Lima Sifat ini yang Akan Mengantarkan Puasa Ramadhon Menjadi Sempurna

Ustadz Nur Cholis Huda memberi tausiyah pada Pengajian Ahad Pagi Pencerah PDM Surabaya di Masjid Jendral Sudirman 
(Abdul Hakim/LAZISMUSBY.com) 

LAZISMUSBY.COM-Setelah kesibukan pilpres dan pileg usai, marilah kita kembali fokus  kepada kewajiban dan tugas kita yang utama. Tentu kita harus tetap  terus mengawal agar hajatan pilpres  lima tahun sekali ini terlaksana secara  jujur dan adil serta menghasilkan presiden dan wakil rakyat sesuai harapan kita  mayoritas umat Islam khususnya.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Ustadz Drs. H. Nur Cholis Huda, M.Si dalam pengajian rutin Ahad Pagi Pencerah Majelis Tabligh PDM Surabaya di Masjid Jendral Sudirman Jl Darmawangsa No 1 Surabaya, Ahad (28/4/2019).

"Menyongsong bulan suci Romadhon ini marilah kita mempersiapkan diri selain menunaikan puasa fardhu, juga dengan memperbaiki ibadah sholat kita sebagai ibadah utama. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah, sholat itu ibadah utama yang akan dihisab pertama kali. Jika sholat kita baik, insyaa Alloh akan berpengaruh kepada amalan lainnya. Kita mudah meraih husnul khotimah. Di akhirat kita akan dihisab dengan mudah," paparnya.


"Jika kita hendak memperbaiki sholat, maka kita harus mengikuti kaidah dan kaifiyah sholat yang dicontohkan Rosululloh saw, "Sholatlah sebagaimana kalian perhatikan bagaimana aku sholat!"
Jika hendak memperbaiki sholat, kita harus menata hati kita agar jauh dari perbuatan dosa. Sebab hati itu ibarat cermin. Dosa yang kita lakukan akan menjadi titik hitam pada dinding cermin hati kita," katanya.


Penasihat Masjid at Taqwa Pogot Surabaya itu menjelaskan, Alloh sendiri berfirman dalam surat Asy-Syams  agar kita selalu membersihkan jiwa dari dosa-dosa.

"Setidaknya ada tiga sumber dosa besar. Pertama, kesombongan. "Sombong itu sifat iblis. Karena sifat ini, iblis ingkar kepada perintah taat kepada Alloh. Kesombongan bukan saja merendahkan dan menghina sesama, tetapi bahkan merendahkan Alloh Dzat Yang Maha Besar," ujarnya.

Menurut dia, Sombong akan menjadi penghalang kita masuk syurga. Kita ini lebih kecil dari butir pasir di lautan. Lalu apa yang akan kita sombongkan? Maka marilah kita berhati-hati dengan kesehatan, umur,  kekayaan, kedudukan, jabatan, ketampanan dan kecantikan. Itu semua bisa jadi sebab orang jadi sombong sehingga mudah merendahkan dan bahkan menghina orang lain.

"Rosululloh bersabda,"Tidak akan masuk syurga orang yang dengan sengaja memiliki sifat sombong dalam hatinya meskipun sebesar biji sawi."

Kedua, sambungnya, serakah. "Keserakahan adalah sifat rakus yang menyebabkan seseorang menghalalkan segala cara. Syaithon pernah memperdaya Adam-Hawa sehingga tergelincir menuruti nafsu,  mengkonsumsi sesuatu yang terlarang dilakukan. Tentu Alloh telah memaafkan dosa Nabi Adam dan Hawa," katanya.

Ketiga, dengki dan iri hati. "Ingat kisah Qobil, anak Adam yang akhirnya membunuh Habil, adik kandungnya sendiri. Ya, itu karena sifat dengki dan iri hati karena qurban Habil yang diterima Alloh swt. Habil memang berqurban  dengan ikhlas sebagai syarat utama amal," paparnya.

Keempat, riya. "Riya adalah beramal karena mengharap pujian manusia atau karena pamrih dunia. Riya itu termasuk syirik kecil yang hanya diketahui Alloh dan pelakunya," katanya.

Kelima, kata dia, hati-hatilah dengan dosa besar yang bisa merusak amal ibadah kita yakni durhaka kepada kedua orang tua. Bakti kepada orang tua itu adalah salah satu perintah utama agama Islam. Maka barangsiapa durhaka kepada keduanya, Alloh tidak akan menerima amalnya, sebab dia telah melakukan salah satu dosa besar. Kecuali jika dia bertobat dan mohon restu kedua orang tua.

"Marilah kita membiasakan amal-amal baik, terutama dengan memperbaiki ibadah sholat kita dan ibadah lainnya," pungkasnya. (Abdul Hakim)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu