Konsultasi Kesehatan Lazismu: Rhematik |Berita Populer Lazismu


Ilustrasi foto dari google (Habibie)

RHEMATIK


TANYA :
Assalamu'alaikum Wr Wb.
Pengasuh Konkes Lazismu Surabaya yang dirahmati Allah. Sejak ± sebulan yang lalu, jari manis tangan kanan saya bengkak bagian bawahnya, dan hampir setiap pagi sangat sulit dibengkokan (ditekuk). Awalnya saya cuek, tapi lama-lama makin sulit dibengkokkan. Seingat saya, jari ini tidak pernah tertusuk/atau semacamnya. Apakah saya terkena Rhematik dan apa benar mandi malam menyebabkan Rhematik? Mohon penjelasannya. Terima kasih
belva.sri@gmail.com

JAWAB:
Wa'alaikumussalam Wr Wb.
Belva yang berbahagia, jari tangan yang normal memungkinkan kita melakukan pekerjaan dengan nyaman untuk memegang, menggenggam, menulis dan sebagainya. Tapi bila persendian jari tangan  mengalami peradangan (arthritis), akibatnya kita mengalami kesulitan untuk menggunakan jari jemari kita.

Melihat keluhan seperti yang disampaikan, mengarah kepada Rheumatoid Arthritis (RA), yaitu peradangan sendi kronis yang disebabkan oleh gangguan autoimun. Gangguan autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh yang berfungsi sebagai pertahanan terhadap penyusup seperti virus, bakteri, dan jamur, keliru menyerang sel dan jaringan tubuh sendiri. Pada penyakit ini, sistem imun gagal membedakan jaringan sendiri dengan benda asing, sehingga menyerang jaringan tubuh sendiri, khususnya jaringan sinovium yaitu selaput tipis yang melapisi sendi. Hasilnya dapat menyebabkan sendi bengkak, rusak, nyeri, meradang, kehilangan fungsi dan bahkan cacat.

Rhematik dapat menyerang hampir semua sendi, tetapi yang paling sering diserang adalah sendi di pergelangan tangan, buku-buku jari, lutut dan engkel kaki. Sendi lain yang mungkin diserang termasuk sendi di tulang belakang, pinggul, leher, bahu, rahang dan bahkan sambungan antar tulang sangat kecil di telinga bagian dalam.

Rhematik juga dapat memengaruhi organ tubuh seperti jantung, pembuluh darah, kulit, dan paru- paru. Serangan rhematik biasanya simetris yaitu menyerang sendi yang sama di kedua sisi tubuh, berbeda dengan osteoartritis yang biasanya terbatas pada salah satu sendi.

Gejala rhematik:
Kekakuan sendi dipagi hari. Kekakuan ini berlangsung selama setidaknya satu jam,
Pembengkakan dan nyeri sendi. Timbul Nodul (benjolan). Penumpukan cairan di lokasi tertentu.

Gejala seperti flu.
Entah telah berapa tahun lamanya masyarakat awam telah menganut paham yang sangat keliru. Bertanyalah pada setiap orang yang ditemui dan mereka akan mengangguk setuju bahwa mandi malam hari tidaklah baik untuk tubuh dan menyebabkan Rhematik. Sekali lagi kami jelaskan bahwa penyakit ini merupakan penyakit autoimun, yang artinya sistem kekebalan tubuh kita menyerang tubuh kita sendiri, dalam hal ini terutama bagian persendian, sehingga si penderita akan merasakan nyeri pada sendi yang terkena.

Kami melihat ada upaya yang terstruktur dan sistematis agar Muslim jauh dari Tahajud dan Subuh berjamaah, dengan mengembar-gemborkan mitos mandi di 1/3 malam akan menyebabkan Rhematik, sehingga Muslim takut untuk bangun malam, mandi dan menjalankan Tahajud. Termasuk upaya melemahkan Umat Islam yang lain adalah dengan menyatakan bahwa tidur yang baik adalah 6-8 jam sehari.

Coba direnungkan, kalau kita tidur jam 22.00, maka kita akan bangun jam 04.00 - 06.00. Kemana Tahajud dan Subuh Jamaah kita? Manfaat Tidur tergantung pada kualitasnya, bukan kuantitasnya.
Selain itu, ada Mitos Salah lainnya yaitu Rhematik adalah penyakit manusia usia lanjut (Manula). Tidak sedikit orang yang akan mengiyakan pendapat bahwa rhematik adalah penyakit yang hanya menyerang orang usia lanjut.

Pernyataan ini sekali lagi keliru. Sejatinya, Rhematik menyerang orang yang usianya produktif, yakni antara usia 20 sampai 45 tahun, mungkin anda terkejut tapi itulah fakta yang ada. Penyakit sendi yang menyerang orang lanjut usia biasanya bersifat degenaratif ataupun faktor eksternal lainnya, yang artinya kerusakan karena penuaan, bukan karena proses autoimunitas tadi.

Karena menyangkut sistem imun, jelas sekali bahwa masalah utama rhematik terdapat di peredaran darah , yang mana tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan air dingin yang mengenai kulit kita pada malam hari.

Pencegahannya:
Istirahat yang cukup, pakailah kaos kaki atau sarung tangan sewaktu tidur malam hari dan kurangi aktivitas yang berat secara perlahan, bila gejala tersebut masih dirasakan sebaiknya segera konsultasi ke klinik Rheumatik dan berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (konsultan rhematik) di RS Muhammadiyah/Aisyah terdekat. (*)

Penulis: dr Tjatur Prijambodo, MARS
Editor: Habibullah Al Irsyad

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu