Sistem Zonasi PPDB 2019 Tetap Berpotensi Menimbulkan Permasalahan PPDB Sekolah Muhammadiyah


Ir. Sudarusman*

LAZISMUSBY.COM

Tantangan pendidikan Muhammadiyah akhir-akhir ini dirasakan semakin berat, dan datang dari berbagai penjuru. Dari pemerintah, kebijakan Zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019.

Tahun pelajaran 2019-2020 aturan penerimaan peserta didik baru ada yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Merujuk Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 tahun 2018 tentang PPDB pada taman Kanak-Kanak, Sekolah dasar (SD), Sekolah menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah kejuruan (SMK). Regulasi ini mengatur tiga jalur proses PPDB. Yakni sistem zonasi, prestasi dan perpindahan orang tua. Dari tiga sistem tersebut, zonasi masih menjadi kebijakan yang paling sensitif.

Sistem zonasi pada dasarnya untuk pemerataan Pendidikan. Juga demi mendekatkan jarak sekolah dengan tempat tinggal siswa. Terkait hal tersebut sekolah-sekolah negeri atau yang diselenggarakan pemerintah secara otomatis akan mendapatkan perolehan siswa yang lebih merata. Terkait hal tersebut, calon siswa yang tidak terakomodasi, sehingga tidak tidak bisa masuk sekolah negeri yang dinginkan akan mencari sekolah-sekolah alternative, salah satunya sekolah swasta.

Tidak dapat dipungkiri sisten zonasi PPDB 2019 tetap berpotensi menimbulkan permasalahan penerimaan peserta didik baru sekolah-sekolah swasta salah satunya sekolah-sekolah yang diselenggarakan Muhammadiyah.

Tidak berhenti sampai sistem Zonasi, Pemerintah Kota Surabaya rencananya di masih  akan membangun sekolah-sekolah negeri, lagi-lagi yang dipakai alasan adalah tuntutan masyarakat. Dan yang perlu kita sadari bahwa di era percepatan pengetahuan yang diikuti persaingan sekolah semakin terbuka, sekolah-sekolah yang dikelola oleh pemerintah tidak sedikit cara pengelolaannya seperti sekolah swasta. Mulai dari segi aktivitas pendidikan hingga manajemen sekolah. Terutama pola rekrutmen siswa baru dengan sistem zonasi 2019, sekolah negeri dengan mudah memperoleh jumlah siswa barunya sesuai dengan yang dinginkan.

Menyimak perkembangan pendidikan di Kota Surabaya dengan diberlakukan sistem PPDB 2019, akan  kompleks, tampaknya usaha menata ulang pola pikir kita baik sebagai penyelenggara maupun sebagai pelaksana sekolah-sekolah Muhammadiyah agar tidak statis (diam). Ini harus secepatnya sekolah-sekolah Muhammadiyah melakukannya dengan perencanaan yang kalkulatif. Kalau tidak segera melakukan perubahan dengan gerakan yang dilakukan secara konkrit, keberadaan sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kota Surabaya akan digilas oleh sistem. Sekolah Muhammadiyah untuk memperoleh peserta didik barunya, menunggu hasil sistem zonasi 2019, tidak lagi menjadi pilihan utama.

Berdasar fakta dilapangan akhir-akhir ini, dari beberapa wali murid menyampaikan mengapa mereka memilih menyekolahkan anaknya di sekolah negeri ?
“Mengapa memilih sekolah negeri untuk kelanjutan pendidikan putra bapak? Tanya saya. “apa karena sekolah negeri lebih baik?  Tambah pertanyaan saya
  “Saya memilih sekolah negeri karena di sekolah swasta dan di sekolah negeri tidak ada bedanya aktivitas pendidikan dan manajemennya juga hampir sama,  di negeri disamping biaya yang pasti lebih ringan, namun ada kesan di sekolah negeri lebih rapi,” ungkap salah satu wali murid.
Kenyataan tersebut bisa kita pergunakan sebagai modal untuk merubah kerangka berpikir kita, bahwa di persaingan yang sangat terbuka antara sekolah swasta dan negeri saat ini sudah tidak zamannya lagi, baik sebagai penyelenggara maupun pelaksana pendidikan Muhammadiyah mengatakan sekolah – sekolah Muhammadiyah aktivitas pendidikan dan manajemennya lebih baik, tetapi yang perlu disampaikan pada masyarakat calon wali murid bahwa sekolah-sekolah Muhammadiyah memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh sekolah sekolah lain, termasuk sekolah negeri, dengan memiliki pembeda tersebut, sekolah Muhammadiyah akan sulit dibandingkan dengan sekolah-sekolah swasta lain, termasuk dengan sekolah negeri. Mengapa ? karena sekolah yang hanya mengandalkan gedung lebih baik, biaya lebih murah, manajemen lebih berkualitas saja, sekolah akan dengan mudah dibandingkan sekolah-sekolah yang lain yang ada di kota Surabaya.

Oleh karena itu, sebagai pelopor sekolah islam, sekolah Muhammadiyah harus ada keberanian untuk tampil beda, menawarkan sesuatu yang tidak dimiliki oleh sekolah – sekolah lain, artinya sekolah dituntut memiliki value, memahami apa saja yang diinginkan wali murid dan bisa mengetahui apa yang diperoleh manfaatnya, sehinnga memilih sekolah di tempat kita. Dibandingkan besarnya biaya yang dibebankan kepada wali murid selama belajar di sekolah. Jika semuanya itu sebanding, para wali murid tidak merasa dirugikan atau dibohongi, maka akan menceritakan kepada orang lain bahwa sekolah kita beda dengan sekolah lain. Apa lagi sekolah juga memperhatikan manfaat fungsional dan manfaat emosional.

Dengan inovasi  yang didukung kreativitas dan menfaatkan teknologi, akan dihasilkan sesuatu yang benar-benar berbeda dengan sekoalah lain. Dengan demikian sekolah semakin mendapatkan perhatian dari masyarakat yang akan berdampak pada peminatan terhadap sekolah semakin meningkat. Sedangkan sekolah yang masih mengandalkan gedungnyan yang baik, bayarnya lebih murah dan merasa paling berkualitas, namun tidak memiliki pembeda dan berhenti melakukan inovasi akan mengalami proses komuditasi. Artinya, walaupun telah melakukan perbaikan di sana sini, masyarakat sudah tidak lagi melihat keunikan atau pembeda yang dimiliki selama ini.

Sekolah yang tidak pernah capek, tidak pernah lelah untuk melakukan inovasi secara terus menerus, akan memiliki rasa yang berbeda, dan akan menjadi pilihan masyarakat walaupun ada diantara sekolah-sekolah negeri yang favorit. Namun, untuk jangka panjang sekolah yang sudah memiliki pembeda tetap perlu pemikiran-pemikiran yang inovatif bagaimana mempertahankan agar sekolah Muhammadiyah menjadi pilihan diantara sekolah negeri.

*Penulis adalah Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 10 Surabaya

Komentar

  1. Sepakat Pak.Sekolah Muhammadiyah terus selalu berinovasi dan yang paling penting banyak belajar kepada sekolah yang berkualitas.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu