Teruslah Menunaikan ZIS Di Tengah Ujian dan Musibah | Berita Populer Lazismu



TERUSLAH MENUNAIKAN ZIS DI TENGAH UJIAN DAN MUSIBAH 
Oleh: Abdul Hakim, MPdI

Para muzakky dan donator yang mulia. Semoga Alloh senantiasa melimpahkan kasih-sayang-Nya kepada kita, umat Islam para  pewaris misi kenabian, pengemban misi Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Semoga Alloh selalu membimbing kita untuk menjadikan hidup sebagai ladang ibadah, amal salih, jihad fi sabilillah. Semoga  kita selalu menjadikan Rosululloh saw sebagai uswatun hasanah. Sholawat dan salam harus selalu kita sampaikan. Semoga di ujung hidup nanti, Alloh menganugerahkan kita husnul khotimah. Aamiiin

Romadhon 1441 H begitu cepat berlalu meninggalkan kita. Kita sangat bersyukur, dianugerahi Alloh kembali,  mendapatkan kesempatan istimewa. Ya, di bulan Romadhon itu, umat Islam memperoleh kesempatan untuk meng-upgrade diri, meningkatkan kualitas spiritual, intelektual. emosional, dan social melalui ibadah puasa dan berbagai amalan utama lainnya.

Sungguh sedih kita ditinggalkan bulan  mulia penuh rahmat dan keberkahan itu. Maka, jangan pernah lupa, Romadhon  harus membuat kita terlatih membangun karakter utama. Menahan nafsu, tidak membiarkan liar, tidak mengumbar sifat egois seperti sombong, dengki, rakus, bakhil, dusta, marah, malas, dendam, ceroboh, mubazir, serta karakter negatif lainnya. Itu harus menjadi kesadaran dan keinsyafan hidup yang utama.

Romadhon 1441 H memang menjadi lebih “menantang”, sebab puasa kita,  di tengah ujian menghadapi wabah pandemic Covid-19. Pasti tidak mudah, sebab media masa telah memborbardir informasi rancu,  seakan covid-19 ini ancaman nyata satu-satunya. Setiap waktu kita menerima eskalasi perkembangan wabah ini dalam suasana mencekam.

Jangan lupa, sesungguhnya kita tengah menghadapi banyak ujian dan musibah. Akibat krisis kepemimpinan,  Indonesia tengah menghadapi hirup pikuk dan gonjang-ganjing krisis ekonomi, social, politik, dan hokum yang berat. Banyak yang tidak menyadari Indonesia tengah dikendalikan segelintir elit yang tengah mabuk kekuasaan. Korupsi dan suap dilakukan para elit. Hutang Indonesia terus menggunung. Tanah dan berbagai kekayaan alam kita dikuasai asing. Sementara itu,  beratus ribu atau bahkan berjuta imigran Cina Komunis menyusup ke negeri ini,  ketika masyarakat dipaksa untuk stay at home,  tidak beribadah kecuali di rumah kaaren tempat ibadah banyak yang di-lockdown. 

Di tengah kemiskinan, pengangguran, harga melambung, beragam tindak kriminal, dan korban Covid 19 yang diberitakan terus meningkat, marilah kita tetap istiqomah menunaikan kewajiban hablun minalloh dan hablun minannas. Zakat, infak dan sodaqoh yang kita salurkan pasti banyak membantu saudara kita yang membutuhkan. Kita harus yakin semua musibah dan ujian itu cara Alloh meneguhkan aqidah, meningkatkan ibadah, serta amaal salih, ketika banyak orang lebih sibuk dengan urusan dunia.

Editor: Habibullah Al Irsyad

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu