Konkes Lazismu: Dampak Positif dan Negatif Medsos Bagi Anak | Berita Populer Lazismu


dr Tjatur Prijambodo, MARS


TANYA:
Assalaamu'alaikum Wr Wb
Pengasuh Konkes Lazismu Surabaya yang dirahmati Allah. Saya seorang ibu rumah tangga berusia 41 tahun. Saat ini saya sedang bingung menghadapi anak saya yang suka bermain Medsos (Media Sosial) dan seringkali gak mengenal waktu. Sebenarnya Medsos itu seperti apa dan apa dampak positif negatifnya? Mohon penjelasannya dan atas penjelasannya, kami sampaikan terima kasih.
Wassalaamu'alaikum Wr Wb
ddinamis@gmail.com

JAWAB:
Wa'alaikumussalaam Wr Wb.
Bu Dina yang dirahmati Allah, Penggunaan Media Sosial (Medsos) di berbagai kota kini seakan sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat Indonesia. Dari anak-anak Sekolah Dasar (SD) sampai lanjut usia sangat keranjingan dengan Medsos. Hal ini didasarkan pada dua alasan dari kebutuhan dasar manusia seperti yang disampaikan Dar Meshi dalam The Emerging Neuroscience of Social Media, Desember 2018 bahwa Medsos dipakai masyarakat untuk dua alasan yaitu terhubung dengan orang lain dan mengelola citra diri. Situs Jejaring Sosial merupakan sebuah web berbasis pelayanan yang memungkinkan penggunanya untuk membuat profil, melihat list pengguna yang tersedia, serta mengundang atau menerima teman untuk bergabung dalam situs tersebut.

Berdasarkan hasil riset  Wearesosial Hootsuite yang dirilis Januari 2019 pengguna media sosial di Indonesia mencapai 150 juta atau sebesar 56% dari total populasi. Jumlah tersebut naik 20% dari survei sebelumnya. Sementara pengguna media sosial mobile (gadget) mencapai 130 juta atau sekitar 48% dari populasi.

Pengguna Medsos terbanyak ada di pulau Jawa dengan total pengguna 97.504.350 user atau sekitar 65% dari total penggunan Internet. Koneksi internet di Indonesia yang dianggap masih lemot pun tak menghalangi hingar-bingar Medsos di Indonesia. Dari 94 juta pengguna aktif, Medsos diakses melalui ponsel sebanyak 78 juta atau 25 persen dari penduduk. Dunia telah berubah dan akan terus berubah, jarak antar daerah bahkan antar Negara telah semakin dekat. Beberapa puluh tahun lalu kita sempat takjub dengan televisi yang bisa membagi informasi gambar bergerak ke seluruh pelosok negeri. Kini zaman telah berubah setiap orang bisa berbagi gambar bergerak kepada yang lainya, setiap orang bisa berbicara dan saling melihat lawan bicaranya secara langsung dimanapun ia berada.

Arus perkembangan teknologi ini bagaimana pun tak akan bisa kita bendung, sebagian besar anak dan remaja saat ini telah familiar dengan berbagai situs jejaring sosial tersebut, tidak saja anak dan remaja kota, bahkan anak-anak di pedesaan pun kini telah berangsur-angsur mulai menggunakan jejaring sosial tersebut.

Berkembang pesatnya situs jejaring sosial tersebut tentu saja punya dampak positif dan juga negatif, oleh karena itu pentig untuk di buat suatu sistem pengawasan dan bimbingan bagi mereka agar dampak negatif nya dapat di hindari dan dampak positif nya semakin di rasakan.

Beberapa dampak positif dan negatif  pemanfaatan Medsos:

A .Dampak positif


  • Belajar mengembangkan keterampilan teknis dan sosial yang sangat di butuhkan di era digital seperti sekarang ini. 
  • Memperluas jaringan pertemanan.
  • Termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman yang mereka jumpai secara online, karena di sini mereka berinteraksi dan menerima umpan balik satu sama lain.
  • Membuat menjadi lebih bersahabat, perhatian, dan empati, misalnya memberi perhatian saat ada teman mereka yang ulang tahun, mengomentari foto, video dan status teman mereka, menjaga hubungan persahabatan meski tidak dapat bertemu secara fisik.
  • Media pertukaran data: para pengguna Medsos dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
  • Media untuk mencari informasi atau data.
  • Mudahan memperoleh informasi.


B. Dampak Negatif


  • Malas belajar berkomunikasi di dunia nyata.
  • Pengguna lebih mementingkan diri sendiri dan menjadi tidak sadar akan lingkungan sekitar mereka dan hal ini dapat mengakibatkan menjadi kurang berempati pada orang lain.
  • Sulit membedakan berkomunikasi di Medsos dan dunia nyata.
  • Kecanduan: Studi mengatakan lebih dari 50 persen remaja yang masuk ke media sosial beberapa kali sehari. Jika dilakukan dalam durasi yang lama tentu saja hanya akan mengganggu kehidupan sehari-hari. Hal ini mampu membuat seseorang sedikit melupakan di kehidupan nyata dan malah sibuk aktif menggunakan media sosial.
  • Lahan subur bagi orang lain untuk melakukan kejahatan.
  • Wadah Pornografi
  • Penipuan: Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu.
  • Perjudian: Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya.
  • Hilangnya Kepercayaan diri di dunia nyata. Beberapa studi menemukan saat terjadi peningkatan interaksi di media sosial, terjadi penurunan pada rasa percaya diri.
  • Penggunaan Gadget terlalu lama, berdampak buruk pada mata dan organ lain.

Tugas mengawasi dan membimbing anak kita, tentu saja bukan tugas guru di sekolah semata, orang tualah yang seharusnya berperan dalam pengawasan dan bimbingan bagi anak-anaknya. Semoga kita mampu menjadi orang tua yang baik bagi anak kita. Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu