PTS Berbasis Festival Hasilkan Penilaian Portofolio Dari Karya dan Prestasi Siswa

Ir. Sudarusman (Foto diambil dari Facebook)

LAZISMUSBY.COM-Tidak banyak sekolah yang secara terus menerus melakukan inovasi model pembelajaran dan model penilaian. Tapi berkat keinginan yang tinggi tim pengembangan kurikulum SMAM-X sebagai problem solver dari sekolah yang menerima siswa dalam bentuk apapun, tim tidak pernah capek, lelah bahkan berhenti untuk selalu mencari format yang tepat yang ujungnya, membekali siswanya agar sukses dalam menghadapi setiap problema saat ini dan di masa akan datang.

Salah satunya, tim pengembang kurikulum SMAM-X  meluncurkan program "Penilain Tengah Semester (PTS) Berbasis Festival" dengan bentuk penilaian portofolio melalui karya siswa, dan prestasi siswa, bahkan ide dan gagasan siswanya.

Portofolio menjadikan sekolah Keberbakatan  Muhammadiyah Boarding Area Sport Art and Sains SMA Muhammadiyah 10 tidak pernah berhenti dalam berkreatifitas dan inovasi lewat Kolaboratif.

Sejumlah Ustdz dan Ustdzah yang memiliki kompetensi yang beragam sesuai bidangnya, mereka membuat program dan perencanaan model pembelajaran dan evaluasi, harapannya bisa dinilai melalui program penilaian "portofolio", baik dalam bentuk karya maupun prestasi. Artinya, penilaian siswa yang dilakukan dengan cara menilai hasil karya peserta didik yang berupa kumpulan tugas, karya, prestasi akademik/non akademik, yang dikerjakan/dihasilkan peserta didik.

Sementara menurut kepala SMAM-X Sudarusman, program PTS Berbasis Festival dengan penilaian Portofolio akan sangat cepat bisa diterima oleh keluarga besar SMAM-X, bahkan meluas hingga di luar sekolah.

Misalnya sisi sosial, model pembelajaran yang melibatakan lingkunan dan masyarakat secara langsung. Juga bisa sisi profesional bisa dilakukan dengan bekerja sama dengan instansi, perusahaan baik negeri maupun swasta.

Program PTS Berbasis Festival dengan penilaian Portopolio sebagai jawaban, SMAM-X sekokah berbasis luas dengan sistim pendidikan sekolah menyesuaikan siswanya. Sehinhga siswa yang sangat beragam, akan bisa terlayani dengan baik.
"Yang paling penting untuk mewujutkan ini semua, adalah karakter yang harus kuat dan komitmen memberikan yang terbaik untuk siswa, sehingga proses bisa berjalan dengan baik dan menghasilkan  siswa-siswa yang berkarakter pula," Jelas Sudarusman kepala SMAM-X. (habibie)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu