Lentera Hati: Kekuatan Dzikir | Berita Populer Lazismu



KEKUATAN DZIKRULLAH
Oleh M. Khairul Anam, M.Pd.I

Adz-Dzikr artinya “Ingat “ Dzikrullah berarti ingat kepada Allah. Dzikir adalah sebuah amalan yang sangat mudah, murah dan meriah, tetapi kalau kita amalkan akan sangat banyak dan besar sekali manfaat dan fadlilahnya. Namun, sering kita lupakan, sering kita lalaikan. Karena hati kita sangat sibuk dengan ambisi dunia, dan jiwa kita sudah di penuhi degan nafsu angkara yang tak berkesudahan.

Dalam al-qur’an banyak kita jumpai firman Allah yang mengingatkan berdzikir diantaranya...Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang (Ar-ro’du : 28), Karena itu, ingatlah kamu kepadaku, niscaya aku akan ingat (pula) kepadamu (Al-Baqoroh : 152),  hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah dzikir yang sebanyak-banyaknya. (Al-Ahzab : 41)

Ayat-ayat di atas telah mengingatkan kepada kita tentang suatu perintah yang sering kita lupakan, yakni berdzikir kepada Allah. Pengertian berdzikir kepada Allah yang lebih luas adalah, bukan hanya lisan kita yang komat-kamit membaca sejumlah kalimat thoyyibah di masjid, akan tetapi aktifitas apapun yang kita kerjakan. Baik di kantor, di kebun, dipasar, sambil hati dan akal kita mengingat Allah sehingga membuahkan kebaikan (Ikhsan), dalam setiap aktifitas yang kita kerjakan, itu semua adalah bagian dari berdzikir kepada Allah. Berdzikir kepada Allah dapat dilaksanakan sambil duduk, berdiri, berbaring, di Masjid dan dimanapun kita berada.

Disebutkan dalam hadits shahih : “ perumpamaan orang yang mengingat Rab-nya dengan yang tidak mengingat Rab-nya adalah seperti orang yang hidup dengan orang yang mati”. Berdzikir kepada Allah merupakan surganya Allah yang ada di bumi-nya. Maka, barang siapa yang tak pernah memasukinya (berdzikir), maka ia tak akan dapat memasuki surganya di akhirat kelak, berdzikir kepada Allah merupakan penyelamat jiwa dari berbagai kerisauan, kekesalan dan kegoncangan. Terlebih melihat situasi saat ini.

Saudaraku! Tak mengherankan bila kita melihat orang-orang yang selalu mengingat Allah senantiasa bahagia dan tentram hidupnya. Dan itulah yang seharusnya terjadi. Semakin banyak kita mengingat Allah, pikiran kita akan terbuka, hati semakin tentram, jiwa semakin bahagia, dan nurani semakin damai sentosa. Itu karena, dalam mengingat Allah terkandung nilai – nilai ketawakkalan kepadanya, keyakinan  penuh kepadanya dan ketergantungan diri hanya kepadanya.

Dzikir bisa  kita lakukan dengan tiga model diantaranya :  pertama, Berdzikir dengan hati yakni hati yang senantiasa disandarkan hanya kepada Allah SWT, sehingga tidak ada satupun kesempatan syetan untuk menggoda dan menyesatkan kita. Dari sinilah lahir yang namanya ketentraman dan ketenangan hidup yang tidak bisa diganti dengan apapun didunia ini. Kedua, Berdzikir dengan lisan yakni berdzikir dengan menggunakan dan menggerakkan lisan kita untuk memuji kebesaran Allah SWT dengan kalimat-kalimat thoyyibah yang dapat mendekatkan diri kita kepadanya. Dengan berdzikir ini lisan kita akan terjaga dari hal-hal yang akan dapat menjerumuskan kedalam kekafiran dan kemunafikan.

Ketiga, Berdzikir dengan amal dan tindakan. Maksudnya adalah seluruh aktifitas dan perbuatan kita senantisa kita kontrol dengan timbangan baik dan buruk menurut Allah dan rasulnya, karena kita hanya mencari ridlonya.

Karena dzikir merupakan bagian dari ibadah kepada Allah SWT, maka ada tuntunan yang kita patuhi dan itulah yang kita sebut etika dalam berdzikir kepada  Allah, jangan sampai kita terjebak kepada Ghuluf (berlebih-lebihan) dan hanya berdasarkan akal manusia semata. Dalam al-qur’an sudah sangat jelas bagaimana etika berdzikir kepada Allah SWT. “ Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, diwaktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (Al-A’rof : 205)

Hidup di dunia penuh dengan persaingan, dan dalam bersaing dengan sesamanya,  banyak manusia  yang lupa diri atau melupakan dirinya demi mengejar ambisi dunia dan keserakahannya, sehingga ia terjerumus kedalam perbuatan yang di murkahi oleh Allah SWT, manusia banyak menjelma menjadi pedagang yang curang, pegawai yang suka korupsi, politisi curang yang kesemuanya itu melalaikan Allah SWT.

Atau ketika kalah dalam bersaing, sering kita berputus asa, kita marah dan menyalahkan keadaan. Saudaraku! Dengan mengingat Allah segunung tumpukan beban kehidupan dan permasalahan hidup akan runtuh dengan sendirinya.

Wahai orang yang mengeluh karena putus asa, yang menangis karena sakit, yang bersedih karena tragedi dan yang berduka karena suatu musibah, sebutlah namanya yang kudus. Semakin banyak kita mengingatnya maka ketenangan itu akan segera mengalir, ketentraman itu akan merambat kedalam jiwa. Itu karena dalam berdzikir terkandung nilai-nilai kepasrahan kepadanya, berbaik sangka kepadanya dan pengharapan kepadanya, Dia sungguh dekat dengan hambanya yang memohon kepadanya, Dia senantiasa mendengar ketika di minta.

 Ayo... sebutlah Dia berulang-ulang namanya yang indah dan penuh berkah dengan lidah kita sebagai pengejawantahan dari ketauhidan, doa dan permintaan ampunan kita kepadanya. Dengan begitu, niscaya kita – berkat taufiq dan rahmadnya kita akan mendapatkan kebahagiaan, ketentraman, ketenangan, cahaya penerang dan kegembiraan. Wallahu ‘lamu bish-showab.

Pencerahan : Tidak ada satu pekerjaan yang lebih melegakan hati, melapangkan dada dan agung pahalanya, selain berdzikir kepada Allah SWT.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu