Mata Hati: Berbagi Sumber Kebahagiaan | Berita Populer Lazismu



Ustadz Khairul Anam, SPdI (Lazismu)


BERBAGI
SUMBER KEBAHAGIAAN

فَأَمَّا مَنۡ أَعۡطَىٰ وَٱتَّقَىٰ ٥  وَصَدَّقَ بِٱلۡحُسۡنَىٰ ٦ فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلۡيُسۡرَىٰ ٧  وَأَمَّا مَنۢ بَخِلَ وَٱسۡتَغۡنَىٰ ٨  وَكَذَّبَ بِٱلۡحُسۡنَىٰ ٩ فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلۡعُسۡرَىٰ ١٠

5. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa
6. dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga)
7. maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah
8. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup
9. serta mendustakan pahala terbaik
10. maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar

Dalam sebuah seminar yang diikuti lebih dari 200 peserta, seorang motivator muslim memberikan tugas kepada para peserta seminar. Masing-masing dari mereka di suruh mengambil secarik kertas lalu diperintahkan untuk menulis namanya sendiri–sendiri diatas kertas tersebut. Setelah  selesai, secarik kertas itu dikumpulkan jadi satu oleh motivator.

“Secarik kertas yang ada nama saudara sudah saya kumpulkan jadi satu, dan sebentar lagi kertas-kertas ini akan saya hamburkan di dalam ruangan ini. Tugas saudara adalah mencari kertas yang terdapat nama saudara sendiri, dan saya beri waktu satu menit“. Demikian arahan sang motivator kepada seluruh peserta seminar.

Tak lama kemudian ratusan kertas itu dihamburkan di ruangan dan para peserta seminar dengan riuhnya mencari setiap kertas dengan harapan sesegera mungkin dapat menemukan  kertas miliknya. Tidak terasa waktu yang diberikan sang motivator sudah berlalu, dan hanya ada tiga orang peserta yang dapat memenuhi tugasnya. Lalu motivator bertanya “ sulit apa mudah ? “. Suli.....t “ ,  jawaban peserta.

Kemudian sang motivator mengumpulkan lagi ratusan kertas yang berhamburan di ruangan tersebut, lalu berkata “Secarik kertas yang ada nama saudara sudah saya kumpulkan lagi jadi satu, dan sebentar lagi kertas-kertas ini akan saya hamburkan di ruangan ini. Tugas saudara sekarang adalah mengambil satu carik kertas kemudian segera berikan kepadanya si pemilik nama tersebut,  dan saya beri waktu satu menit“.
Demikian arahan sang motivator kepada seluruh peserta seminar.

Tak lama kemudian ratusan kertas itu dihamburkan lagi oleh sang motivator di ruangan itu.

Ada hal berbeda yang terjadi. Kalau dalam perintah pertama, para peserta dengan tergopoh-gopoh dan susah payah mencari kertas yang terdapat namanya sendiri, saling bertubrukkan satu dengan yang lainnya, namun dalam perintah yang kedua ini mereka dengan santainya mengambil satu carik kertas lalu memberikan kepada peserta lain yang sesuai dengan nama tersebut. Waktu sudah berlalu dan hampir 99 % tugas itu dapat dijalani.

“Sulit apa mudah?“. Tanya motivator. “ Muda.......h ? “.  jawab para peserta.

Saudaraku, kebahagiaan dan ketenangan hati dalam hidup ini secara mutlak tidak dapat di ukur dari banyaknya harta yang dimiliki ataupun tingginya pangkat dan status, namun yang paling penting adalah bagaimana kita mampu memberikan yang terbaik kepada orang lain Banyak sejarah yang digambarkan Allah swt dalam Al-Qur’an mengenai kehidupan para penguasa dhalim dan konglomerat kafir yang akhirnya mereka semua dibinasakan oleh Allah swt.

Kita tahu sejarah Fir’aun, penguasa dholim yang mengaku dirinya sebagai Tuhan dan memaksa rakyatnya untuk menyembah dia. Akhirnya Allah swt menghancurkannya, menjadikan jasadnya tetap utuh sebagai pelajaran bagi umat manusia sesudahnya, serta sejarah mencatat dengan tinta hitam karena kesombongannya.

Kita juga tahu bagaimana sejarahnya Qorun, seorang konglomerat yang lupa bahwa hartanya itu karunia dari Allah swt, dan akhirnya dia pun binasa dalam kekufuran.

Tapi orang-orang kaya dari sahabat Nabi saw ( Abu Bakar Ash-shiddiq, Utsman bin ‘Affan, dll ), diselamatkan dan selalu diberi hidayah oleh Allah swt, karena mereka selalu bersyukur kepada Sang pemberi kenikmatan.

Dengan memberi kita akan terasa tentram, dengan memberi kita akan bahagia, dan dengan memberi kita akan menjadi insan yang sukses dunia dan akhirat.

Semoga harta kita menjadi jembatan bagi kita dalam menggapai ridho Allah swt, sehingga janji Allah swt yakni akan menambah nikmat kepada orang-orang yang bersyukur dapat kita raih. Dan semoga kita dijauhkan dari bencana dan murka Allah swt, dan dihindarkan dari sifat kufur nikmat. Aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu