Lentera Hati: Membuka Kesadaran Diri | Berita Populer Lazismu

Ustadz M Khairul Anam (Kiri) (Lazismu)


LAZISMUSBY.COM

Dewasa ini, kita banyak menyaksikan betapa ilmu pengetahuan tentang kebendaan (ilmu Exacta)  begitu berkembang cepat, pesat dan menakjubkan, baik dibelahan timur dan belahan  barat. Ilmu kodokteran, ilmu sain, ilmu pertambangan, ilmu astronomi, lebih-lebih ilmu yang berkaitan dengan teknologi berkembang luar biasa bahkan mungkin sudah pada puncaknya.

Saat ini, kita tidak ada jarak dengan apapun dan siapapun, kita yang ada dibelahan bumi bagian timur tidak kesulitan mengetahui informasi yang ada di bumi belahan barat, begitu pula sebaliknya. Dengan radio, televisi, Media Sosial saat ini, kita bisa menyaksikan peristiwa yang terjadi pada hari ini juga walaupun berjarak puluhan ribu mil jauhnya. Bahkan kejadian-kejadian tersebut bisa kita saksikan dikamar kita melalui HP yang sudah semakin canggih, dengan internet manusia sudah mampu melihat dan berkumunikasi dengan mudahnya, kita setiap saat dan setiap waktu bisa berbicara dan melihat apa saja yang kita inginkan. Bahkan manusia sudah banyak yang berkhayal bila setiap manusia mempunyai pesawat yang dapat mengangkut dirinya kemana saja sebagaimana yang ia kehendaki dalam waktu yang singkat, sehingga tak perlu lagi berdesak-desakan dengan orang lain.

Itulah pesona dunia yang begitu menakjubkan, sehingga kita banyak yang lalai, dan melupakan kehidupan yang lain, yakni kehidupan sesudah dunia. Terkadang dengan HP, Tablet yang kita pegang melupakan yang inti dari hidup ini yakni ibadah, kita asyik sendiri, tak peduli dengan orang lain, melupakan Allah, bahkan kita lupa bahwa kehidupan ini semakin hari semakin dekat dengan kematian, terkadang kita heran dengan manusia yang suka berfoya-foya untuk merayakan ulang tahunnya, ia merasa  bahagia karena umurnya bertambah. padahal demi Allah, kalau kita sadar, ketika umur manusia bertambah itu berarti jatah hidup kita sudah berkurang dan itu artinya malaikat maut  sudah semakin dekat dengan kita. Camkan ini baik-baik!

Kita bukanlah anak kecil yang berjingkrak-jingkrak kegirangan karena pesta. Kita saatnya mawas diri, menyiapkan diri untuk kehidupan selanjutnya. Kecanggihan dunia melupakan segalanya, kecanggihan dunia saat ini membawa dampak merosotnya moral manusia, dan menjadikan sembrononya manusia dalam mengarungi kehidupannya. Kecanggihan dunia kalau tidak di iringi dengan kecanggihan iman, maka akan mengakibatkan kegelapan dan kealpaan akan hakekat hidup yang sesungguhnya.

Betapa banyak kita tertipu oleh harapan semu dan kosong. Agama telah menjelaskan kepada kita hal-hal yang terbaik, dan memperingatkan kita dari tempat-tempat penyimpangan dari kebenaran dan tempat tumbuh suburnya kelalaian. Akan tetapi, akal yang terbungkus tebal dunia membutuhkan palu godam yang kuat untuk menggempur dan menggedornya hingga menanggalkan kebodohannya.

Kita melihat betapa banyak pemuda yang enggan ke masjid untuk menunaikan sholat, durhaka kepada orang tua, melupakan masa depan karena pengaruh NARKOBA atau menenggak ekstasi, lalu rohnya dicabut dengan tiba-tiba, sehingga ia menjadi penyesalan bagi keluarganya.
Betapa banyak keluarga yang membangga-banggakan anggotanya, hartanya, pangkatnya, statusnya, lalu mereka tertimpa musibah, akhirnya mereka hanya menjadi dongeng masa lalu.

Wahai jiwa yang ingin menasehati diri sendiri, jangan menghamburkan umur kita, janganlah membagi waktu kepada siapa saja yang memintanya, sebab waktu yang hilang tak akan tergantikan. Sekiranya kita bisa duduk di masjid, disana kita bisa sholat, membaca tasbih, membaca al-qur’an, memberi ilmu kepada yang membutuhkan, berapa banyak pahala yang diperoleh, berapa banyak ganjaran yang bisa ditabung, dan berapa banyak kebajikan yang naik ke sisi Allah SWT?

Disisi lain, betapa banyak manusia duduk ditempat-tempat umum, tempat-tempat santai, di kafe-kafe, diskotik untuk menghabiskan waktu dengan membicarakan orang lain, berfoya-foya mengahamburkan harta, berdansa dengan lawan jenis, bermabuk-mabukkan, tertawa terbahak-bahak, seakan-akan tidak ada masalah penting yang  harus mereka tunaikan, mereka seakan-akan punya perjanjian akan hidup kekal di dunia.

Betapa terkejutnya ketika kematian menghampiri mereka. Dan betapa menakutkannya kematian bagi hati mereka.
Wahai jiwa yang ingin menasehati diri sendiri, kita patut sadar diri, bahwa ada kehidupan yang abadi setelah kematian manusia. Dan itu ada di alam barzakh dan alam akhirat. Setelah di alam ini manusia akan merasakan baratus bahkan berjuta penyesalan, tapi itu semua tiada berguna. Kita para manusia harus mempertanggung jawabkan semua apa yang kita lakukan selama hidup di dunia. Ketika kita banyak maksiat, maka siksa yang sangat pedih akan kita alami dan inilah  penyesalan yang berkepanjangan dan tak berakhir selama-lamanya.

Sungguh sangat kita sayangkan sekali kepada manusia yang begitu tinggi ilmu pengetahuannya, ia mampu menemukan hal-hal baru, dapat mengarungi samudra, melayang tinggi ke angkasa, mampu mengirim berita supercepat dari masyrik ke maghrib, tapi buta akan kehidupan setelahnya, tumpul akan kehidupan akhiratnya. Orang yang cerdas adalah orang yang mampu menyiapkan kehidupan setelah kematiannya.

Umur kita yang tersisa tak lebih banyak daripada yang sudah berlalu, atau mungkin lebih sedikit karena dekatnya ajal. Kematian adalah hal yang menggetarkan jiwa, tetapi orang yang ingat mati pertanda otaknya cerdas, demikianlah menurut Rasulullah SAW. Mengingat kematian bukan berarti mengajak hidup pesimis, hidup menyerah atau tak berdaya. Ingat kematian akan membuka kesadaran kita, bahwa hidup ini dibatasi waktu. Karena hidup kita ada batasannya, itu berarti kerja kita harus cepat, ibadah kita harus semangat mumpung waktunya belum habis. Orang bijak mengatakan “ cukuplah ingat kematian karena ia adalah nasehat dan pelajaran yang baik “.

Kita semua tahu dan sadar bahwa setiap yang bernyawa akan merasakan kematian, inilah sebuah kesadaran tingkat tinggi yang dimiliki oleh manusia yang beriman. Dengan adanya batas waktu dalam kehidupan kita, harapannya kita akan selalu berbuat baik. dan jangan sebaliknya hidup kita selalu sembrono dengan banyak melakukan kemaksiatan yang berakibat pada penyesalan yang tiada akhir.

Di tahun baru 2020 masehi ini, mari kita buka kesadaran diri kita, bahwa hidup kita masih sangat panjang dan butuh bekal yang banyak. Semoga Allah selalu menuntun kita ke jalannya yang shirotol mustaqim dan semoga kita termasuk orang-orang yang husnul khotimah, Aamiin. “ Wallahu ‘alamu bish-shawab “ SELAMAT TAHUN BRU 2020 M

Refleksi : Cukuplah ingat kematian karena ia adalah nasehat yang baik dan pelajaran yang berharga, Orang yang ingat mati akan terhormat di dunia dan mulia di akhirat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu