Suara Donatur: Lazismu Kota Surabaya Wajib Memiliki Program Untuk Pembinaan Janda |Berita Populer Lazismu

Bapak Jintung Marsudi bersama keluarga (Foto Arsib Lazismu)

LAZISMUSBY-COM-Jintung Marsudi, donatur tetap Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqoh Muhammadiyah (LAZISMU) Kota Surabaya dengan nomor H878.

Pria kelahiran Magetan pada tanggal 29 Juli 1977 dengan nomor telpon 085745001113,081231071113. Owner BENTENG KIDS OUTBOUND dan sekarang tinggal di jl. raya Pagesangan 117a  Surabaya.

Bapak Jintung, biasa dipanggil, memiliki hoby berkebun dan beternak. Dia memiliki istri yang bernama Isatin Rodiyah, Ikip adi buana Pengasuh Sanggar Yatim Genius Iman Nadi Pagesangan.

Dari istri tercintanya di karunia tiga anak yang bersekolah di SMA Muhammadiyah Taman, MIN Jambangan dan anak ketiga masih berumur 2 tahun.

Kepada LAZISMUSBY.COM Bapak Jintung mengatakan, saat mendengar Muhammadiyah mendirikan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqoh Muhammadiyah (Lazismu), Dia langsung telpon ke PDM dan daftar.

"Waktu itu, Bapak Sunarko sendiri yang menerima, walau Bapak Sunarko lupa kalau dia pernah kenal dulu,"ujarnya.

"Dari dulu Saya kangen Muhammadiyah mempunyai lembaga amil zakat sendiri. sejak ada Lazismu Saya langsung daftar karena yakin di lazismu pasti yang terbaik,"katanya.

Dia, menjelaskan, kecintaan kami pada dunia sosial pada tahun 2013 Mengawali membuat Sanggar Yatim bersama istri yang terus berkembang hingga memiliki anak binaan 38 anak. "Dalam perkembangannya Sanggar itu bermetamorfose jadi PAnti Asuhan Muhammadiyah Pagesangan dengan di hibahkan sanggar yatim tersebut ke Muhammadiyah,"ucapnya.

"Ada saudara yang di kodam, anak sering sakit, keluarga kurang harmonis, datang ke saya bagaimana ini solusinya. saat itu ada buletin lazismu saya kasihkan, disini ada  solusi. daripada tiap bulan keluar uang buat berobat lebih baik tiap bulan sedekah di lazismu , insyaAlloh sehat dunia akherat. dan alhamdulillah itu terus dilakukan,"ceritanya.

Program lazismu sudah bagus, sambungnya, satu yang belum, pembinaan janda, karena  janda di masyarakat sering di pandang sebelah mata bahkan cendrung di hina. padahal dia adalah berperan ganda dalam keluarga. 

"Di pagesangan kita membina janda miskin 40 orang, kalo lazismu siap program yang lebih keren lagi pasti makin bermanfaat lagi,"tambahnya. (Sunarko)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu