Lentera Hati: Ketika Kasih Sayang Telah Hilang | Berita Populer Lazismu


Ustadz M Khairul Anam, MPdI

LAZISMUSBY.COM 

KETIKA KASING SAYANG TELAH HILANG

Segala puji hanya milik Allah, Tuhan Semesta Alam yang telah memperindah segala ciptaannya, lihatlah gunung tinggi yang menjulang indah nan menawan, tengoklah bintang dan bulan menghiasi malam begitu mempesona, awan putih bak kapas yang berarakan, air sungai meliuk-liuk selaksa ular raksasa, begitu pula berkenaan dengan mahluk lainya. Dia menciptakannya dengan penuh cinta dan kasih.

Ada unta ngeloni anaknya, burung membuat sarang, harimau yang ganas begitu lembut dengan anak-anaknya, buaya yang garang begitu perhatian sama anak-anaknya. begitu pula kita para insan tak lepas dari cinta dan kasih sayangnya. Allah menanamkan sifat kasih sayang dihati hamba-hambanya, sehingga sakitnya melahirkan tak dihiraukan oleh seorang ibu, teriknya matahari tak menyurutkan langkah sang ayah untuk menjemput rezekinya demi anak dan istrinya. Maha suci Allah yang kasing sayangnya melimpah tiada bertepi.

Siapa yang saat ini berlumur dosa, pasti  memiliki harapan ampunannya, bagi yang hari ini dalam kegelapan ia akan mendapatkan cahayanya, bagi yang tersesat ia akan menuntun menuju cahayanya, bagi yang sempit rezekinya ia akan melapangkannya. bagi yang sempit Dia akan memudahkan dan memberinya jalan keluar. Betapa besar kasih sayang Allah SWT pada hamba-hambanya. Seakan Dia tidak rela kalau hambanya dalam kesulitan, dan kesedihan.

Wahai saudara! Kita sudah merasakan pahit getirnya kehidupan, ketika kasih sayang sudah mulai menipis bahkan sirna dalam suatu kehidupan, baik hidup berumah tangga, bertetangga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Maka yang ada adalah suasana yang tidak menyenangkan, mata juling saling mencurigai, bibir selalu sinis kepada siapa saja, telinga selalu mendengki, tangan akan selalu bikin onar, kaki akan bertindak brutal, satu sama lain saling membenci dan mendzalimi sesamanya, jika itu semua terjadi, maka kita tidak akan mampu mengangkat harkat dan martabat sebagai manusia, karena semua ini disebabkan kasih sayang yang berubah menjadi kebencian.

Hati yang berbalut kebencian, maka semua yang dipandangnya akan menjadi jelek yang pada akhirnya lahirnya kebencian pada siapa saja, bila hati sudah bersarang kebencian, maka seluruh panca indera kita akan mengeluarkan aroma kejelekan. Wajah kelihatan angker karena bibir selalu ditekuk, pikiran mungkin digunakan untuk mencari aib orang lain, hati digunakan untuk mengomandoi berbuat jahat terhadap sesama. mungkin ingin menjatuhkan sesama, mempermalukan orang lain, menfitnah saudaranya, menyebarkan keburukan orang lain, dan masih banyak lagi lainnya dari akibat lahirnya kebencian di hati.

Melalui firmanya Kita selalu di ingatkan dalam. “Dan dia (Tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang “. (Al-Balad ayat : 17)

Kita merasa bersedih manakala kasih sayang pudar dalam suatu keluarga, sang ayah ngomongnya kasar, suka membentak, suka main tangan kepada keluarganya, sang istri tidak lagi taat pada sang suami bahkan ia dibuat bulan-bulanan belum lagi sama anak-anaknya sangat ketus ketika berbicara, sementara sang anak berani kepada orang tua,  suka membentak dan memukul Naudzubillahi min dzalik..inilah kiamat mini dalam sebuah keluarga karena kasih sayang hilang di dalamnya.

Kita juga sangat sedih manakala dalam perkantoran kasih sayang telah pupus. Sang pemimpin merasa paling berkuasa sehingga muncul sikap ADIGANG ADIGUNG ADIGUNO. Ingin hidup paling mewah, paling dihormati, suka mengeksploitasi bawahannya. Suka pilih-pilih kasih dengan bawahannya. Sehingga menimbulkan kecemburuan sosial yang mengakibatkan retaknya persahabatan dan menimbulkan iri dengki diantara sesama pegawai, maka dari sinilah lahirlah jilad sana jilad sini, munculnya persaingan yang tidak sehat, menjegal kawan seiring, menggunting dalam lipatan, munculnya musuh-musuh dalam selimut.

Inilah suasana kerja horor dan kita semua yakin tak akan ada lagi suasana kerja produktif dan prestatif lagi akibat kebencian yang merasuk jiwa.

Kita tentu sangat menyayangkan bila dalam hidup bertetangga kasih sayang sudah punah. Satu sama lain saling curiga, suka ghibah (ngerasani), saling mendengki akibat persaingan materi. sehingga tetangga satu dengan tetangga lain saling jatuh menjatuhkan. Sungguh menyedihkan kehidupan ini karena kasih sayang tidak bersarang dihati manusia.

Kita juga sangat prihatin, manakala kasih sayang hilang  di jalan raya. Para pengendara sudah tidak peduli lagi dengan keselamatan orang lain bahkan nyawa manusia di jalan raya tak ubahnya dengan ayam begitu tidak ada harganya sama sekali, hak-hak pejalan kaki di serobot dengan sewenang-wenang. Berkendaraan dengan ngebut sehingga tak memperdulikan rambu-rambu lalu lintas dan markah jalan. Maka tidak heran bila banyak kecelakaan dan musibah.

Hilangnya jiwa santun dijalan raya (kasih sayang) juga yang menjadi salah satu penyebab banyaknya jatuh korban. Dalam setahun bisa ribuan yang tercatat mengalami kecelakaan, ada yang luka ringan, luka berat cacat permanen,  dan  tiap hari kita mendengar di media ada orang yang meninggal karena kecelakaan. Itu kalau di hitung dalam setahun se Indonesia sudah pasti ribuan nyawa hilang di jalan raya. Disini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa pembunuh yang paling kejam adalah jalan raya. ia melebihi korban perang dunia ke dua.

Oleh karena itu mari kita menunjukkan jiwa santun dijalan raya, diantaranya mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan markah jalan, menghormati pengendara lain, memenuhi hak-hak pejalan kaki, melengkapi atribut-atribut sebagai pengendara. Dengan ini semoga kecelakaan berkurang, syukur – syukur tidak ada kecelakaan lagi.

Perlu kita ingat bahwa Allah SWT, menciptakan kita dengan penuh cinta dan kasih sayangnya, karenanya mari kita selalu menebarkan sifat marhamah (kasih sayang) diantara sesama keluarga, tetangga, rekan kerja, dan siapa saja yang kita jumpai, “ Sayangilah yang ada di bumi, niscaya yang dilangit akan menyayangi kamu “ demikian tegas Rasulullah SAW. “ Wallahu ‘alamu Bish-Showab “

Pencerahan :  Ketika cinta dan kasih sayang hilang, Terjadilah pemutusan dan pemisahan hubungan di dunia.  suudzon menggejala, keraguan jiwa melanda, yang hadir adalah cemberut dan rengut di wajah. (*)

Penulis: M. Khairul Anam, M.Pd.I
Editor: Habibullah Al Irsyad

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu