Musholla Yang Mangkrak 15 Tahun, Kini di Kebut Pembangunannya.


Baliho persiapan pembangunan Musholla at Tanwir (Foto: Sunarko) 

LAZISMU.SBY.COM-Musholla At Tanwir yang berda di Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Simokerto Surabaya Jl.  Tambak Laban 53 Kelurahan Tambakrejo Kecamatan Simokerto Surabaya, Jum'at (15/3/2019).

Kepada Lazismusby.com. Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Kota Surabaya Ustadz Sunarko, msi mengatakan, masjid ini berdiri diatas tanah negara dengan ukuran 7.5 x 21 M2.

"Perjuangan untuk merintis berdirinya musholla ini sudah 15 tahun,  namun baru bisa di bangun (darurat)  mulai Ramadhan 1439 H.    dan langsung di pakai untul shalat tarawih ramadhan.

"Sebelumnya selama 15 tahun melakukan sholat tarawih di Jl.  Tambak Laban. Setiap hari ada orang sholat dan ceramah setiap jum'at pagi," ujarnya.

Menurutnya, musholla itu sering di lempari oleh orang dan alhamdulillah sekarang sudah mulai berkurang.  Semoga orang yang sering melempar batu ke musholla di do'akan oleh jamaah mudah-mudahan dapat hidayah dari Allah SWT. setelah dapat hidayah mau bergabung di musholla At Tanwir.

Sedangkan Takmir Musholla At Tanwir, Abdul Hakim, berharap ada donatur yang membantu pembangunan musholla At Tanwir.  "Kebutuhan untuk pembangunan musholla diperkirakan menghabiskan biaya Rp. 600.000.000 dan saat ini bantuan yang masuk ke rekening Musholla At Tanwir baru Rp. 21.000.000. Kalau dana sudah masuk sebesar Rp. 60.000.000 pembangunan akan dimulai. Semoga semua di mudahkan," katanya.

Jika ada pembaca yang mau membantu, bisa menyalurkan bantuan ZISnya melalui BANK SYARIAH MANDIRI 99398 2 01 00 0 00000 An.Infaq LAZISMU kota Surabaya dan BANK MUAMALAT 76640 2 01 00 0 00000 an.Infaq LAZISMU Kota Surabaya. Konfirm Donasi: 082136164938 (sunarko). (Snk)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu