Memaksimalkan Potensi Diri Untuk Menjadi Yang Terbaik | Berita Populer Lazismu


Ustadz Khairul Anam, SPdI (Habibie)

LAZISMUSBY.COM

Memaksimalkan potensi diri untuk menjadi yang terbaik

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوۡمِ ٱلۡجُمُعَةِ فَٱسۡعَوۡاْ إِلَىٰ ذِكۡرِ ٱللَّهِ وَذَرُواْ ٱلۡبَيۡعَۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ ٩ فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَٱبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِ ٱللَّهِ وَٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرٗا لَّعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ ١٠

Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semua makhluk. Yang tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tiada satupun yang serupa dengan-Nya.

Salawat dan salam semoga selalu terhatur pada manusia agung, nabi Muhammad saw sebagai penutup dan penyempurna risalah Islam yang yang pernah dibawa oleh para nabi dan para rasul sebelumnya.

Islam merupakan agama yang mewajibkan para pemeluknya untuk bekerja dan berkarya. Sayid Sabiq dalam bukunya yang berjudul “ Unsur-Unsur Kekuatan Dalam Islam “ terjemahan Muhammad Abdai Rathomy mengatakan “Islam agama gerak dan membanting tulang dalam segala bidang kehidupan dan penghidupan manusia, sehingga dengan demikian ia dapat menunjukkan cara pembimbingan yang baik dan terpuji.”

Selain itu, Dr. Yusuf Al-Qardhawy dalam bukunya “ Al-imaanu wal hayaatu “ mengatakan “ yang di ketahui dalam Islam hanyalah orang beriman itu bekerja, bersusah payah, menunaikan kewajibannya dalam hidup ini, mereka dijadikan khalifah di muka bumi untuk memakmurkan bumi dan memanfaatkan isinya sebanyak mungkin untuk kepentingan kemanusiaan.
 
Dalam Islam tidak ada hari khusus hanya untuk melakukan ibadah. Semua hari dalam Islam merupakan hari ibadah dan bekerja. Dalam surat Al-Jumu’ah : 9-10 Allah swt berfirman yang artinya “ Wahai orang-orang yang beriman, apabila diserukan kepada kamu untuk menunaikan sholat jum’at maka bersegeralah untuk mengingat Allah dan tinggalkan jual-beli, yang demikian itu lebih baik bagimu kalau kamu mengetahui. Dan apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah, dan ingatlak kepada Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.“

Itulah gambaran ringkas yang Allah swt contohkan bagi para hamba-Nya. Bekerjanya kita merupakan ibadah dalam rangka menafkahi diri dan keluarga.
Bekerja keras berarti ikhtiar atau berusaha sekuat tenaga dengan kesungguhan yang tinggi guna meraih apa yang diinginkan. Bekerja keras tidak identik dengan kerja banting tulang. Maka dalam era modern ini ada istilah kerja cerdas.

Apa kerja cerdas itu,? Bagi seorang muslim, kerja merupakan hakekat mendekatnya seorang hamba kepada Tuhannya dalam ruang mencari penghidupan. Maka, pandangan muslim akan hal itu sangat jauh ke depan. Bukan hanya materi yang ingin di raih, namun ridho Ilahi yang di cari.

Sahabat Umar ibnu Al-Khottob pernah melihat sekelompok orang di sudut masjid. Umar bertanya kepada mereka “siapakah kalian” ?. mereka menjawab “ kami orang yang bertawakkal kepada Allah swt “. Lalu Umar ibnu Al-Khottob menyuruh mereka pergi seraya berucap “ Janganlah diantara kalian berhenti berusaha untuk mencari rezeki dan hanya berdo’a, Ya Allah...berikanlah aku rezeki, padahal dia tahu bahwa langit belum pernah menurunkan hujan emas “.

Rasulullah saw menganjurkan ummatnya untuk bekerja keras dan maksimal. Beliau saw mengatakan bahwa makanan yang terbaik yakni makanan yang diperoleh dari keringat sendiri. Sabda nabi saw yang artinya “ Tidak ada makanan yang lebih baik bagi seseorang melebihi makanan yang diperoleh dari hasil keringat sendiri “. (HR Al-Bukhori)

Menggapai kesuksesan dunia merupakan impian semua makhluk, namun bagi seorang muslim tiada yang lebih baik dari menggapai kemuliaan dan kesuksesan akhirat.

Ingatlah bahwa pekerjaan yang kita lakukan saat ini akan Allah awt tanyakan pada hari kiamat nanti. Hendaknya kita menjadi pribadi yang jujur dalam semua aspek, sehingga kebahagiaan dunia dan akhirat dapat kita raih. (*)

Penulis : Khairul Anam, SPdI ( Wakil Ketua Lazismu Kota Surabaya)

Editor: Habibullah Al Irsyad

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu