, misalnya pada Cerebral Palsy.

Kami sarankan untuk segera memeriksakan anak ke dokter spesialis THT di RS Muhammadiyah terdekat, untuk evaluasi pendengaran anak sebagai langkah awal, sebab riwayat yang Bapak utarakan mengindikasikan kemungkinan adanya masalah pada pendengaran anak Bapak tersebut.

Adapun mengenai cara yang pernah Bapak tempuh untuk memperoleh anak, kami turut berbahagia jika Bapak telah menyadari kesalahan tersebut dan benar-benar bertobat darinya, serta menjauhinya sejauh-jauhnya. Semoga Allah SWT memudahkan Bapak untuk mempelajari agama ini dan mempraktekkannya dengan benar, yang diantaranya bisa Bapak tempuh dengan banyak menghadiri kajian agama di Pimpinan Ranting/Cabang/Daerah Muhammadiyah di daerah Bapak, yang berada diatas tuntunan Rasulullah dalam semua seginya, baik aqidah, ibadah, muamalah, maupun akhlaknya. Dan kami sarankan Bapak untuk menjalani pengobatan  terlebih dahulu, dan memperbanyak doa agar Allah SWT memudahkan kesembuhan penyakit anak Bapak. Semoga bermanfaat. Wassalaamu'alaikum Wr Wb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu