Salam Redaksi: Demi Waktu Dan Amanat Allah | Berita Populer Lazismu


Abdul Hakim (Lazismu)


LAZISMUSBY.COM

Donatur dan muzakky yang selalu dirahmati Alloh.

Semoga Alloh selalu merahmati hidup kita untuk tetap istiqomah menyukuri nimat-nikmat-Nya yang demikian tak terhingga.

Semoga nikmat-nikmat itu selalu kita sadari sebagai amanat-Nya, sehingga kita akan selalu berikhtiar menjadikannya sebagai wasilah ibadah dan amal salih. Wasilah menunaikan kewajiban hablun minalloh dan hablun minannas. Tentu dengan ikhlas, cerdas, dan totalitas.

Semoga Alloh menjadikan diri, keluarga, dan umat Islam, di manapun mereka, selalu bersatu di jalan yang benar, shirotol mustaqim, demi meraih hidup dan mati mulia. Amiin.

Waktu terus bergulir. Dari detik ke menit, menuju, jam, hari, bulan dan sampailah genap setahun. Setahun, lima tahun, sepuluh tahun pun  bergulir. Sebagian orang menilai terasa begitu cepat. Sebagian yang lain bahkan merasakan lambat, bahkan sangat lambat. 

Tetapi, begitulah sunatulloh tentang waktu. Rotasinya tidak bisa direkayasa. Tidak bisa dikurangi, tidak pula bisa ditambah. Suka atau tidak, waktu akan melintasi kehidupan untuk sampai pada batas takdirnya. Tiba-tiba kita sudah sampai di ujung senja kehidupan. Mundur tidak mungkin. Maju pasti kena. Pasti, kita akan memasuki ruang hisab atas amal-amal kita.

Alloh azza wa jalla memang telah menetapkan alam semesta ini terikat oleh ruang dan waktu. Segala yang ada di alam semesta ini akan binasa. Alloh lah yang kekal dengan segala kebesaran dan  kemuliaan-Nya. Demikian ditegaskan Alquran Surat Arrohman 26-27.

Memang harus selalu kita sadari, betapa sebentar kehidupan di dunia. Betapa tidak jarang kita lengah dengan nikmat dan amanat waktu. Betapa tidak sedikit kita yang abai dengan perintah dan larangan-Nya. Padahal semua kita tahu, sesal kemudian pasti tiada guna.

Sungguh dahsyat pesan yang terkandung dalam Alquran Surat Al-Ashr 1-3. “Demi Waktu. Sungguh manusia dalam kerugian. Kecuali, mereka yang beriman, beramal salih, saling mewasiatkan kebenaran, serta mewasiatkan kesabaran.” Ya, pernahkah kita merenungkan dahsyatnya pesan yang terkandung dalam surat ini? Demikian besar konsekuensi nikmat waktu, usia, kesempatan, hingga Alloh menjadikannya sebagai “sumpah”. Demi waktu. Demi malam. Demi Dhuha. Demi fajar. Demi rotasi siang dan malam.

Kita semua memang pasti merugi, ketika nikmat waktu itu tidak kita berdayakan sebagai wasilah menjalankan amanat hidup dengan benar dan bermanfaat. Benar karena bernilai ibadah hablun minalloh sesuai Alquran dan Sunnah. Manfaat karena memenuhi kewajiban hablun minannas, menyejahterakan kehidupan social, serta mendatangkan kemuliaan dunia-akhirat. Ya, semoga kita dimudahkan  Alloh memenuhi nikmat dan amanat waktu serta nikmat dan amanat lainnya menjadi penyelamat, pemulia hidup kita, dunia-akhirat. (*)

Penulis: Abdul Hakim, MPdI
Editor: Habibullah Al Irsyad

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu