Terkena Penyakit ini Ibu Sulistyowati Butuh Bantuan Para Dermawan

Ustadz Warsono bersama Ibu Sulistyowati (Lazismu)

LAZISMUSBY.COM-Ibu Sulistyowati merasa bahagia, setelah Lazismu mengunjungi dia pada hari Sabtu, (15/12/2019) yang lalu.

Saat ini Ibu Sulistyowati berusia 64 tahun, yang tinggal di rumah Jl Petemon Barat RT 04 RW 14 Kelurahan Petemon Kecamatan Sawahan Surabaya.

Kepada LAZISMUSBY.COM Ibu Sulistyowati mengatakan, kami beberapa waktu yang lalu telah mengajukan permohonan kepada Lazismu Pusat agar berkenan membantu. "Kami kekurangan uang sehingga kami harus mencari bantuan untuk membiayai pengobatan kami," katanya.

Sementara Ustadz Warsono, menjelaskan, Ibu Sulistyowati sekarang tinggal dirumah kontrakan bersama satu orang anak perempuannya.

"Awal mula dia sakit pada tahun 2014 maag kronis/lambung kronis dan rutin melakukan perawatan sampai dengan tahun 2O16.

"Tahun 2016 dia batuk tidak kunjung sembuh sampai hampir  dokter menyarankan untuk dirotgen. Hasil rontgen tersebut diketahui dia terkena infeksi selaput paru dan diminta mengkonsumsi obat khusus," katanya.

"Menurutnya obat tersebut terlalu keras hingga ber imbas pada livernya,. Akhirnya dipindah kan ke rumah sakit Angkatan laut di Surabaya sampai
saat ini. Dirumah sakit tersebut di diagnosa lagi akibat efek obat untuk parunya ibu Sulistyowati terkena hepatitis B. Dia menjalani perawatan rutin dengan dokter spesiaiis hati sampai saat ini," ujar Wakil Ketua LDK PWM Jawa Timur  itu.

Masih kata Warsono, pada tahun 2019 dia mulai sering drop dan keluar masuk rumah sakit hingga saat ini.

"Ditengah perawatan ini
muncul diagnosa fatty liver gastritis kronis, gerd dan penyumbatan saluran empedu. Selama perawatan sering kali ada obat-obat yang tidak ditanggung BPJS dan dia sering drop. Sering keluar masuk opname di Rumah Sakit dan juga harus kontrol ke klinik dokter spesiaiis hati," katanya

Masih kata Ustadz Warsono, tidak semua obat dan dokter bisa di tanggung BPJS. Saat ini akan menjalai operasi Tumor kelenjar Teroid nya.

"Di lehernya tumbuh benjolan yang sangat mengganggu pernapasan, suara dan lainnya, karena benjolanya tumbuh ke dalam. Pasca operasi Tumor kelenjar teroid, harus pindah ke Rumah Sakit Mitra Keluarga yang semuanya tidak di tanggung BPJS," kata Dia.

Mengapa harus pindah?

"Karena apabila menunggu dokter dan mendapatkan fasilitas BPJS lagi, satu bulan lagi baru bisa melakukan kontrol dan perawatan," tambahnya.

"Menurut saran dokter pasca operasi harus segera mendapatkan perawatan secepatnya,karena apa bila tidak segera mendapatkan perawatan luka bekas operasi akan membusuk. Jadi Ibu Sulistyowati ini seorang janda tua yang hidup dengan seorang putrinya,mengalami kesulitan untuk hidup dan berobat," pungkasnya. (Habibie)

Bantuan bisa disalurkan ke Lazismu Kota Surabaya dengan cara menyalurkan Zakat  Infaq dan Shodaqoh melalui:

BANK SYARIAH MANDIRI, 
99398 2 01 00 0 00000
An.  Infaq LAZISMU kota Surabaya atau BANK MUAMALAT,
76640 2 01 00 0 00000
An.  Infaq LAZISMU Kota  Surabaya, dan bisa juga BNI SYARIAH, 8800 1888 80
An. Lazis Muhammadiyah Surabaya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu