Mewaspadai Peredaran Gelap Narkoba, Sekolah ini Kenalkan Bahaya Narkoba Sejak Dini

Ustadz Muhammad Arifin, MA sosialisasi Narkoba di MI Muhammadiyah 25 Kenjeran
(Foto: Aksar)

LAZISMUSBY.COM-Narkoba ialah singkatan dari narkotika dan obat atau bahan berbahaya, istilah lain dari Narkoba adalah Napas yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika dan zat adiktif.

Demikian disampaikan Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Ustadz Muhammad Arifin, MA dalam Baitul Arqom MI Muhammadiyah 25 di ruang kelas MI Muhammadiyah 25 Jl Sidotopo Wetan dalam 1/18 Kecamatan Kenjeran Surabaya, Jumat (24/5).

Muhammad Arifin, menyampaikan, sebagai penerus kita yang sudah bapak-bapak ini maka generasi seperti kalian ini harus mengatahui hal-hal yang merusak salah satunya adalah narkoba. "Peredaran narkoba begitu dahsyat dan luar biasa, saat ini mulai anak sd kelas satu sudah banyak yang di cekoki narkoba melalui permen atau makanan lainnya,"paparnya.

Menurutnya, sejak dini anak-anak harus diperkenalkan bagaimana efek bagi penyalahguna narkoba. "Efek pertama ialah halusinogen, yakni efek halusinasi pada seseorang saat melihat suatu hal atau melihat benda yang tidak ada menjadi ada.

Efek kedua ialah stimulan, yakni efek narkoba yang mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak lebih cepat dari biasanya. Efek ketiga ialah depresan, yakni efek narkoba yang bisa menekan sistem saraf pusat dan mengurangi aktifitas fungsional tubuh, sehingga bisa tertidur bahkan tidak sadarkan diri.Efek keempat ialah adiktif, yakni efek narkoba yang menimbulkan kecanduan," katanya.

Adapun, sambungnya, efek jangka pendek ialah kehilangan napsu makan, peningkatan denyut jantung, tekanan darah dan suhu tubuh, pupil mata yang membesar, pola tidur yang terganggu, rasa mual, bersikap aneh, tidak terduga, terkadang bertindak keras atau kejam, halusinasi gembira yang berlebihan, sifat lekas marah, panik dan psikosis, dosis yang berlebihan dapat menyebabkan kejang-kejang dan kematian.

Efek jangka panjang ialah kerusakan permanen pada pembuluh darah di jantung dan di otak, tekanan darah tinggi yang berakibat serangan jantung, stroke dan kematian, kerusakan pada lever, ginjal dan paru-paru, kerusakan jaringan dalam hidung bila dihirup, masalah pernapasan bila dihisap seperti rokok, penyakit-penyakit menular dan peradangan bila disuntikkan, kekurangan gizi kehilangan berat badan, disorientasi, apatis, kebingungan dan kelelahan, ketergantungan psikologis yang  besar, psikosis, depresi dan kerusakan pada otak,"ujarnya. (Aksar)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu