Kiai Saad Ibrahim: Agar Muhammadiyah Lebih Maju ini yang Harus dilakukan Warga Muhammadiyah Surabaya | Berita Populer Lazismu


Dr M Saad Ibrahim, MA mengisi pengajian Ahad Pencerah Majelis Tabligh PDM Surabaya di UM Surabaya (Abdul Hakim)

LAZISMUSBY.COM-"Barangsiapa menempuh perjalanan untuk menuntut ilmu, maka Alloh  memudahkan baginya jalan menuju surga."

Demikian hadits sahih riwayat Imam Muslim yang dikutip Dr. M Saad Ibrahim, MA dalam Pengajian Ahad Pencerah Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya, di At-Tauhid Tower Universitas Muhammadiyah Surabaya. Ahad, (26/01/2020).

Ketua PWM Jawa Timur menyampaikan, orang-orang mukmin yang datang ke pengajian, maka Alloh akan mendatangkan ketenangan hati, dianugerahi rahmat, serta para malaikat ikut hadir mengelilingi mereka, dan Alloh benar-benar mengampuni mereka, serta menyebut dan membanggakan  mereka di hadapan malaikat.

"Semua penghuni yang ada di langit dan bumi telah bertasbih memahasucikan Alloh, demi mengagungkan Alloh. Selanjutnya, orang beriman mengusir orang Yahudi yang telah berkhianat dan menebar fitnah terhadap Rosululloh Shallallaahu 'Alaihi Wasallam," papar Guru Besar Uinsa itu.

Kisah selanjutnya kata Ustadz Saad Ibrahim, kisah orang munafik sang pendusta. Di ayat 18 surat Al Hasyr, Alloh memerintahkan orang beriman untuk sungguh bertaqwa dan memperhatikan amal-amal untuk masa depan.

"Ayat ini penting kita apresiasi demi mendorong kemajuan Muhammadiyah, khususnya di daerah-daerah, seperti yang telah ditunjukkan PDM Bojonegoro melalu Pengajian Pencerah yang selalu dihadiri ribuan jamaah. Atau, PDM Lamongan yang berhasil membangun Rumah Sakit serta Perguruan Tinggi megah, serta memiliki aset puluhan milyar dalam waktu cepat," katanya.

Maka, sambungnya, memang harus berlomba-lomba untuk mencapai prestasi terbaik, sehingga memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat luas. Alloh memang selalu menyeru orang beriman untuk benar-benar mentaudidkan Alloh dengan selalu  bertaqwa kepada-Nya.

"Satu saat Nabi Muhammad saw kedatangan sekelompok orang suku Mudhor yang dalam kondisi kumal dan kelaparan. Nabi sangat bersedih karena  tidak bisa membantu, sebab kala itu nabi sendiri tidak memiliki makanan dan sering kelaparan. Kisah ini memberi pelajaran bahwa pemimpin harus memiliki simpati dan  empati terhadap kaum fakir-miskin. Kesedihan nabi berubah ceria ketika sahabat kemudian berlomba menyerahkan harta untuk diserahkan kepada suku Mudhor. Demi melihat kemurahan nabi, dengan gembira suku Mudhor kemudian masuk Islam," ujarnya.

Menurut Ustadz Saad, biasa dipanggil, menyampaikan, orang yang selalu bertaqwa pasti selalu mengingat Alloh. "Mereka yang selalu berdzikir mengagungkan Alloh  akan mampu melakukan kontrol diri, sehingga tidak mungkin lupa dan  melakukan maksiat, perbuatan keji dan munkar. Orang beriman dan bertaqwa akan selalu memikirkan masa lalu untuk bertaubat dan memperbaiki diri untuk masa depannya akhirat," ucapnya.

"Sekarang adalah saatnya untuk memikirkan masa depan  nasib kita di yaumil qiyamah yang sudah sangat dekat, dengan meningkatkan kualitas iman dan amal salih sebagai esensi taqwa. Ketaqwaan itulah yang menjamin orang mukmin memasuki syurga yang luasnya seluas langit dan bumi. Mereka akan berada di dalamnya selamanya. Sungguh Alloh Maha Mengetahui Informasi tentang apa yang kita kerjakan. Inilah jalan menuju surga yang harus kita tiru melalui amal-amal salih demi memenuhi kebutuhan  fakir-miskin," tuturnya. (Abdul Hakim)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu