Banyak Orang Yang Rebutan Menjadi Takmir, Maksudnya?


Bahrun Abidin saat memberi tausiyah (Foto: habibie) 

LAZISMUSBY.COM-Sentralisasi keuangan penting dalam rangka membangun kebersamaan di PCM Kenjeran

Demikian disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kenjeran (PCM) Surabaya Bahrun Abidin, S.Ag dalam Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Takmir Majelis Tabligh PCM Kenjeran di MI Muhammadiyah 25 Surabaya Jl Sidotopo Wetan 1 Dalam No 18 Kenjeran Surabaya, Ahad (3/3/2019).

Bahrun Abidin, menyampaikan, keuangan takmir akan disentralisasikan. "Keuangan takmir nanti kita bicarakan kedepan, kita mencontoh PCM yang sudah berjalan seperti di PCM Krembangan, PCM bubutan, kita harus mencontoh kesana," paparnya.

"Jadwal khotib jumat maupun tarawih itu sudah ditata oleh majelis Tabligh sehingga tidak menimbulkan masalah, jika ada masalah yang bertanggung jawab adalah majelis Tabligh," katanya.

Disamping sentralisasi keuangan, lanjutnya, itu dalam rangka memudahkan masjid yang keuangannya minus, itu bisa dibantu oleh Masjid yang uangnya banyak karena dengan begitu akan mempermudah dalam mengurusi masjid.

"Banyak orang yang rebutan menjadi takmir, yakni rebutan mundur, banyak takmir yang sambat karena menjadi takmir itu siap-siap tekor, siap noroki sehingga bilang tidak mau menjadi ketua takmir lagi karena pengeluarannya banyak," tambahnya.

Menurutnya, sentralisasi kita ini mencontoh daerah yang sudah sentralisasi seperti sepanjang yang sudah sentralisasi misalnya ketika ada yang bangun masjid maka yang bangun adalah TK, MI/SD atau yang lainnya, maka semuanya menjadi satu gotong royong membangun amal usaha itu yang lain tidak boleh bangun, maka kemudian tidak ada amal usaha yang kering dan amal usaha yang basah.(habibie)

Aksar Wiyono menyerahkan piagam penghargaan kepada Bahrun Abidin 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu