Abdul Hakim: Kerja dan Usaha Maksimal Dalam Mencari Rezeki yang Halal |Berita Lazismu Populer

Abdul Hakim memberi tausiyah (Foto: Habibie)


LAZISMUSBY.COM-Manusia bisa meraih rezeki yang halal thoyyibah atau baik melalui kerja dan usaha optimal dan maksimal.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Ustadz Abdul Hakim, M.Pd.I dalam Ngaji Bisnis BMW Lazismu Kota Surabaya di Ruang Aula PDM Surabaya Jl Wuni 9 Surabaya, Sabtu (29/6/19).

"Alloh menciptakan manusia untuk menunaikan tugas utama yakni beribadah. Jadi, manusia itu sejatinya adalah abdullah atau hamba-Nya sebagaimana ditegaskan dalam Alquran Surat 51/56. "Alloh tidak menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah/mengabdi kepada-Nya,"paparnya.

Abdul Hakim, mengatakan, manusia itu adalah khalifah-Nya, atau wakil-Nya di bumi ini. "Tugasnya adalah menegakkan syariat-Nya agar terjadi keadilan dan kemakmuran bagi semua. Manusia itu dicipta untuk menjadi rahmat bagi semesta atau rahmatan lil 'alamin. Menjadi abdullah sekaligus khalifah-Nya  itu sungguh terhormat dan mulia,"katanya.

Sebab, kata dia, jika manusia tidak mengabdi kepada Alloh, sudah pasti manusia akan mengabdi atau menghamba kepada nafsunya. Betapa hina manusia yang mengabdi kepada nafsu. Qobil, Namrud, Fir'aun, Abu Lahab dan pengikutnya adalah para hamba nafsu.

"Nafsu itu bisa membuat manusia bebas, buas dan beringas. Sebab, nafsu tidak bisa membedakan benar-salah, halal-haram, pahala-dosa, suci-najis, syurga-neraka, atau mulia-hina. Nafsu hanya mengenal senang,  kenyang, dan menang  di dunia.

"Karena itu, Alquran Surat Al A'rof 176, 179 membuat metafora atau perumpamaan orang yang hidup hanya mencari kepuasan nafsiyah seperti anjing atau lebih jelek dari binatang.

"Mereka itulah orang-orang kafir, munafiq, musyrik, dzolim dan fasiq. Mereka memang hanya hidup untuk meraih sukses dunia dengan segala cara. Terhadap mereka ini kelak Alloh akan mencampakkan ke dalam neraka jahannam,"tegasnya.

Menurut dia, manusia dapat menunaikan tugasnya selaku abdullah dan menunaikan amanat sebagai khalifah-Nya, maka Alloh swt mengutus para nabi sebagai teladan hidup. Alloh swt menetapkan agama yang benar yakni Islam, serta menurunkan kitab suci sebagai pedoman hidup manusia.

"Alloh swt telah pula menganugerahkan akal. Selain untuk membedakan manusia dari makhluk lainnya, berkat akal yang sehat, jujur, dan cerdas itu manusia mudah menerima agama-Nya sebagai panduan atau referensi kehidupan. Berkat akal sehat pula manusia bisa mengolah dan mengelola alam dan kehidupan sosial ini menjadi beradab, ilmu pengetahuan dan teknologi berkemajuan, dan meraih kesejahteraan bersama,"

"Manusia bisa meraih rezeki yang halal thoyyibah melalui kerja dan usaha optimal dan maksimal, kerja sama atau sama-sama bekerja. Alquran memang memerintahkan orang beriman untuk berilmu, beriman dan beramal salih sebagai wujud penghambaan kepada Alloh swt, serta sebagai bukti komitmen dan tanggungjawab kemanusiaan. Untuk kebaikan hidup di dunia, serta untuk kemuliaan ahkirat. Inilah indahnya Islam. Untuk meraih itu semua, orang beriman diperintahkan bekerja dan berjuang, tolong-menolong atas kebaikan dan takwa. Bukan tolong menolong untuk keburukan, kecurangan, penipuan, serta dosa.

"Untuk meraih rezeki-Nya, seorang mukmin pantang menghalakan segala cara.
Sebab rezeki itu ada yang halal dan barokah, ada pula yang mendatangkan kehinaan, dan bencana. Rezeki yang barokah itu adalah rezeki yang didapat dengan cara halal, sesuai syariat, serta digunakan untuk kemuliaan bersama. Bukan hanya untuk kepuasan individu atau kelompoknya semata. Bukan pula hanya untuk kepuasan hidup di dunia,"ujarnya.

Masih kata dia, di antara rezeki yang dititipkan Alloh kepada kita, ada hak fakir, miskin, yatim, dan duafa' lainnya. Ada hak untuk kemakmuran umat melalui jihad fi sabilillah. Karena itu  rezeki halal dan barokah itu menjadi rahmat bagi saudaranya seiman, bahkan bagi orang kafir, serta flora dan fauna.

"Jangan sampai rezeki yang kita dapat membuat kita sombong, dengki, ujub, riya, rakus, kikir, dusta, atau mubazir karena kita gunakan secara salah atau sia-sia.
Islam mengajarkan agar kita menyisihkan sebagian harta yang kita dapat dari cara halal itu dalam bentuk zakat, infaq dan sodaqoh, serta jalan-jalan lain yang diridhoi-Nya.

Sekali lagi, demi kemuliaan Islam dan umat Islam di dunia dan di akhirat nanti.
Maka, jangan patah semangat, jangan malas, jangan egois dalam meraih rezeki kemuliaan hidup kita di hadapan Alloh swt.

"Teruslah berhidmat, berikhtiar, bekerja, dan beramal soleh semoga Alloh memuliakan kita semua di dunia dan di akhirat nanti. Marilah kita selalu menjadikan hidup ini sebagai ladang ibadah, ladang amal salih, ladang dakwah, serta jihad fi sabilillah. Jangan pernah lupa untuk selalu berdoa, bersyukur, bersabar,  serta tawakkal kepada-Nya. Sungguh Alloh itu Maha Kaya, Maha Memberi,  Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. In syaa Alloh kemudahan dan kemuliaan hidup itu akan dianugerahkan-Nya kepada kita, orang orang beriman,"pungkasnya. (Abdul Hakim)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu