Din Syamsuddin: Guru Harus Berpacu Meraih Keunggulan Islam | Berita Populer Lazismu


(Foto diambil oleh Panitia)

LAZISMUSBY.COM-Kaum perempuan dewasa ini sudah banyak yang tampil di arena publik dengan berbagai profesi dan karir. Tidak mau kalah dengan laki-laki. Tapi, saya sangat respek kepada para guru-karyawan Muhammadiyah. Mereka adalah para mujahid dan mujahidah. Mereka berjuang di jalan Alloh dalam profesi mulia sebagai guru atau pendidik dan tenaga kependidikan.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof. Dr. K.H. Din Syamsuddin, MA dalam acara Silaturrahim Guru dan Karyawan se Kota Surabaya di At-tauhid Tower UM Surabaya, (22/7).

Din Syamsuddin, mengatakan, selain mendapat ujroh atau materi, juga dapat ajrun atau pahala dari Alloh terutama di akhirat. Maka niatilah sebagai pengabdian dan jihad fi sabilillah dengan harta dan jiwa di jalan pendidikan. Guru adalah jalan strategis dan mulia. Tentu ini sesuai dengan tafsir Muhammadiyah agar Indonesia menjadi negeri yang adil makmur dan berkemajuan dan berkeunggulan.

"Indonesia harus siap bersaing menjadi Indonesia emas yakni Indonesia yang unggul. Muhammadiyah harus menyiapkan generasi emas untuk mencapai Indonesia emas khususnya tahun 2045. Tentu untuk meraih itu sangat membutuhkan  SDM yang berkualitas. Terutama bergantung siapa pemimpin yang memiliki visi unggul yang akan memimpin,"ujarnya.

Menurut Dia, Muhammadiyah memerlukan SDM yang berkualitas,  kreatif, dan kompetitif sesuai iman dan akhlaq Islam. Ini sesuai dengan visi dan etos Alquran agar umat Islam berjuang berfastabiqul khoirot untuk meraih keunggulan, berprestasi, sukses, dan  juara.

"Islam mengajarkan SDM agar kita berorientasi pada kualitas, selain kuantitas. Jangan hanya banyak tetapi tidak kualitas. Bila hanya kuantitas itu bagaikan buih yang terombang ambing," katanya.

"Alloh menguji manusia dengan kematian dan kehidupan  siapakah yang paling baik kualitas amalnya. Maka, guru Muhammadiyah harus punya visi menjadi yang terbaik. Saya sedih karena dari lima puluh ranking sekolah di Jakarta, ternyata tidak ada satupun dari sekolah Islam atau Muhammadiyah.

"Padahal dulu di masa ICMI yang dimotori figur Muhammadiyah, muncul sekolah unggul Islam, di antaranya Sekolah Al Azhar. Maka untuk meraih keunggulan itu semua kita, khususnya para guru, harus bermimpi, bangun,  bangkit, dan berusaha mewujudkannya.

Bukan sebaliknya, bermimpi dan tidak mau bangun, tidak mau bangkit, sebaliknya  bahkan melanjurkan tidur. Kita harus terus mengulang kata dan cita-cita baik karena akan menjadi energi baik meraih sukses,"katanya.

Diahir tausiyahnya, Dia mengajak kepada seluruh yang hadir untuk tetap istiqomah berikhtiar. "Mari kita mengamalkan
pesan Alquran Surat Aljum'ah ayat 2 tetang misi nabi mengajarkan ayat Alloh qouliyah dan kauniyah,  mensucikan diri, serta mengajarkan kitab dan hikmah. Inilah yang harus menjadi inti dan  ikhtiar pendidikan Muhammadiyah mewujudkan keunggulan sebagaimana menjadi visi dan misi Islam,"ungkapnya. (Abdul Hakim)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu