Meraih Prestasi Umur #5: Dengan Mengoptimalkan Ibadah Puasa Dan Yang Lainnya Di Bulan Ramadhan | Berita Populer Lazismu


Ustadz Sunarko, S.Ag M.Si 


Meraih Prestasi Umur (5)
DENGAN MENGOPTIMALKAN IBADAH PUASA DAN YANG LAINNYA DI BULAN RAMADHAN
Oleh : Sunarko, S. Ag., M.Si)*

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."(QS. Al-Baqarah ayat 183)

   
Para muzakki,  donatur dan dermawan muslim yang di kasihi Allah SWT.  Semoga kita selalu dalam Lindungan Allah,  diberikan nikmat sehat,  umur panjang - umur yang selalu bermanfaat bagi orang lain,  rezeki yang melimpah barokah,  keluarga yang damai,  tentram, penuh cinta dan kasih sayang (sakinah,  mawaddah,  warahmah), dan di akhir kehidupan kita nanti bisa kembali menghadap Allah SWT dalam keadaan husnul khotimah (akhir kematian yang baik).  Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin.
     
Para muzakki,  donatur dan pembaca yang budiman,  saat ini kita sudah masuk pada bulan ramadhan 1441 H, semoga Allah SWT masih memberikan umur panjang kepada kita sehingga kita bisa fokus menyelesaikan ibadah ramadhan dengan tuntas  dan semoga masih bisa dipertemukan dengan ramadhan di tahun-tahun yang akan datang.  Aamiin.

Semoga kesempatan emas di bulan ramadhan ini benar-benar bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk beribadah sebanyak-banyaknya sesuai tuntunan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Sukses Ramadhan kita adalah manakala kita fokus dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan aktivitas Ramadhan sehingga kita bisa sukses di dalam menjalankan puasa ramadhan,  tarawih,  tadarus, membayar zakat fitri dan sebagainya. Insya Allah sukses ramadhan tersebut yang bisa menghantarkan seseorang menjadi hamba-Nya yang bertaqwa.

PERBANYAK BERBAGI     DI BULAN RAMADHAN
     
Ramadhan disaat wabah pandemic Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), sesungguhnya Allah SWT memberikan kesempatan pada kita untuk memperbanyak amal kebaikan yaitu peduli-dan terus berbagi kepada sesama yang sangat membutuhkan.

LAZISMU Kota Surabaya yang melebur dalam Muhammadiyah Covid-19 Command Center SURABAYA (MCCC SURABAYA) telah membentuk Posko Lumbung Pangan yang tersebar di 31 Kecamatan di Kota Surabaya dan 1 Posko Lumbung Pangan MCCC  SURABAYA yang berada di gedung Dakwah Muhammadiyah Jl. Wuni no 9 Surabaya.

Adapun tujuan pendirian lumbung pangan ini adalah untuk ta'awun sosial merefleksikan surat al-ma'un guna pendampingan warga yang terdampak COVID-19. Kegiatan aksi sosialpun sudah dimulai serentak pada semua posko cabang yang tersebar di 31 kecamatan pada Rabu,  22 April 2020 dengan pembagian serentak kepada warga terdampak Covid-19.

Pentasharufan sekitar 6500 paket sembako ditambah pembagian 2000 paket bantuan dari Alfamart yang berisi Masker,  Vitamin C,  Handsanitizer dan jadwal imsyakiah ramadhan yang didistribusilan kepada pekerja informal (ojol,  tukang becak,  guru ngaji,  khotib jum'at dll). Semoga bermanfaat bagi saudara kita yang membutuhkan.  Inilah saat yang tepat berkontribusi kepada negeri dengan aksi sosial nyata dengan terus  menebar manfaat memberi untuk negeri.

Allah Azza wa Jalla telah menghimpun ragam al-birru (kebaikan, kebajikan) dalam ayat berikut:

لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa." (Al-Baqarah/2:177).

Rasulullah SAW bersabda :

عَنْ  أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ  عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  قَالَ  مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ ، يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَمَنْ سَتَـرَ مُسْلِمًـا ، سَتَـرَهُ اللهُ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَاللهُ فِـي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ ، وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًـا ، سَهَّـلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَـى الْـجَنَّةِ ، وَمَا اجْتَمَعَ قَـوْمٌ فِـي بَـيْتٍ مِنْ بُـيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ ، وَيَتَدَارَسُونَـهُ بَيْنَهُمْ ، إِلَّا نَـزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ ، وَغَشِـيَـتْـهُمُ الرَّحْـمَةُ ، وَحَفَّـتْـهُمُ الْـمَلاَئِكَةُ ، وَذَكَـرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ ، وَمَنْ بَطَّـأَ بِـهِ عَمَلُـهُ ، لَـمْ يُسْرِعْ بِـهِ نَـسَبُـهُ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allah akan menutup (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya. Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju Surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketenteraman akan turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, Malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyanjung mereka di tengah para Malaikat yang berada di sisi-Nya. Barangsiapa yang diperlambat oleh amalnya (dalam meraih derajat yang tinggi-red), maka garis keturunannya tidak bisa mempercepatnya.” (HR. Muslim No. 2699)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807)

TARAWIH BERSAMA KELUARGA

Disaat wabah pandemi Covid-19  untuk jihad bersama-sama memutus penyebaran Corona Virus Dease 2019 (Covid-19) maka mengikuti anjuran Pemerintah,  Fatwa dari Majlis Tarjih PP Muhammadiyah dan lainnya merupakan solusi yang terbaik agar wabah corona tidak semakin meluas.  Ibadah bisa dilakukan bersama keluarga.  Tarawih yang dilakukan bersama keluarga juga berdampak mempererat hubungan silaturrahim keluarga. Karena besarnya pahala Tarawih,  maka Tarawih meski dilakukan secara terus menerus bahkan jangan sampai putus menunaikannya. Rasulullah SAW bersabda :

 مَنْ قَامَ رَمَضَانَ اِيْمَانَا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْذنْبِه

“Barang siapa melakukan qiyam (lail) pada bulan Ramadhan, karena iman dan mencari pahala, maka diampuni untuknya apa yang telah lalu dari dosanya.”

TADARUS AL-QUR'AN

Dibulan Ramadhan ini kita perbanyak membaca dan mengamalkan Al-Qur'an.  Jika Ramadhan Tahun lalu kita banyak Tadarus Al-Qur'an di masjid maka adanya wabah Covid-19 ini kita perbanyak Tadarus al-Qur'an dirumah. Biar rumah kita tidak seperti kuburan. Mari hiasi rumah kita dengan bacaan ayat-ayat al-Qur'an biar ada ketenangan,  ketentraman dan kedamaian.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Barangsiapa membaca satu huruf dari kitabullah, baginya satu kebaikan. Satu kebaikan akan dilipatgandakan sepuluh. Aku tidak mengatakan ‘alif laam miim’ itu satu huruf, akan tetapi, Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf” (HR. Tirmidzi no. 2915. Dinilai shahih oleh Al-Albani).

Adapun orang-orang yang hanya membaca Al-Qur’an dan tidak mengamalkannya, maka Al-Qur’an itu akan menuntutnya pada hari kiamat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ

“Al-Qur’an itu akan menjadi hujjah yang membelamu atau yang akan menuntutmu” (HR. Muslim no. 223).

Al-Qur’an menjadi hujjah yang membela kita, jika kita mengamalkan kandungannya. Al-Qur’an akan menuntut kita, jika kita tidak mengamalkannya. Sesungguhnya Al-Qur’an akan menjadi musuh pada hari kiamat bagi orang-orang yang membaca dan menghafalnya saja, namun menyelisihi dan tidak mengamalkannya.

Al-Qur’an bisa jadi berada di depan kita, menunjukkan kita kepada jalan kebaikan dan menuntun kita menuju surga. Al-Qur’an juga bisa jadi berada di belakang kita yang akan menarik kita ke dalam neraka.

Allah Ta’ala berfirman,

وَأُوحِيَ إِلَيَّ هَذَا الْقُرْآنُ لِأُنْذِرَكُمْ بِهِ وَمَنْ بَلَغَ

“Dan Al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Qur’an (kepadanya)” (QS. Al-An’am [6]: 19).

Al-Qur’an adalah hujjah dan peringatan. Tidak ada alasan bagi seorang pun setelah Al-Qur’an diturunkan, karena di dalamnya Allah Ta’ala telah menjelaskan manakah yang benar (haq) dan manakah yang salah (bathil). Allah Ta’ala telah menjelaskan manakah yang merupakan petunjuk (hidayah) dan manakah kesesatan. Barangsiapa yang mengamalkannya, merekalah orang-orang yang berbahagia, namun barangsiapa yang menyelisihinya, merekalah orang-orang yang celaka.

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (QS. Thaaha [20]: 124).

MEMBAYAR ZAKAT FITRI

Kewajiban membayar Zakat Fitri menurut Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah adalah sebagai berikut :

1. Zakat Fitrah wajib atas setiap jiwa orang Muslim yang berkelapangan rezeki, baik orang merdeka maupun hamba sahaya, laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak. Zakat fitri hamba sahaya ditanggung oleh tuannya, zakat fitri anak-anak ditanggung oleh orang tuanya.

- عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى كُلِّ نَفْسٍمِنَ الْمُسْلِمِينَ حُرٍّ أَوْ عَبْدٍ أَوْ رَجُلٍ أَوِ امْرَأَةٍ صَغِيرٍ أَوْ كَبِيرٍ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ [رواه مسلم].

Dari Abdullah Ibnu Umar r.a. (diriwayatkan) bahwa Rasulullah saw telah mewajibkan zakat fitri pada bulan Ramadan atas setiap jiwa orang Muslim, baik merdeka ataupun budak, laki-laki ataupun wanita, kecil ataupun besar, sebanyak satu sha’ tamar atau gandum [H.R. Muslim].

2. Zakat Fitri dibayarkan selambat-lambatnya sebelum berangkat shalat Idul Fitri

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِي اللهُ عَنْهُمَا قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ وَالذَّكَرِ وَاْلأُنْثَى وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلاَةِ [رواه البخاري].

Dari Ibnu Umar (diriwayatkan) ia berkata: Rasulullah telah mewajibkan zakat fitri sebanyak satu sak kurma atau gandum atas budak, orang merdeka, laki-laki, wanita, baik kecil maupun besar, dari golongan Islam dan beliau menyuruh membagikannya sebelum orang pergi shalat ‘Id [H.R. al-Bukhari].

3. Jatuh tempo zakat fitri adalah pada saat terbenamnya matahari pada hari terakhir Ramadhan. Orang Muslim yang meninggal sebelum saat tersebut tidak wajib dibayarkan zakat fitrinya, karena ketika ia meninggal zakat fitri belum jatuh tempo. Anak yang lahir sesudah terbenam matahari tidak wajib dibayarkan zakat fitrinya, karena ia lahir setelah zakat fitri jatuh tempo. Sebaliknya orang yang meninggal sesudah terbenam matahari hari terakhir Ramadhan dan orang masuk Islam atau anak yang lahir sebelum terbenam matahari hari terakhir Ramadhan wajib membayar/dibayarkan zakat fitrinya.

4. Pembayaran zakat fitri boleh diajukan sebelum terbenamnya matahari akhir Ramadhan

عَنْ عَلِيٍّ أَنَّ الْعَبَّاسَ سَأَلَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي تَعْجِيلِ صَدَقَتِهِ قَبْلَ أَنْ تَحِلَّ فَرَخَّصَ لَهُ فِي ذَلِكَ [رواه الخمسة إلا النسائي].

Dari ‘Ali (diriwayatkan) bahwa al-‘Abbas bertanya kepada Rasulullah saw. mengenai penyegeraan pembayaran zakat sebelum waktunya, maka Rasulullah mengizinkannya [Diriwayatkan oleh lima ahli hadits selain an-Nasa'i].

 5. Zakat fitri yang dibayarkan berupa makanan pokok dengan kadar 1 sha’ (± 2,5 kg) atau uang seharga kadar makanan pokok tersebut

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ
 اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى كُلِّ نَفْسٍمِنَ الْمُسْلِمِينَ حُرٍّ أَوْ عَبْدٍ أَوْ رَجُلٍ أَوِ امْرَأَةٍ صَغِيرٍ أَوْ كَبِيرٍ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ [رواه مسلم].

Dari Abdullah Ibnu Umar r.a. (diriwayatkan) bahwa Rasulullah saw telah mewajibkan zakat fitri pada bulan Ramadhan atas setiap jiwa orang Muslim, baik merdeka ataupun budak, laki-laki ataupun wanita, kecil ataupun besar, sebanyak satu sha' tamar atau gandum [H.R. Muslim].

6. Zakat fitri berfungsi untuk mensucikan jiwa orang yang berpuasa dan untuk dinikmati orang yang berhak menerima zakat fitri, yaitu fakir miskin

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ [رواه أبو دادود وابن ماجه والحاكم وقال: صحيح على شرط البخاري، وقال الدارقطني: رواة هذا الحديث ليس فيهم مجروح].

 Dari Ibnu Abbas r.a. (diriwayatkan) ia berkata: Rasulullah saw telah mewajibkan zakat fitri untuk mensucikan diri orang yang berpuasa dari perkataan yang sia-sia dan kotor serta untuk memberi makan kepada orang-orang miskin ... ... ... [Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah dan al-Hakim, dengan menyatakan: Hadits ini sahih menurut kriteria Bukhari, dan ad-Daraquthni mengatakan: Tidak terdapat seorangpun di antara perawi-perawi hadits ini orang yang cacat riwayat].

7. Zakat fitri dapat diwujudkan dalam bentuk modal usaha bagi orang miskin, atau bentuk lain yang serupa misalnya beasiswa anak miskin.

Semoga kita bisa mengoptimalkan ibadah di bulan Ramadhan dan sukes puasa, tarawih,  bersedekah,  tadarus dan  membayar zakat fitri.  Semoga kita menjadi hamba-Nya yang bertaqwa.  Aamiin.
-------------------------------------------------
)* Penulis adalah Ketua Lazismu Kota Surabaya, Kasi Bina Sosial Keagamaan Dinas Sosial Kota Surabaya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu