Prestasi itu Penting, Kejujuran itu Lebih Utama

Ustadz Abdul Hakim bersama Ibu Dra ArbaiyahYusuf 


LAZISMUSBY.COM-Pendidikan karakter merupakan implementasi visi dan misi sekolah yang dielaborasi dalam bentuk program dan aktivitas nyata.

Demikian disampaikan Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Dra. Arbaiyah Yusuf, MA dalam acara Baitul Arqom Majelis Dikdasmen PCM Wonokromo, di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Gadung Surabaya, Sabtu (13/7/2019).

Baitul Arqom diikuti seluruh guru dan karyawan SDM 6, SDM 7, SDM 24, SMPM 4, SMAM 3 serta Pengurus PCM Wonokromo.

"Mengapa anak sering nyontek," tanya Arbaiyah Yusuf kepada peserta Baitul Arqom.

"Sebab kejujuran tidak dijadikan sebagai standar nilai. Prestasi itu penting, tetapi kejujuran itu lebih utama," katanya.

Karena itu, penguatan pendidikan karakter sangat penting sebagaimana dijelaskan dalam banyak ayat Alquran. "Nilai-Nilai relegius keikhlasan, kejujuran, kemandirian amanat,  kedisiplinan, kerjasama, kepedulian, toleransi, kasih sayang, dan tanggung jawab adalah beragam karakter positif yang dapat kita temukan sebagai pesan pendidikan karakter Islam.

"Pendidikan karakter harus dilatihkan,  dibiasakan, diajarkan, dicontohkan sejak dini, setiap waktu,  sehingga membentuk budaya individu dan sosial.  Sebenarnya nilai-nilai Pancasila yang dirumuskan para pendiri bangsa ini memang  kaya dengan pendidikan karakter yang diilhami nilai-nilai Islam.

Pendidikan karakter harus melibatkan semua potensi manusia melalui olah jiwa,  olah rasa, olah pikir, dan olah raga. Tentu saja pendidikan karakter dalam institusi pendidikan harus diagendakan secara terprogram dan terukur," ujarnya.

Menurut Dia, Kegiatan membaca dan menulis misalnya adalah dua pendekatan literasi  yang harus dilakukan para pembelajar secara rutin, dan berkesinambungan.

"Pendidikan karakter di sekolah harus dimulai dengan menciptakan suasana dan lingkungan yang  kondusif yang dimulai dari guru dan karyawan sebagai model kehidupan. Sarana-prasarana sekolah harus menjadi bagian integral dalam proses pembinaan karakter,"ucapnya.

Di akhir tausiyah dia menyampaikan, Pendidikan di lingkungan Muhammadiyah tentu harus menjadikan Alquran dan Sunnah Nabi Muhammad sebagai sumber nilai utama pembinaan karakter. (Abdul Hakim)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu