In House Training "Bantuan Hidup Dasar" Karyawan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya di Lakukan Secara Periodik, Simultan dan Sinergis | Berita Populer Lazismu

Dr. dr. Enik Srihartati memberi materi kepada peserta BLS di RS PKU Muhammadiyah Surabaya (Habibie/LAZISMUSBY.COM)

LAZISMUSBY.COM-Semua yang ada dirumah sakit, mulai dari Satpam, Kasir, Loket, Binroh harus mempunyai kemampuan untuk melakukan Basic Life Support (BLS) yakni kemampuan menolong pasien yang datang ke rumah sakit Muhammadiyah atau diluar rumah sakit.

Demikian disampaikan Direktur RS PKU Muhammadiyah Surabaya Dr. dr. Enik Srihartati, M.Kes. Sp.KK dalam In House Training Bantuan Hidup Dasar Karyawan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya di ruang serbaguna lantai 3 RS PKU Muhammadiyah Surabaya Jl KH Mas Mansyur 180-182 Surabaya, Rabu (16/7/19).

Dr. dr. Enik Srihartati, M.Kes. Sp.KK. mengatakan, semua harus punya kemampuan untuk menolong. "Maka pada pagi hari ini semua dilatih, mulai dari bawah sampai atas, sehingga nanti memiliki kemampuan untuk melakukan BLS yakni menolong setiap pasien tidak sadar yang datang ke rumah sakit," paparnya.

"Managemen punya kewajiban untuk meningkatkan kompetensi karyawan, kalau bisa terus ditingkatkan, maka setelah kita dilatih, kalau ada masalah dengan pasien misalnya pingsan, maka pasien bisa diselamatkan. Setelah itu urusannya  Allah apakah tetap sehat atau tidak, tetapi kita tetap berusaha, ABCDnya kita lakukan dengan tertib," katanya.

Menurut dr Enik, prosesnya harus kita lakukan, termasuk In House Training BLS pada pagi hari ini. "Kegiatan kita terganggu, 'Saya dikejar-kejar untuk mengisi status misalnya, kita  datang kesini menambah tugas." Candanya. Akan tetapi Mari kita nikmati prosesnya, sehingga pelayanan bisa kita tingkatkan, Artinya ber Muhammadiyah dengan sepenuh hati, dengan bergembira," ujarnya.

dr. Enik - sapaan akrabnya, menjelaskan, di dunia ini semakin hari semakin tidak pasti, yakni ada ketidakpastian dalam menjalani hidup lebih-lebih di dunia medis, tetapi kita punya Allah, di dunia medis punya tuntutan, diluar medis juga ada tuntutan bagaimana bisa melayani dengan baik.

"Saat ini para pengambil kebijakan juga bingung, bagaimana mengatur BPJS dan yang lainnya. Rumah sakit kita ini tipe D maka kedepan harus berubah, tuntutan dari dinas, seperti Ipal, Ips harus kita perbaiki sesuai arahan Dinas. Maka kemudian kita dihadapkan pada dua pilihan yakni turun apa naik, kita memilih naik maka kita harus fight, semangat," katanya.

Kesempatan ini saya sampaikan, kata dia, tidak bosan-bosannya setiap turun kebawah menyampaikan, Ayo kita tingkatkan lagi kinerja kita supaya naik ke tipe C. Mari berlomba-lomba menuju kebaikan sehingga meningkatkan pelayanan, syarat akreditasi harus kita lewati, seperti training yang kita lakukan, semua harus selesai sesuai jadwal yang ada," ujarnya.

Peserta BLS berfoto bersama Direktur (tengah baju hijau) Foto diambil oleh Habibie 

"Saya sudah sampaikan ke MPKU  PDM agar memenuhi syarat yang disampaikan oleh Dinas. Jadi supaya rumah sakit semakin berkembang, maka kita harus lakukan syarat itu. Sebenarnya kita berada ditengah kota yang semuanya mudah kita akses, mari kita bersaing positif dengan rumah sakit yang ada. Kegiatan ini kita laksanakan secara priodik, simultan dan sinergis. Mari kita niatkan Ibadah," pungkasnya (Habibie)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu