Dunia Pendidikan: Jadikan Pembelajaran Daring di Bulan Ramadhan Sebagai Ruang Belajar Yang Menyenangkan | Berita Populer Lazismu


Ustadz Sudarusman,ST/ Kepala SMA Muhammadiyah 10 Surabaya 

Jadikan Pembelajaran Daring  di Bulan Ramadhan  Sebagai Ruang Belajar Yang Menyenangkan 
Oleh: Sudarusman, ST

“Pendidikan pada hakekatnya adalah upaya untuk memanusiakan manusia. Tujuannya tidak lain adalah agar siswa mampu membekali dirinya untuk sukses didalam memecahkan setiap problema yang sangat beragam guna bekal  di dunia dan akhirat”       
Kemajuan suatu negara akan banyak ditentukan oleh kemajuan Pendidikan masyarakatnya. Bila Pendidikan suatu masyarakat berhasil, akan berhasil pula suatu negara, sebaliknya, bila Pendidikan suatu masyarakat tidak berhasil, maka juga akan mempengaruhi kemajuan suatu negara. Oleh sebab itu, Pendidikan sangat penting dan akan menjadi penentu kemajuan suatu negara.

Oleh karena itu, sebelum kita melaksanakan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran covid-19 untuk belajar dari rumah  berbasis daring alias online, pendidikan di bulan Ramadhan biasanya merupakan momen terbaik untuk merealisasikan agar terwujud Pendidikan menjadi tanggung jawab bersama orang tua/keluarga, masyarakat, dan negara. Bila selama di bulan Ramadhan Pendidikan memiliki komitmen dan tanggung jawab terhadap pekasanaannya, maka akan tercipta Pendidikan yang mampu membekali siswa sukses memecahkan setiap problema, dan yang lebih penting siswa bangga terhadap agamanya.

Artinya selama bulan Ramadhan bersamaan dengan program pembelajaran daring covid-19 siswa mampu meperoleh bekal melalui transfer pengetahuan, pengalaman, keterampian, dan kecakapan hidup tidak hanya disekolah, namun juga mereka peroleh dari orang tua/ keluarga dan masyarakat. Jika Pendidikan tersebut dilakukan melalui pembelajaran yang menyenangkan dengan perencanaan yang baik, maka siswa merasa merdeka dan tidak tertekan, siswa akan memperoleh pengetahuan umum dan praktis, sebagai  bekal hidup dimasa depan, untuk memperoleh kebahagian hidup di dunia dan akhirat.

Untuk mencapai hal tersebut, tidak ada salahnya pembelajaran menyenangkan di bulan Ramadhan kita lakukan perubahan dari berorentasi hasil belajar di sekolah, dikembangkan pada potensi emosional dan spiritual dengan melibatkan keberadaan orang tua dan keluaraga. Namun, perubahan pembelajaran dibulan Ramadhan harus dilakukan study or learn at home atau betul-betul belajar di rumah. Sehingga perubahan, harus kita tunjukkan secara autentik, siswa merasakan betul sebuah perubahan. Melalui kerja keras dan model pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan, serta berupaya semaksimal mungkin memanfaatkan Ramadhan sebagai momentum untuk menarbiyah diri kita, peserta didik dan keluarga serta masyarakat ke arah kebanggaan beragama serta pemantapan ketakwaan, kita akan dapatkan, memperbedakan antara yang baik dan yang buruk, yang berguna dan yang merusak. Bahkan membedakan antara baik, lebih baik dan yang paling baik.

Untuk mencapai hal tersebut, pembelajaran menyenangkan di bulan Ramadhan melalui belajar dari rumah berbasis daring atau online sangat  tepat sebagai media untuk memperdayakan potensi yang unik dan beragam pada masing-masing peserta didik khususnya pada ranah  EQ (emotional quotient) dan SQ ( spiritual atau social quotient). Pendidikan program daring selama bulan Ramadhan, orang tua diharapkan  ada keberanian membekali anaknya pendidikan adab dan akhlaq yang tidak mungkin dilakukan oleh orang lain, mengingat membangun spirit jujur, berani, bertanggung jawab, impati dan simpati disaat melaksanakan kebijakan pembelajaran daring di bulan ramadhan sangatlah penting bagi mereka anak-anak kita.
           
Oleh sebab itu, pembelajaran program daring selama bulan Ramadhan yang melibatkan tanggung jawab bersama-sama antara sekolah orang tua/ keluarga dan masyarakat harus menyangkut Pendidikan umum dan Pendidikan agama. Pendidikan untuk menyesuaikan diri secara social, ini tidak bisa terlepas dari peran orang tua sebagai agen sosial yang memberikan arahan serta pengajaran mendasar bagi tumbuh dan berkembangnya nilai-nilai kehidupan seseorang, ini semua untuk mecapai kebahagiaan di dunia. Sedangkan Pendidikan agama sebagai media untuk mencapai kebahagian di akhirat.
Pendidikan agama memegang peranan yang sangat penting dan harus dimilai melalui Pendidikan keluarga, Pendidikan pra sekolah, dan Pendidikan dasar, karena media untuk menanamkan dasar dasar kimanan. Jika orang tua/keluarga dan guru memiliki tanggung jawab bersama dalam menanamkan pendidikan yang bermakna, niscaya anak akan tumbuh dengan nilai kearifan, simpati  dan empati.               
             
Pendidikan yang bermakna adalah, pendidikan yang berupaya  membantu peserta didiknya dalam menggali potensi yang dimilikinya, sebagai bekal hidup di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, pendididikan bukan hanya kognitif yang berorentasi pada pengetahuan, lebih dari itu, pendidikan dibulan Ramadhan diharuskan mampu melahirkan nilai (values) dan kearifan (wisdom).
             
Maka sudah sewajarnya pembelajaran dari rumah berbasis daring selama bulan Ramadhan harus lebih fokus pada ranah hati, agar anak didik bisa mempunyai budi pekerti luhur. Ranah perasaan atau emosional, agar mampu memiliki jiwa dan perasaan yang halus dan estetis. Ranah sosial, agar anak memiliki etika dan moral yang baik sehingga dapat melakukan penyesuaian dalam hidup bermasyarakat. Ranah religi agar anak dapat membedakan yang baik dan yang buruk, yang paling penting anak memiliki kebanggaan beragama.

Komentar

  1. Alhamdulillah..nambah Ilmu..matur nuwun Ustad Sudarisman..ijin share nggeh..👍👍🙏🙏

    BalasHapus
  2. barokallah ..semogaa guru bisa mendampingi orang tua untuk melakukan pendidikan d rumah ....

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu