Pak Sekjen: Tiga Pesan Inilah Yang Harus Di Miliki Kader Persyarikatan

Arif An membakar semangat jamaah Masjid Baitul Kholiq Kenjeran 
 (Foto: habibie) 


LAZISMUSBY.COM-Dalam perjalanan Muhammadiyah ini banyak hal yang harus diperbaiki terus menerus seperti Militansi Muhammadiyah, semangat dakwah dan Program Warga Muhammadiyah.

Demikian disampaikan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya H M Arif An, SH dalam pengajian rutin Ahad Pagi Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kenjeran Surabaya di Masjid Baitul Kholiq Jl Tambak Wedi Baru 5/33 Kenjeran Surabaya, Ahad (17/1).

Arif An menyampaikan, ada tiga hal yang harus diperbaiki terus menerus oleh kader Persayarikatan Muhammadiyah.

Pertama, Militansi Muhammadiyah. Militansi itu semangat yang luar biasa, semangat yang kuat yang kemudian Muhammadiyah masuk kehatinya. Kemudian Militansi itu tumbuh menjadi norma.

"Banyak Guru dan Karyawan yang tidak paham tentang tujuan Muhammadiyah, tujuan Muhammadiyah itu adalah terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Mereka tidak paham tentang tujuan itu sehingga Militansinya lemah, diajak pengajian malas apalagi diajak yang lainnya.

"Ukuran Militansi itu bukan karena menjadi ketua cabang, ketua amal usaha dan lainnya tetapi Militansi Muhammadiyah itu terlihat betul ketika sudah tidak menjadi pimpinan. Saat menjadi ketua ketika ada pengajian datangnya paling awal tetapi ketika tidak menjadi ketua datangnya paling akhir. Oleh karena itu sebagai warga Muhammadiyah menjadi ketua atau tidak,  ditaruh dimanapun, ditempat apapun tetap berjuang," ujarnya.

LJadi, Bapak Ibu, militansi di Muhammadiyah itu jangan milih yang enak-enak, apalagi sekarang tahun politik, sudah jelas,  ini adalah pemilu yang merupakan penentu kemenangan bangsa. Kalau pada pemilu ini kalah jangan bicara pemilu pada tahun 2024. Tidak bisa," ujarnya.

Kedua, semangat Dakwah. "Sekarang ini semangat dakwah luar biasa, ranting yang selama ini tidak ada kegiatan sekarang mengadakan kegiatan. Kita di Muhammadiyah harus seperti saudara yang utuh, kalau ada yang sakit kita merasakan sakit, kalau ada yang sedih kita merasakan sedih, jadi Muhammadiyah itu sempurna," katanya.

Ketiga, Program. "Kadang di Muhammadiyah itu hanya berpaku pada program pendidikan. Di beberapa cabang hanya berpaku pada itu, kenapa kemudian tidak menggerakkan program di bidang ekonomi. Muhammadiyah dibidang usaha sangat lemah sekali maka kedepan kita harus membuat kelompok-kelompok usaha ekonomi yang beranggotakan sepuluh atau dua puluh orang. Kelompok-kelompok usaha ini wajib kita kuatkan," tukasnya. (Habibie)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gebrakan Baru Surabaya, Dalam 5 Hari Pasien Sembuh Mencapai 742 Pasien

Wali Kota Surabaya Minta Gubernur Jawa Timur Akhiri PSBB Surabaya | Berita Populer Lazismu

Dunia Pendidikan: Goblok Nggak Opo-Opo |Berita Populer Lazismu