RombongMU Untuk Marbot ini


Sukir menerima bantuan Rombong 


LAZISMUSBY.COM-Usia senja dan jauh dari putra putrinya tak lantas membuat Mbah Sukir patah arang. Ia tetap sabar dan tabah menjalani masa tuanya.

Sehari-harinya dia jalani sebagai marbot Masjid Al Qolam yang jaraknya sekitar 100 meter dari tempat tinggalnya.

Menjadi marbot tujuannya bukan untuk mencari uang, semua  ikhlas merawat dan menjaga Masjid semata-mata karena Allah.

 Selain bertugas membersihkan masjid, dia juga sering jadi Muadzin, Imam dan juga mengajar ngaji.

Setiap harinya lebih banyak menghabiskan waktu di masjid.
Pukul 03.00 WIB, dia sudah beranjak ke masjid.

Kesabaran dan ketaatan Mbah Sukir (Sukir Riyanto 61 th) mendapat imbalan dari Allah SWT, melalui Program Rombong MU Lazismu Kota Surabaya.

Kamis siang 11 April 2019, bertempat di depan Masjid Al Qolam Jl Tambak Dalam Baru/26 Rombong MU diterimanya.

Rencana kedepan rombong tersebut akan dipergunakan untuk berjualan kopi didekat Masjid tersebut.

Sudah 4 tahun menjadi seorang marbot atau petugas kebersihan sejak masjid ini baru berdiri, pengakuannya.

Dia dilarang takmir untuk meninggalkan masjid ini, yang artinya harus merawat masjid tersebut. Sehingga dia melakukan kegiatan bersih-bersih masjid hingga saat ini, walaupun tanpa digaji.

Semoga Rombong MU, bisa meningkatkan perekonomiannya.

Dukung terus program program Lazismu Kota Surabaya dengan cara menyalurkan Zakat  Infaq dan Shodaqoh melalui :

*BANK SYARIAH MANDIRI*. 
99398 2 01 00 0 00000
An.  Infaq LAZISMU kota Surabaya

*BANK MUAMALAT*
76640 2 01 00 0 00000
an.  Infaq LAZISMU Kota  Surabaya.

Kantor Jl Wuni 09
Pusat Dakwah Muhammadiyah Kota Surabaya

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala . menerima amal ibadah kita. Aamiin

*Lazismu Memberi untuk Negeri , Melayani dengan sepenuh hati*
(CW)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu