MERAIH PRESTASI UMUR#2: Dengan selalu mengingat kematian | Berita Populer Lazismu



Ustadz Sunarko S.Ag M.Si (LAZISMUSBY.COM)


Dalam sebuah hadits yang di Riwayatkan oleh Imam Tirmidzi,
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

خير الناس من طال عمره وحسن عمله وشر الناس من طال عمره وساء عمله

"Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan bagus amal perbuatannya. Dan sejelek-jelek manusia adalah orang yang panjang umurnya namun buruk amal perbuatannya."
(Shahîh, riwayat Imam Tirmidzi, lihat kitab ash-Shahîhah: 1/624).

Hadits diatas dengan jelas menegaskan kepada kita bahwa sungguh beruntung orang yang diberi Allah umur panjang , sementara amanah usia yang diberikanNya ia gunakan selalu untuk berbuat kebajikan memperbanyak menabung amal sholeh sehingga ketika Allah memanggilnya sewaktu-waktu. ia bisa kembali dalam keadaan husnul khotimah (akhir kematian yang baik). Sebaliknya sungguh sangat merugi orang yang diberikan umur panjang oleh Allah, sementara amanah usia yang diberikan Allah hanya di gunakan untuk berbuat kemungkaran, perbuatan maksiat dan sebagainya sehingga kerika Allah mengutus Malaikat Izroil untuk mencabut nyawanya, iapun kembali dalam keadaan akhir kematian yang buruk (Su'ul Khatimah). Na'udzubillahi min dzalik.

Keadaan seseorang saat tutup usia memiliki nilai tersendiri, karena balasan baik dan buruk yang akan diterimanya tergantung pada kondisinya saat tutup usia. Sebagaimana dalam hadits yang shahih :

إنَّمَا الأَعْمَالُ بِالخَـوَاتِيْمُ رواه البخاري وغَيْرُهُ.

“Sesungguhnya amalan itu (tergantung) dengan penutupnya”. [HR Bukhari dan selainnya]

Oleh sebab itulah, seorang hamba Allah yang shalih sangat merisaukannya. Mereka melakukan amal shalih tanpa putus, merendahkan diri kepada Allah agar Allah memberikan kekuatan untuk tetap istiqamah sampai meninggal. Mereka berusaha merealisasikan wasiat Allah Azza wa Jalla :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kalian mati melainkan dalam keadaan muslim (berserah diri) ”. (QS.Ali Imran/3 : 102).

Hidup di Dunia Hanya Sementara

Para Muzakki/donatur dan pembaca yang di kasihi Allah.

Kita menyadari, bahwa hidup kita di dunia hanya sementara. Orang jawa bilang "Wong Urip Ing Ndunyo Iku Ibarate Mung Mampir Ngombe" (Hidup di dunia itu ibarat orang yang mampir minum), demikian juga pepatah arab mengatan : "Kehidupan Dunia itu Seperti Orang Yang Baru Mimpi". Jadi kehidupan dunia ini sebentar sekali.

Kalau kita kaji ayat-ayat Allah tentang perbandingan hidup dunia dan akhirat bahwa ternyata kehidupan akhirat itu lebih kekal/abadi bila di bandingkan dengan kehidupan dunia. Berikut beberapa ayat Allah :

“Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS.Al Baqarah (2:212)

“Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.” – An Nisaa’ [4:77]

“Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Kahfi (18:45).

“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (QS. Ar Rum (30:7).

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”  (QS. Al hadid (57:20).
Dan masih banyak ayat yang lainya.

Dari beberapa ayat diatas menegaskan kepada kita bahwa hidup kita di dunia ini hanya sementara sedangkan akherat adalah kampung yang abadi.

Firman Allah dalam Surat Ali Imron ayat 185 :

 كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan."
(QS. Ali Imron ayat 185)

Dari ayat diatas nyatalah bahwa setiap makhluk yang berjiwa akan mati. Semua manusia apakah dengan sebab sakit ataupun tidak semua pasti akan mengalami kematian.

Kematian itu milik Allah, kematian itu rahasia Allah dan tidak seorangpun yang tau detik berapa menit berapa jam berapa dan di bumi mana ia akan kembali kepada menghadap Allah SWT.

Manusia juga tidak pernah tau berapa kontrak umur mereka di dunia. Apakah 63 tahun sama dengan Rasulullah, apakah 70 tahun, apakah lebih lebih dari 100 tahun yang berarti dapat bonus dari Allah SWT.

Sekali lagi..kematian adalah milik Allah..Rahasia Allah tak ada satupun manusia yang tahu kapan ia harus kembali menghadap Allah SWT. Bahkan ketila usia kita masih 120 hari (4 bulan) dalam kandungan ibu kita Allah telah mengutus Malaikat meniupkan Ruh ke dalam jasad kita lalu menuliskan Rezeki kita, Jodoh Kita, KEMATIAN kita. Intinya kematian kita sudah ditulis oleh Allah saat kita masih berusia 4 bulan dalam kandungan ibu kita.

Oleh karenanya, mari kita raih prestasi umur. Sisa-sisa umur kita benar-benar kita manfaatkan sebaik-baiknya dengan menghamba, mengabdi dan beribadah hanya kepada Allah. Karena tujuan hidup kita tidak lain hanyalah untuk beribadah kepada Allah.

Firman Allah SWT dalam
Surat Az-Zariyat Ayat 56

 وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (QS. Az-Zariyat ayat 56).

Para Muzakki/donatur dan pembaca yang budiman.

Mari di sisa-sisa umur kita, kita perbanyak menabung amal sholeh dengan selalu menjalankan perintahNya menjauhi laranganNya. Mari kita bawa harta kita sebanyak-banyaknya untuk kita bawa mati dengan jalan kita belanjakan sebanyak-banyaknya di jalan Allah SWT agar kelak bisa kembali menghadap Allah dalam keadaan khusnul Khatimah. Aamiin.

Manusia tidak bisa lari dari kematian, walaupun mereka berada di singgasana yang megah, walaupun mereka berada diatas kasur yang empuk, walaupun mereka berada di atas gunung, walaupun mereka berada di balik benteng yang kokoh kalau saatnya mati maka manusia tidak bisa lari menghindar.

Firman Allah dalam Surat  Al Jum'ah ayat 8 :
 قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
 Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan".
(QS. Al-Jum'ah ayat 8)

Oleh karenanya kita wajib segera bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya dengan tidak mengulangi kesalahan-kesalahan serupa yang pernah kita lakukan Insya Allah Taubat kita akan di terima Allah SWT.

Firman Allah SWT dalam surat at tahrim ayat 6 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُو

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim ayat 6)

Mari jaga diri dan keluarga dari api neraka dengan istiqomah menjalankan perintahNya menjauhi laranganNya. Insya Allah kita akan selamat di dunia dan akherat dan bisa kembali dalam keadaan husnul khatimah (akhir kematian yang baik). Aamiin. Semoga. (*)

----------------------------------------
(*) Penulis: Sunarko S.Ag M.Si (Ketua Lazismu Kota Surabaya, Kasi Bina Sosial Keagamaan Dinas Sosial Kota Surabaya)

Editor: Habibullah Al Irsyad

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu