Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien


Wali Kota Surabaya Ibu Tri Rismaharini (kompastv)

LAZISMUSBY.COM-Surabaya sempat menjadi salah satu epicentrum penyebaran virus corona terbaru di Indonesia selain Ibukota Jakarta. Bahkan Kota Surabaya sempat menjadi satu-satunya kota di Jawa Timur yang dinyatakan sebagai zona hitam penyebaran covid-19.

Belum lama dinyatakan sebagai salah satu kota yang jadi tempat persebaran virus corona terbanyak di Indonesia, kini Surabaya mengagetkan publik. Bagaimana tidak, dalam lima hari berturut selepas dinyatakan sebagai zona hitam penyebaran COVID-19, Surabaya membuat gebrakan.

Gebrakan tersebut adalah catatan tingkat kesembuhan pasien covid-19 yang luar biasa dan dicapai hanya dalam waktu lima hari.

Tercatat, sebanyak 519 pasien positif covid-19 sembuh selama tanggal 1 - 5 Juni 2020.

Sebuah kemajuan dan kabar baik yang bisa menjadi pelecut semangat bagi banyak pihak untuk segera menetaskan pandemi ini.

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini pun buka suara mengenai kesuksesan jajarannya hingga merubah Surabaya dari zona hitam menjadi kota terbanyak pasien sembuh dalam 5 hari.

Menurut Risma, meningkatnya jumlah pasien sembuh adalah upaya banyak pihak baik di jajaran pemerintahan kota (Pemkot) dan masyarakat.

Dan terutama adalah jargo 3T yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam melawan persebaran virus corona.

3T tersebut adalah Testing, Tracing, Therapy.

Mobil PCR yang membuat Ibu Tri Rismaharini marah


Didukung dengan mobil laboratorium dari BNPB dan BIN untuk melakukan rapid test dan tes swab massal selama ujuh hari terakhir menjadi kunci Surabaya sukses lawan virus corona.

"Adanya dukungan mobil PCR (polymerase chain reaction) ini yang menjadi salah satu indikator peningkatan kesembuhan pasien itu," kata Risma di Balai Kota Surabaya, Jumat (5/6/2020).

Pencapaian pasien sembuh dari covid-19 yang menyentuh angka 519 orang itu menjadi tren positif yang ingin dijaga oleh Risma.

Salah satu kesuksesan dalam meningkatnya tren pasien covid-19 yang sembuh tak lepas dari peran mobil PCR.

Sebab, Surabaya telah memiliki mobil PCR untuk memeriksa sampel cairan tenggorokan atau swab pasien positif Covid-19.

"Warga yang mestinya sudah harus swab yang kedua itu tertunda karena tidak punya alat. Dengan alat ini (mobil PCR), maka percepatan itu bisa kelihatan," jelas Risma.

Kini Risma pun sedang menggalakan kebiasaan untuk menerapkan protoko kesehatan demi melawan persebaran virus corona.

Seperti memakai masker, menjaga jarak, dan rajin cuci tangan dengan sabun untuk para pasien yang telah dinyatakan sembuh.
"Bahkan mungkin nanti ke depan saya minta protokol seperti ini. Selalu cuci tangan dan menggunakan masker kalau mereka keluar. Karena itulah cara satu-satunya kita menjaga kesehatan kita pada saat seperti ini," kata Risma.

"Karena itu saya tidak mau warga lengah meskipun mereka sudah dinyatakan sembuh oleh dokter," tutur Risma.

Senada dengan Risma, Koordinatir Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita mengungkap ada beberapa faktor yang membuat angka kesembuhan di Surabaya meningkat.

Salah satunya dukungan moril dari tim medis di rumah sakit dan pusat-pusat karantina.

Dukungan itu membuat pasien yang dinyatakan positif dan sedang dirawat di fasilitas kesehatan tersebut jadi gembira.

"Kalau di Asrama Haji itu positif tapi OTG (orang tanpa gejala), mereka gembira imunnya naik, kemudian kita berikan vitamin. Kemudian makannya juga kita pantau, dan mereka juga olahraga berjemur," ungkap Febria.

Selian itu, menurut Febria, keberadaan mobil PCR milik BIN dan BNPB menjadi komponen penting hingga membuat tingkat kesembuhan pasien covid-19 meningkat tajam.

"Memang swab kemarin sempat tertunda, jadi kita lakukan swab ulang. Tapi sekarang bisa cepat, karena kemarin terhambat karena labnya lama kemudian antre, kalau sekarang bisa cepat," ujar dia.

Rinciannya, 95 orang berasal dari Hotel Asrama Haji yang selesai menjalani karantina dan 37 orang dari Rumah Sakit Husada Utama.

Sebelumnya, pada 1 Juni pasien sembuh di Surabaya berjumlah 17 pasien.

Peningkatan terjadi beberapa hari berikutnya, sebanyak 60 pasien sembuh pada 2 Juni.

Lalu, 240 pasien sembuh pada 3 Juni dan 70 pasien sembuh pada 4 Juni. Adapun total pasien sembuh sampai hari ini berjumlah 742 pasien. (*)

Sumber: Sosok.ID
Editor: Habibullah Al Irsyad

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu