Jum'at Cerah: Integritas : Berita Populer Lazismu


Ustadz Nurcholis Huda bersama keluarga (Album keluarga) 


INTEGRITAS 
Oleh: Nurcholis Huda, MSi

Salim, seorang dokter yang bertugas di daerah terpencil mengagumi suara lembut Ayu, penyiar sebuah radio. Bukan saja lembut tetapi kalimat Ayu selalu segar, humornya terukur dan ada sisipan kalimat-kalimat yang menggugah penuh inspirasi. Di Pulau terpencil yang sunyi, suara Ayu di malam hari menjadi pengobat hati.

Dalam bayangan Salim, Ayu bukan saja cerdas tetapi mungkin cantik. Dia jatuh hati lewat udara. Dia berkirim surat dan foto untuk saling berkenalan. Tetapi foto itu tidak pernah berbalas. Ayu menyarankan nanti saja kalau tugas sebagai dokter di Pulau terpencil selesai akan bertemu langsung.

Saat pertemuan pun tiba. Mereka berjanji bertemu di halaman sebuah Mal. Salim akan menunggu dekat air mancur dan Ayu akan mendatangi. Salim mengenakan topi merah sebagai tanda dan Ayu mengenakan bros bunga warna keemasan di dada.

Belum lama menunggu, Salim melihat seorang gadis tinggi semampai berjalan Tenang ke arahnya. Wajahnya cantik, hidung mancung, berkulit putih dengan leher jenjang yang serasi. Baju warna ungu yang dikenakan sangat sesuai dengan wajahnya yang bersih. Salim yakin wanita cantik itu Ayu. Apalagi wanita itu tersenyum dengan gigi yang rapi dan mengangguk takzim kepadanya.

Ketika wanita cantik itu sudah dekat dan Salim akan menyambutnya dengan ramah, baru dia melihat bahwa dibelakang wanita cantik itu ada seorang wanita paruh baya agak gemuk, berkulit gelap, berdandan kurang rapi tetapi di dadanya tersemat bros bunga ke kemasan. Timbul kebimbangan dihati Salim, apakah menyambut gadis cantik penuh pesona itu ataukah wanita setengah baya yang tidak menyiratkan kecantikan tetapi menggunakan proses keemasan di dada.

Pada detik yang menentukan, Salim memutuskan membiarkan wanita cantik itu berlalu dan menyambut wanita setengah baya itu penuh keramahan. "Saya dokter Salim. Selamat datang Ibu. Saya bangga bisa bertemu dengan ibu, wanita yang suaranya saya kagumi. Kalimat-kalimat Ibu sangat menginspirasi saya. Ibu telah memperkaya batin saya dengan keteguhan. Terima kasih ibu, anda telah meluangkan waktu memenuhi undangan saya," kata Salim.

Wanita itu kikuk menerima keramahan Salim. "Maaf, saya tidak paham dengan yang anda katakan. Tetangga Baik saya, seorang penyiar minta tolong saya untuk menemui Anda dan memberi saya bros untuk dikenakan di dada".

"Anda Ibu Ayu? Tanya Salim bingung.

"bukan! Saya tetangganya. Ayu gadis cantik yang tadi berjalan di depan saya. Dia berpesan, Anda ditunggu makan rujak di rumah makan di lantai tiga. Katanya tugas saya menguji, tapi saya tidak paham maksudnya", kata wanita itu. Salim dengan senyum lebar melangkah menuju rumah makan. Ingin segera makan rujak.

Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari peristiwa ini? Integritas! Inilah sikap sangat penting yang harus melekat pada diri tiap orang. Integritas adalah melaksanakan apa yang kita ucapkan atau menepati apa yang kita janjikan dan selalu teguh pada kebenaran. Ini mudah dikatakan tetapi sering tidak mudah dilaksanakan. Salim bertaruh dua Kepentingan antara mendekati wanita cantik yang memukau atau menepati janji menemui wanita mengenakan bros. Pada detik yang menentukan dia memilih menepati janjinya.

Integritas membuahkan trust atau kepercayaan. Jika seseorang Memegang teguh integritas, maka dia mendapatkan trust. Tetapi jika mengabaikan maka dia kehilangan kepercayaan itu. Integritas adalah samanya ucapan dan perbuatan. Namun betapa banyak orang tidak melaksanakan apa yang dia katakan. Betapa banyak pemimpin dan organisasi yang memberi janji kemudian tidak ditepati.

Padahal kepercayaan dan juga Harapan adalah milik manusia paling mahal, jauh lebih mahal daripada harta. Tetapi banyak orang yang membuang kepercayaan dengan mengabaikan integritas demi memburu harta. Apalah artinya harta jika dalam hidup tidak lagi dipercaya. Hanya orang yang kehilangan rasa malu saja ketika tidak dipercaya masih juga suka bicara panjang lebar dengan gagah. Bahkan menambah lagi janji-janji baru sementara janji lama banyak yang tidak ditepati.

Ketika Rasulullah yang mulia menunjukkan tiga ciri orang munafik, maka itulah ciri orang yang kehilangan integritas. Kita sudah hafal dengan tiga Jari itu. Bila berkata dia berdusta, bila berjanji tidak ditepati, bila dipercaya menghianati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu