Langkah – langkah RJPO (Resusitasi Jantung Paru Otak) pada BHD (Bantuan Hidup Dasar) pada orang dewasa |Berita Populer Lazismu

dr Arie Trisandy memberi materi kepada Karyawan RS PKU Muhammadiyah Surabaya (Habibie/LAZISMUSBY.COM)

LAZISMUSBY.COM-Saat menjumpai orang yang pingsan di tengah jalan maka kita harus menolong orang tersebut.

Demikian disampaikan Ketua Panitia In House Training Bantuan Hidup Dasar Karyawan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya dr. Arie Trisandy dalam In House training Bantuan Hidup Dasar Karyawan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya di ruang serbaguna Lt 3 RS PKU Muhammadiyah Surabaya Jl KH Mas Mansyur 180-182 Surabaya, Rabu (17/7).

dr Ari Trisandy, mengatakan, ada tiga belas langkah yang harus dipahami dan dikuasai dalam menolong orang yang sedang dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Pertama. Cek bahaya, pastikan aman penolong, aman lingkungan dan aman pasien. Kedua. Cek respons, tepuk halus bahu pasien dan bilang “kamu baik – baik saja?”, cek nyeri (tekan di ujung kuku jari, atas alis, atau tengah dada).

Ketiga. Jika tidak ada respons, teriak minta bantuan / telepon  bantuan (code blue di RS atau layanan darurat setempat, misalnya 112 di Surabaya), ceritakan kondisi (perkenalkan penolong, apa yang terjadi, jumlah korban, lokasi, nomor yang bisa dihubungi) dan minta membawa ambulans dan AED (Automated External Defibrillator/alat kejut jantung eksternal otomatis). Tunggu dan dengar instruksi.

Keempat. Cek nadi karotis (dengan 2 jari di 2-3 cm dari jakun) dan sekaligus cek napas (lihat gerakan dada, dengar suara napas, rasakan embusan napas) tidak lebih dari 10 detik, sambil buka jalan napas dengan teknik head tilt – chin lift.

Kelima. Jika tidak ada nadi dan napas tersengal/tidak ada, lakukan pijatan jantung.

Keenam. Tentukan lokasi penanda/landmark, 2 jari di atas processus xyfoideus.

Ketujuh. Pastikan posisi tangan pada saat pijat jantung benar, letakkan tumit telapak tangan pada landmark dengan telapak tangan ditumpuk, jari ditautkan dan pastikan posisi badan tepat, pada saat menekan dada harus lebih dari 5 cm dan menghitung 1, 2 , 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, satu, 1, 2 , 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dua, 1, 2 , 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, tiga, lakukan 30 tekanan dengan hitungan sesuai angka di atas.

Kedelapan. Pijatan dada efektif. Tekan cepat, kecepatan minimal 100 penekanan per menit dan maksimal 120 penekanan per menit. Tekan kuat, kedalaman tekanan minimal 5 cm dan maksimal 6 cm
Minimal jeda. Recoil sempurna (dinding dada kembali ke posisi normal secara penuh sebelum kompresi dada berikutnya) dengan cara tangan penolong tidak bertumpu pada dada korban di antara dua penekanan.

Kesembilan. Setiap selesai 30 kali pijatan jantung, berikan 2 kali tiupan napas (sambil tetap pertahankan jalan napas dengan teknik head tilt-chin lift), masing-masing 1 kali napas dengan jeda 1 detik (400-600 ml), perhatikan pengembangan dada.

Kesepuluh. Lakukan 5 siklus pijatan jantung dan embusan napas dengan 1 siklus: 30 pijatan dan 2 kali bantuan napas.

Kesebelas. Cek nadi karotis dan napas setelah 5 siklus, jika tidak ada nadi lakukan langkah 5-9 kembali.

Kedua belas. Jika nadi ada, napas tidak normal (mendengkur, napas jarang, napas tidak teratur) lakukan rescue breath (napas bantuan) dengan cara hitung: “tiup, 2 ribu, 3 ribu, 4 ribu 5 ribu 6 ribu” selama 1 menit sambil tetap pertahankan jalan napas (head tilt-chin lift). Evaluasi adanya nadi dan napas tiap 2 menit.

Ketiga belas. Apabila nadi ada, ada napas normal, berikan posisi recovery. (Habibie)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu