Mata Hati: Kemenangan dalam ketenangan | Berita Populer Lazismu


Ustadz Muhammad Khoirul Anam beserta keluarga (Album keluarga)


Kemenangan dalam ketenangan
Oleh Muhammad Khoirul Anam 

.......... وَلِتُكۡمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ١٨٥

“ ............... Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur “. ( Al-Baqarah : 185 )

الله اكبر – الله اكبر---- لا اله الا الله --- الله اكبر --- الله اكبر --- ولله الحمد

Segala puja dan puji hanya dan milik Allah ‘Azza wa jalla, Tuhan pencipta, pengatur dan pemilik alam semesta
Salawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas diri baginda Rasul Muhammad saw sang penutup risalah para nabi dan rasul sebelumnya.

Suara takbir terdengar, menandai telah berakhirnya ibadah puasa ramadhan. Canda tawa anak-anak kecil turut serta melengkapi suasana gembira menyambut datangnya hari kemenangan.

Ibadah pada bulan ramadhan tahun ini terasa ada perbedaan yang cukup mencolok bila dibandingkan dengan pelaksanaan ibadah ramadhan tahun sebelumnya. Tahun-tahun lalu, para takmir masjid dengan antusias yang sangat tinggi melaksanakan buka puasa dan salat tarawih. Para takmir masjid dengan semangat menyiapkan segalanya guna menyambut datangnya bulan ramadhan. Mengecat masjid, menyiapkan atau mungkin membeli speaker baru bahkan sampai menyusun jadual khotib pengisi ceramah sebagai rangkaian ibadah salat tarawih.

Untuk tahun ini Allah swt memberi kita sedikit suasana berbeda dalam pelaksanaan ibadah di tengah pandemi covid 19. Ada beberapa masjid yang untuk sementara waktu tidak mengadakan salat lima waktu, salat jumat hingga salat tarawih secara berjamaah. Ada yang masih melaksanakan salat berjamaah dengan ketentuan menjaga jarak sekitar 1 meter setiap makmumnya. Ada masjid yang muadzinnya mengucapkan kalimat “ sholluu fii buyuutikum (salatlah di rumah kalian masing-masing) tapi masjid itu masih melaksanakan salat berjamaah, dan lain sebagainya,
 
Di dunia maya atau media sosial, juga tidak kalah menariknya, banyak bermunculan argument-argument yang terkait dengan tata cara pelaksanaan ibadah di atas. Ada yang bilang “Kenapa harus takut dengan virus, takut itu hanya kepada Allah swt, jadi kalau waktunya untuk salat jamaah ya tetap salat jamaah“, tapi sisi lain saat dia sakit, dia tetap berobat. Ada yang bilang bahwa kita harus mengikuti fatwa para ‘ulama.

‘Ulama kita itu ulama yang mumpuni. bukan ‘ulama abal-abal, bukan ‘ulama kaleng-kaleng, jangan menyepelekan fatwa beliau. Bahkan yang lebih (konyol) lagi ada yang bilang “salat jamaah yo tetep salat jamaah, lapo sampek ditinggal”, padahal dia sendiri tidak pernah mengerjakan salat.

Saudaraku, problematika di atas insya allah masuk dalam ranah ijtihad (ranah yang masih bisa dan boleh untuk diperdebatkan). Setiap pribadi dari kita bahkan setiap muballigh pun punya pandangan yang berbeda. Bagaimana cara penyelesaiannya, ini yang akan mampu menjadikan kita lebih dewasa.

Sekarang hari kemenangan itu sudah tiba, dengan kalimat-kalimat agung kita menyambutnya. Takbir, tahmid, tasbih dan tahlil membahana seantero jagat. kemenangan itu sudah tiba, namun hanya bagi siapa saja yang melaksanakan ibadah puasa.

Walaupun dalam keadaan yang tidak terlalu memungkinkan, namun alhamdulillah, tahun ini kita semua dapat melaksanakan ibadah puasa serta ibadah sunnah lainnya secara maksimal. Kita maknai lebaran tahun ini dengan makna yang lebih mendalam, yakni “walaupun dalam ketenangan kita bisa meraih kemenangan”.

Semoga Allah swt menerima seluruh amalan kita, mengampuni segala dosa kita, dosa kedua orang tua kita, anak-anak kita dan seluruh kaum muslimin, dan semoga Allah memberi kita kesempatan untuk berjumpa lagi dengan ramadhan di tahun-tahun yang akan datang. Aamiin.
تقبل الله منا ومنكم     تقبل يا كريم

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu