Begini Cara Lazismu Agar Tetap Di Percaya Ummat


Aksar/lazismu
Rizaluddin Kurniawan memberikan materi di Rakorsus Lazismu Jatim

LAZISMUSBY.COM-Ada satu visi utama yang menjadi dasar perjuangan Lazismu yakni kita ingin lembaga filantropi  ini jadi lembaga yang terpercaya.

Demikian disampaikan Direktur Fundraising Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqoh Muhammadiyah (Lazismu) pusat Rizaluddin Kurniawan dalam Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Lazismu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidoarjo, Sabtu (30/3/2019).

"Visi ini penting, karena salah satu krisis bahkan problem utama banyak lembaga di negeri ini adalah masalah kepercayaan. Alhamdulillah, Lazismu Nasional telah mendapat penghargaan dari Kementerian Agama sebagai lembaga zakat nasional  terpercaya," paparnya.

Mas Rizal-sapaan akrabnya-mengatakan, menjelang Muktamar 2020 nanti, Lazismu akan mempertanggung jawabkan kinerja Lazismu dalam menjalankan amanat umat mengelola ZIS ini.

"Lazismu pusat memang telah memenuhi target tiap tahun harus mampu menghimpun dana lima puluh milyar. Tentu, pertanyaan besar yang lebih penting dan harus dijawab bukan sekedar mampu menghimpun  dana sebesar apapun. Yang penting adalah adakah dana sebesar itu terbukti bermanfaat bagi para mustahik sesuai fungsi ZIS itu sendiri,"katanya.

Menurut dia, besaran perolehan itu bukan tujuan, tetapi target yang bisa kita buktikan dalam bentuk penyaluran yang secara auditing terbukti valid. Sebesar apapun pencapaian menghimpun dana Zakat Infaq dan Shadaqoh (ZIS) jangan sampai kita merasa itu uang kita.

Ini penyakit lembaga ZIS. Penyakit ini akan mengakibatkan lambatnya penyaluran ZIS kepada yang berhak. Kedua penyakit itu akan menyebabkan kita hanya berlomba menghimpun dana dan lupa  dengan misi sosialnya.

Padahal, kata dia, harta yang dihimpun Lazismu itu tetap milik muzakki dan mustahik. Jangan sampai kita dihinggapi riya, sehingga kita tidak meraih pahala dan nilai ibadah dari kinerja kita. Penyakit lainnya, kita bisa melupakan peran muzakki. Harusnya para muzakki dilibatkan dalam penyaluran dan dapat laporan riil atau obyektif. Insya Alloh bila muzakki dilibatkan dan melihat bukti nyata nilai manfaat dari penyaluran ZIS yang diberikan, mereka akan termotivasi untuk istiqomah menyalurkan ZISnya kepada lembaga kita dengan ikhlas dan lebih besar lagi.

Hak amil, sambungnya, secara keseluruhan itu hanya sekitar 12 persen. Selebihnya hak mustahiq yang terdiri dari para fakir, miskin, ibnu sabil, sabilillah, ghorim,  dan  muallaf  sebagaimana ditegaskan dalam Surat Attaubah ayat 60. Peran amil tentu tidak hanya bertugas menyalurkan ZIS, tetapi juga memberikan  pencerahan tentang hikmah,  keutamaan dan manfaat dunia-akhirat dari ZIS baik kepada muzakki maupun mustahiq.

Seorang amil tidak cukup hanya bertugas  menghimpun ZIS secara profesional, tetapi harus menjaga niat dan iktikad menunaikan tugas sebagai amil dengan ikhlas, husnudzon, santun, sabar dan ramah.

"Ini merupakan etos fundrasing yang tidak mengenal usia dan peran  sosial seseorang. Seorang amil harus menyadari misi dan profesi fundrasing adalah mulia. Karena itu profesi menghimpun ZIS harus disadari sebagai ladang ibadah, amal salih, dakwah bahkan jihad fi sabilillah. Kita harus memahami ada tiga customer fundraiser.

Pertama, mustahiq (penerima manfaat) Kedua, amilin atau SDM pengelola lembaga. Ketiga,  muzakki atau donatur.

Lembaga ZIS termasuk para amil  (tim fundraising) harus merawat mereka dengan adab-adab Islami menjadi tim yang solid, smart, speed, dan terpercaya. Profesi amil harus meneladani Rosululloh dan para sahabat dalam mengelola harta baik sebagai muzakki, amil, maupun mustahiq.

Masih kata dia, menyongsong Romadhon 1440 ini kita harus segera melakukan persiapan dalam rangka melaksanakan program penghimpunan dan penyaluran dengan lebih profesional agar tercapai perolehan ZIS secara optimal dan maksimal melebihi prosentase capaian tahun sebelumnya. Karena itu, pesan-pesan penghimpunan dan penyaluran ZIS harus disampaikan secara edukatif, argumentatif, dan persuasif agar keutamaan ZIS memberi pencerahan umat Islam secara keseluruhan, khususnya para muzakki, amil, dan mustahiq.

"Harus diingat potensi zakat umat Islam Indonesia ini lebih dari 200 trilyun. Jumlah yang sangat besar untuk memotivasi kita semua melakukan penghimpunan dan penyaluran ZIS demi kemuliaan dan  kesejahteraan umat secara keseluruhan," pungkasnya. (Abdul Hakim).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu